Sunday, March 31, 2019

Published March 31, 2019 by with 0 comment

Sinopsis The Night of the Comet episode 1 part 2


Semua gambar dan konten bersumber dari Mango TV


Dokter memeriksa mata Cheng Haodan menyampaikan ke perawat di sebelahnya kalo kondisi Cheng Hao cukup stabil. Nggak lama kemudian Cheng Hao sadar. Ia menanyakan kodisi gadis yang ia tabrak pada dokter. Dokter nggak ngerti dan menanyakannya pada perawat.

Cheng Hao memberitahu lokasinya tepat di terowongan Bin Jiang. Ia menabrak pengemudi wanita. Dokter memberitahu kalo nggak ada pengemudi wanita. Cheng Hao nggak percaya. Ia melepas selang infusnya lalu turun dari tempat tidur. Dokter melarangnya tapi Cheng Hao nggak memperdulikan. Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


Tiba-tiba Cheng Hao melihat Zou Ling, manajernya. Ia langsung memberitahukan kecelakaan yang ia alami pada Ling. Anehnya Ling malah nggak mengenalinya. Dia juga heran gimana bisa Cheng Hao tahu namanya, secara mereka baru saja bertemu. Cheng Hao nengingatkan kalo dia adalah Cheng Hao. Ling merasa aneh dan pergi begitu saja.

Dua orang perawat yang lewat melihat Cheng Hao dan memuji ketampanannya. Mereka mendekat dan melewati Cheng Hao begitu saja. Ternyata yang mereka maksud adalah penyanyi yang ada di tv. Cheng Hao melihat Tv dan bingung karena yang tampil bukanlah dirinya.

Kepalanya terasa sakit. Beberapa perawat mendorong pasien yang baru datang melewatinya. Pasien itu meratapi wajah tampannya yang terluka. Cheng Hao langsung meraba wajahnya gara-gara habis lihat pasien tadi.


Cheng Hao pergi ke tempat sepi dan melaporkan kecelakan yang ia alami semalam pada polisi. Ia lah yang bertanggung jawab atas kecekaaan di terowongan Bin Jiang semalam. Anehnya polisi malah menyatakan kalo nggak ada kecelakaan mobil yang terjadi di terowongan Bin Jiang semalam.

Cheng Hao merasa kalo itu nggak mungkin. Ia lalu melihat ponselnya. 14 Februari 2017??? Cheng Hao syok. Apakah waktunya kembali? Ia terduduk lemas. Tiba-tiba seseorang mendatanginya. Ternyata dia adalah Zou Ling.

Zou Ling minta maaf atas kejadian tadi. Cheng Hao bangkit dan menatap Ling tajam. Ling melanjutkan kalo Cheng Hao adalah anak laki-laki yang tampan. Apa ia tertarik menjadi selebriti? Cheng Hao memikirkannya dan menatap Ling dalam-dalam.


Beberapa waktu kemudian

Cheng Hao menari bersama beberapa penari latar di tempat latihan diawasi oleh pelatih dan Ling. Pelatih menyuruh mereka untuk berhenti dulu dan istirahat. Saat para penari latar sudah pada bubar, Cheng Hao justru masih asik menari sendirian.

Pelatih bertanya pada Ling menanyakan dimana Ling menemukan Cheng Hao? Ia memberitahu kalo Cheng Hao tahu beberapa gerakan yang bahkan belum ia ajarkan. Ia merasa kalo Cheng Hao pernah mempelajarinya sebelumnya. Mengagumkan.

Ling menanggapi kalo ia akan menggunakan bakat Cheng Hao dengan baik. Cheng Hao adalah pembuat uang untuknya. Ia lalu tersenyum sambil menatap Cheng Hao.


Cheng Hao menandatangani kerjasama dengan Ling. Ia lalu mulai melakukan pemotretan. Cheng Hao merasa kalo saat waktu kembali ia pun kembali. Semuanya akan terjadi seperti dulu. Tapi tubuhnya mengalami perubahan aneh.

