Sunday, March 31, 2019

Published March 31, 2019 by with 0 comment

Sinopsis The Night of the Comet episode 2 part 2


Semua gambar dan konten bersumber dari Mango TV

Cheng Hao melakukan pemotretan dengan nuansa putih. Tong menghampirinya saat pemotretan selesai dan memberinya air minum.

Ia memuji foto yang Cheng Hao hasilkan tadi. Ia memberitahu kalo selanjutnya akan ada pemotetan dengan tubuh basah. Apa Cheng Hao membutuhkannya untuk membantunya mandi?

Cheng Hao tersenyum dan mengatakan kalo dia akan mandi sendiri. Ia lalu menyuruh Tong untuk membeli dua kotak air untuk para staf.


Xiaoxioa selesai membeli teh susu untuk Xu Miao dan berpapasan dengan penggemar Cheng Hao. Mereka mengatakan kalo Cheng Hao memperbolehkan mereka untuk berfoto bersama.

Mereka tadi bahkan menyentuh otot Cheng Hao. Xiaoxiao heran mendengarnya. Dua penggemar itu nggak mau menanggapi pertanyaan Xiaoxiao dan meninggalkannya.

Xiaoxiao masih nggak percaya dan menyangka kalo itu pasti Lu Hongjian. Ia lalu melihat Lu Hongjian sedang merangkul dua wanita. Ia pun memanggilnya.

Seketika Lu Hongjian langsung berbalik. Ia menyuruh dua wanitanya untuk duluan dan akan menyusul nanti. Ada sesuatu yang harus ia lakukan soalnya. Ia meminta mereka untuk menelponnya nanti.


Xiaoxiao yang marah menghampiri Lu Hongjian. Lu Hongjian berbalik dan menatap Xiaoxiao. Dengan bergaya seperti Cheng Hao ia menyapa Xiaoxiao dan bertanya apa Xiaoxioa mau tandatangannya?

Xiaoxiao sama sekali nggak tertipu. Ia tahu kalo Lu Hongjian berakting sebagai Cheng Hao untuk menipu orang. Ia lalu memukul kepala Lu Hongjian.

Lu Hongjian tetap berpura-pura sebagai Cheng Hao. Ia bertanya apa Xiaoxiao nggak pernah diberitahu ibunya kalo dia nggak boleh memukul orang? Tapi ia tetap berterima kasih atas dukungan yang Xiaoxiao berikan padanya. Ia menepuk pundak Xiaoxioa lalu berniat pergi.


Xiaoxiao menarik tangan Lu Hongjian dan menanyakan kartu kreditnya. Ia mengingatkan kalo Lu Hongjian bilang padanya ada kelas menulis. Apa J.K.Rowling memakai renda dan mengajar di pantai?

Lu Hongjian menarik-narik tangannya tapi Xiaoxiao sama sekali nggak mau melepaskannya. Ia lalu menunjuk Cheng Hao di belakang Xiaoxiao. Xiaoxioa langsung berbalik karena mengira kalo benar-benar ada Cheng Hao disana.

Ternyata sama sekali nggak ada Cheng Hao. Lu Hongjian sengaja melakukannya untuk mengalihkan perhatian Xiaoxiao agar ia bisa kabur.


Xioaxiao mau mengejarnya tapi nggak jadi gara-gara telpon dari Xu Miao. Karena nggak hati-hati, minuman yang ia bawa terjatuh. Xu Miao marah-marah dan menanyakan teh susu yang ia minta. Xiaoxiao panik. Tapi dia juga nggak bisa bilang kalo teh susunya tumpah. Ia hanya mengatakan kalo ia akan segera kesana. Xu Miao menyuruhnya untuk bergegas.


Para penggemar Cheng Hao yang kebanyakan perempuan sedang menunggu di depan kamar mandi. Ia mendekati kerumunan itu dan memanggil Lu Hongjian.

Lu Hongjian mengintip dan nggak sengaja menjatuhkan sabunnya. Xiaoxiao memberitahu penggemar Cheng Hao kalo ia sedang mencari temannya. Ia terlihat seperti Cheng Hao tapi sebenarnya bukan Cheng Hao.


Lu Hongjian menutupi kepalanya dengan handuk dan keluar dari kamar mandi. Di saat yang sama Cheng Hao yang selesai mandi juga keluar. Mereka saling berhadapan seolah sedang berkaca. Keduanya sama-sama mengangkat tangan mereka.