Cheng Hao akan ke suatu tempat bersama Ling. Mereka ada di dalam mobil yang sama. Mobil tiba-tiba berhenti. Cheng Hao yang sedang membuka botol minum terluka kena tutup botol. Tangannya berdarah tapi anehnya dia nggak merasa sakit. Tubuhnya berhenti merasakan sakit. Ling khawatir dan memberinta tissue. Cheng Hao nggak ngerti kenapa sampai ia melihatnya sendiri.


Ling memberitahu sopir untuk lewat jalan lain karena di depan ada banyak penggemar. Mobil berhenti. Di luar ada seorang pria yang bercermin di kaca jendela mobilnya. Cheng Hao kaget karena orang itu memiliki wajah yang sama dengannya. Ia pun ingin keluar dan melihatnya. Ling menarik Cheng Hao dan menyuruhnya untuk tetap di dalam mobil.

Cheng Hao nggak mau nurut. Ia tetap keluar dan ingin tahu apa yang sebenarnya ia lihat tadi. Para penggemar melihatnya dan segera mengerubunginya. Cheng Hao merasa pusing dan akhirnya roboh.

Pria yang Cheng Hao lihat berjalan dengan santainya nggak jauh dari kerumunan penggemar Cheng Hao.

Ling dan beberapa orang menghampiri Cheng Hao dan membawanya ke mobil.

Cheng Hao sadar. Pria tadi mirip dengannya. Tapi dia bukanlah Cheng Hao di masa lalu. Saat itulah Cheng Hao sadar kalo dia nggak kembali ke masa lalu. Tapi pergi ke ruang paralel lain.


Pria yang mirip Cheng Hao duduk di bangku taman. Ia menelpon temannya dan minta dipinjami uang. Temannya nggak mau dan menutup telponnya.

Dua orang gadis yang sedang melintas melihat pria itu dan mengira kalo dia adalah Cheng Hao. Pria itu langsung berdiri di atas kursi taman dan bergaya sok keren. Gadis itu meminta foto tapi temannya melarang.

Pria itu minta 500 dolar untuk ongkos foto dengannya.  Temannya terus menariknya. Pria itu menurunkan biayanya. 300, 200, gratis! Dua gadis itu pergi dan nggak menggubrisnya. Pria itu kembali duduk dan meratap kalo dia bahkan nggak bisa pulang.


Para wartawan menunggu kedatangan Cheng Hao di pintu depan. Diantaranya ada penggemarnya. Namanya Lin Xiao Xiao. Seseorang menelponnya. Ia memberitahu kalo ia akan mewawancarai Cheng Hao dan sekarang sedang menunggu di pintu depan rumah sakit. Orang yang menelpon Xiao Xiao menyuruhnya untuk pindah ke pintu belakang.

Cheng Hao sudah siap meninggalkan rumah sakit. Seseorang memberitahu Ling kalo ada banyak wartawan di pintu depan. Ling lalu menyuruh Cheng Hao untuk pergi lewat pintu belakang. Cheng Hao menurut. Ia pergi sendiri lewat pintu belakang. Ling sendiri menyuruh dua asistennya untuk ikut dengannya. Mereka akan mengalihkan perhatian para wartawan itu.


Xiao Xiao pergi ke pintu belakang. Di sana sudah ada rekannya yang menunggunya. Ia pun segera masuk mobil. Ia nggak yakin kalo Cheng Hao akan keluar lewat pintu belakang. Rekan Xiao Xiao, tuan Wu menyombongkan kalo mereka nggak memanggilnya nomor 1 di Jing News tanpa alasan. Ia menyuruh Xiao Xiao untuk memperhatikan pintu itu.

Nggak lama kemudian Cheng Hao benar-benar keluar dari sana. Ia langsung masuk ke mobil. Tuan Wu menyuruh Xiao Xiao untuk mengambil gambar. Xiao Xioa yang kagum bisa lihat Cheng Hao dari dekat sampai nggak bisa bilang apa-apa.

Karena belum mendapatkan gambar, mereka pun mengikuti mobil Cheng Hao.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Nasi sudah jadi bubur

Bumbuin aja sekalian

Luv you ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

My Followers

Total Pageviews