Lu Hongjian menyapa Cheng Hao dan merasa kalo mereka berdua benar-benar mirip. Cheng Hao mengukurkan tangannya dan menyentuh wajah Lu Hongjian. Mendadak ia merasakan sakit yang nggak tertahankan dan buru-buru menarik tangannya kembali.

Lu Hongjian bertanya apa Cheng Hao baik-baik saja? Cheng Hao sendiri nggak ngerti kenapa ia merasa sakit. Terdengar suara Xiaoxiao yang memberitahu penggemar Cheng Hao kalo orang yang di dalam telah menguras kartu kreditnya.

Lu hongjian memberitahu kalo di luar itu semuanya adalah penggemar Cheng Hao. Ia akan membantu Cheng Hao untuk menarik perhatian mereka agar pergi dari sana. Ia berbalik dan mau pergi.


Cheng Hao melarang Lu Hingjian untuk bergerak. Lu Hongjian kembali menatap Cheng Hao. Ia tahu kalo Cheng Hao merasa aneh. Ia mengajak untuk saling mengenal lain kali saja. Menurutnya yang paling penting sekarang adalah mengalihkan perhatian penggemarnya.

Lu Hongjian pergi ke ruang ganti dan memakai pakaian Cheng Hao. Di dalam saku celana ia menemukan dompet Cheng Hao.

Lu Hongjian mengambil uang ity dan mengatakan kalo ia nggak membantu Cheng Hao secara gratis. Ia mengambil uang itu dan menganggapnya sebagai hadiah untuknya. Setelah mengambil semuanya ia pun pergi.



Penggemar Cheng Hao nggak percaya sama Xiaoxiao. Mereka meminta Xiaoxiao untuk mengaku kalo itu bukan teman Xiaoxiao. Xiaoxioa mengambil handuk dari salah seorang penggemar lalu masuk.

Sampai di dalam Xiaoxiao melihat Cheng Hao dan mengira kalo dia adalah Lu Hongjian. Ia berlari mendekat tapi malah terpeleset gara-gara menginjak sabun yang Lu Hongjian jatuhkan tadi.

Tangan Xiaoxiao sempat berpegangan ke handuk Cheng Hao dan menariknya. Cheng Hao melotot merasa ada yang menarik handuknya. Ia pun berbalik dan melihat siapa orangnya.

Xiaoxioa mengangkat wajahnya dan melihat Cheng Hao tanpa pakaian. Ia pun berteriak. Cheng Hao santai. Ia melempar handuknya sehingga menutupi kepala Xiaoxiao.

Xiaoxiao masih mengira kalo Cheng Hao adalah Lu Hongjian. Ia nenyingkirkan handuk itu tapi sudah nggak ada siapa-siapa di depannya.


Xiaoxiao keluar. Di luar juga sudah nggak ada satupun penggemar Cheng Hao. Ia menatap handuknya dan bertanya-tanya apa benar tadi itu Cheng Hao? Nggak! Nggak mungkin! Ia menggeleng dan buru-buru menyadarkan diri.

Ponselnya bunyi. Dari Xu Miao yang minta teh susunya. Xioaxiao bingung mesti jawab apa.

Akhirnya Xu Miao bersedia memaafkan Xioaxiao dan memintanya untuk berdiri di bawah jendela Cheng Hao dua jam lagi. Xiaoxioa terdiam dan nggak bisa nolak.


Hari sudah malam. Xiaoxiao berjalan mengendap-endap. Dia bersembunyi dibalik sebuah pot besar lalu menyiapkan kameranya, mengarahkannya tepat ke jendela Cheng Hao, siap memotret.


Seseorang mengetuk pintu kamar Cheng Hao. Cheng Hao membukakan. Yang datang adalah Xu Miao. Ia mengaku nggak bisa memahami perasaan di naskah. Apa Cheng Hao bisa membantunya?

Cheng Gao menyuruh Xu Miao untuk menanyakannya pada sutradara. Ia lalu menutup pintu tapi Xu Miao malah menahan pintu dengan kakinya.

Xu Miao mengeluh kalo kakinya sakit. Ia bahkan mengangkat roknya dan memamerkan kulitnya yang putih dan lembut. Ia mengingatkan kalo memar akan bertahan lama.

Cheng Hao mau mengatakan sesuatu. Tiba-tiba Xu Miao main masuk aja dan menutup pintu. Ia bertanya apa Cheng Hao punya obat? Dengan dinginnya Cheng Hao bilang nggak punya lalu berbalik.

Xu Miao meminta agar Cheng Hao jangan sok keren. Xu Miao berjalan menuju balkon. Cheng Hao memanggilnya. Xu Miao memberitahu kalo sepertinya pakaiannya jatuh di balkonnya Cheng hao. Ia berniat melihatnya.


Xu Miao buru-buru jalan ke jendela dan melihat ke luar. Ia membuang naskahnya lalu memeluk Cheng Hao. Mengeluh kalo kakinya sakit.

Di luar Xiaoxiao bukannya memotret malah ngedumel. Dia nggak rela Xu Miao menyentuh Cheng Hao.

Cheng Hao bertanya apa Xu Miao sudah menemukan pakaiannya? Xu Miao mengatakan kalo sepertinya pakaiannya jatuh di tempat lain.


Cheng Hao sadar kalo Xu Miao cuman mencari alasan. Ia melepaskan pelukannya laku membalik tubuh Xu Miao dan mendorongnya ke jendela.

Xu Miao mengeluhkan apa yang Cheng Hao lakukan padanya. Ia kesakitan. Cheng Hao berbisik menanyakan apa yang Xu Miao inginkan?

Ia tahu kalo Xu Miao ingin diberitakan kalo aktris itu masuk tanpa izin ke kamar sebuah aktor dan terperangkap dalam peran. Cheng Hao merasa kalo itu sangat memalukan.

Xu Miao marah. Cheng Hao melepaskannya. Xu Miao berbalik lalu pergi. Tanpa ia sadari ia nggak menutup pintu dengan benar.


Cheng Hao melihat ke luar. Xiaoxiao panik dan bersembunyi. Cheng Hao menutup tirainya setelah memastikan nggak ada siapa-siapa di luar.

Xiaoxiao merasa bersalah karena sudah menjebak Cheng Hao hanya demi uang. Ia memasukkan kameranya ke salam tas dan berniat untuk pergi.

Tiba-tiba ia melihat seorang pria mencurigakan memegang kamera seperti dirinya. Ternyata dia bukan satu-satunya yang ingin mendapatkan berita. Kalo orang tadi mengambik foto maka semuanya akan mengerikan. Xiaoxiao panik karena menurutnya Cheng Hao dalam bahaya. Ia pun segera pergi dari sana.


Xiaoxiao memakai masker dan topi lalu masuk ke kamar Cheng Hao. Ia membawa kopernya masuk dan mengaku sebagai layanan kamar. Cheng Hao bertanya Xiaoxiao siapa?

Xiaoxioa menanyakan apa Cheng Hao perlu laundry? Cheng Hao memperhatikan penampilan Xiaoxiao dan bilang enggak.

Xiaoxioa melanjutkan kalo para pelanggan mengeluhkan tikus yang memanjat pipa. Ia perlu mengeceknya.

Xiaoxiao mau melangkah ke arah jendela tapi Cheng Hao memintanya berhenti. Xiaoxiao pura-pura melihat tikus lalu berlari ke jendela. Cheng Hao ternyata takut tikus. Ia bersembunyi di balik pintu.

Ia membuka koper Xiaoxiao dan menemukan kamera disana. Cheng Hao menduga kalo Xiaoxiao adalah wartawan.


Xiaoxiao mencari wartawan yang ia lihat tadi dibawah. Cheng Hao berdiri di belakangnya dan memangginya, membuat Xiaoxiao kaget.

Xiaoxiao langsung berbalik dan menatap Cheng Hao. Cheng Hao mendekat. Ia membuka masker dan topi Xiaoxiao.

Xiaoxiao memutar tubuhnya takut ketahuan. Cheng Hao mendekat dan membuatnya makin takut. Xiaoxiao lalu bersembunyi di balik tirai.

Cheng Hao mengulurkan tangannya agar Xiaoxiao nggak sembunyi lagi. Ia membuka tirai itu dan menatap Xioaxiao.


Xiaoxiao merasa nggak nyaman dan berniat melarikan diri. Cheng Hao tahu-tahu menarik bajunya sehingga Xiaoxiao nggak bisa kemana-mana. Ia meminta agar Cheng hao melepaskannya.

Cheng Hao malah menarik Xiaoxioa. Xiaoxiao panik dan mendorong Cheng Hao. Cheng Hao nggak sengaja menginjak kaki Xiaoxioa sehingga Xiaoxiao nggak bisa pergi. Mereka berdua jatuh dengan posisi Cheng Hao menimpa Xiaoxiao.

Duh, adegan terakhirnya sukses bikin aku mesam mesem mulu, ih. 😄😄😄
Jadi malu sendiri, ih.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment

Halo Cingu

Selamat menunaikan puasa Ramadan bagi yang menjalankan. Semoga ibadah kita di terima.

Salam
Pink Yellow
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate