Sunday, March 31, 2019

Published March 31, 2019 by with 0 comment

Sinopsis The Night of the Comet episode 3 part 1


Semua gambar dan konten bersumber dari Mango TV

Cheng Hao nggak sengaja menginjak kaki Xiaoxia dan membuat mereka jatuh bersama dengan posisi Cheng Hao di atas tubuh Xiaoxiao.

Wajah mereka sangat dekat satu sama lain. Cheng Hao ingat kalo Xiaoxiao adalah penggemar yang mengikutinya waktu itu.

Tiba-tiba Cheng Hao merasakan seperti terkena sengatan listrik. Ia buru-buru bangkit.

Xiaoxioa juga bangkit dan memberitahu kali dia cuman mau memotret tirai. Barusan dia lihat ada paparazi di luar.


Cheng Hao nggak peduli, apa Xiaoxiao adalah penggemarnya, reporter atau hanya fangirl. Dia minta Xiaoxiao untuk memberikan kartu datanya padanya.

Xiaoxiao nggak punya pilihan lain. Ia mengambil kameranya dan memberikan memorinya pada Cheng Hao.

Cheng Hao menerimanya lalu menyuruh Xiaoxiao untuk pergi. Xiaoxioa berbalik dan mau pergi tapi Cheng Hao mekanggilnya lagi.

Ia menyuruh Xiaoxiao untuk membawa barang-barang yang tadi ia bawa. Xiaoxiao menurut. Ia pergi sambil melambaikan tangan pada Cheng Hao.

Di luar Xiaoxiao mengatur nafasnya sambil mengingat kejadian tadi. Kacau banget, deh. G*la! Ia lalu menyalahkan Lu Hongjian. Kalo nggak gara-gara Lu Hongjian, dia pasti nggak akan melibatkan diri dengan Cheng Hao.


Cheng Hao mengobati tangannya yang terluka saat jatuh bersama Xiaoxiao tadi. Tong nggak ngerti kenapa Cheng Hao sampai begitu ceroboh.

Cheng Hao nggak mau membahasnya. Ia menanyakan tentang pria yang ia cari. Apa Tong mendapatkannya?

Tong mengambil ponselnya dan menunjukkannya ke Cheng Hao. Ia memberitahu kalo pria yang Cheng Hao cari sekarang ada di bar.

Cheng Hao mengambil ponsel Tong dan melihat foto-foto yang dimaksud. Tong menanyakan apa tangan Cheng Hao masih sakit?

Ia menasehati kalo Cheng Hao harus hati-hati. Walaupun itu hanya terkilir, lebih baik Cheng Hao nggak berkeliaran. Cheng Hao mengiyakan. Ia lalu menyuruh Tong kembali.



Cheng Hao ke bar dengan memakai masker agar nggak dikenali orang. Dari jauh ia memperhatikan Lu Hongjian yang sedang bersama wanita. Lu Hongjian menggenggam tangan sang wanita.

Cheng Hao mengangkat tangannya dan teringat kejadian saat di kamar mandi. Saat pertama kali ia bertatap muka secara langsung dengan Lu Hongjian. Saat itu mereka melakukan gerakan yang sama.

Lu Hongjian mengangkat tangannya dan menyentuh wajah wanitanya. Cheng Hao mengangkat tangannya dan anehnya Lu Hongjian juga mengikuti gerakannya.

Cheng Hao menghempaskan tangannya dan Lu Hongjian juga mengikutinya dan malah menampar wajah wanitanya.

Wanita itu marah dan meninggalkan Lu Hongjian. Lu Hongjian sendiri heran dengan apa yang dilakukan tangannya yang seolah nggak bisa ia kontrol. Ia lalu bangkit dan mengejar wanitanya.


Cheng Hao mendatangi gelas Lu Hongjian. Ia mengambil plastik dan menempelkannya di permukaan gelas untuk mendapatkan sidik jari Lu Hongjian.



Lu Hongjian keluar dan nggak menemukan wanitanya. Yang ada malah Xiaoxiao yang menunggunya dengan marah.

Xiaoxioa meminta Lu Hongjian untuk mengembalikan kartu kreditnya dan mengembalikan uangnya.

Lu Hongjian mengaku nggak punya uang. Ia sudah menggunakan semua uangnya untuk membayar uang sekolah.

Cheng Hao keluar dan nggak sengaja melihat Lu Hongjian bersama dengan Xiaoxioa. Ia lalu memutuskan untuk sembunyi dan mengamati mereka.

Lu Hongjian memberitahu kalo ia masuk tadi dibawa sama wanitanya. Dan ia benar-benar nggak punya uang. Xiaoxiao makin kesal.dengar Lu Honhjian menipu para gadis.

Lu Hongjian mengeluh sendiri dan meratapi betapa sialnya hidupnya. Ia terpikir untuk mengganti namanya. Ia ingin mengalahkan Cheng Hao.

Ia ingin melakukan operasi plastik dan meminta uang dari Xiaoxiao untuk biayanya. Xiaoxioa nggak mau.


Cheng Hao membandingkan sidik jari Lu Hongjian dengan miliknya. Sama. Kalo Lu Hongjian adalah dirinya di masa lalu berarti kedatangannya telah mengacaukan hidup Lu Hongjian.

Ia bertanya-tanya apakah ia bisa kembali kalo bisa mengembalikan semuanya? Atai seenggalnya ia bisa mengobati rasa sakitnya.


Cheng Hao kembali melakukan syuting bersama Xu Miao dan sedang mendengarkan pengarahan.

Xu Miao memarahi Xioaxioa karema nggak mendapatkan apapun semalam. Xiaoxiao beralasan kalo itu karena Xu Miao nggak lama disana.

Xu Miao beralasan kalo momennya terlalu singkat dan mereka nggak punya sentuhan.

Xu Miao menghukum Xiaoxiao dengan menjadilan asistennya selama syuting ini. Ia menyuruh Xiaoxiao untuk memotret setiap apa yang ia lakukan bersama Cheng Hao.

Xiaoxiao mau membantah tapi nggak keburu karena Xu Miao dipanggil sama sutradara.


Xu Miao memberikan kacamatanya pada Xiaoxiao lalu menghampiri Cheng Hao. Syuting dimulai.

Xiaoxiao mengangkat ponselnya dan memotret Xu Mioa yang berjalan bersama Cheng Hao. Xu Miao yang kegenitan malah gelayutan di lengan Cheng Hao.

Sutradara memotong dan memarahi Xu Miao karena nggak sesuai naskah. Zodiaknya Xu Miao itu ular apa cacing? Yang mereka butuhkan adalah perasaan yang natural. Apa Xu Miao bisa melakukannya? Ngapain Xu Miao bersandar ke Cheng Hao segala?


Syuting akan kembali dilanjutkan. Tong menghampiri Cheng Hao dan memberinya minum. Xiaoxiao juga menghampiri Xu Miao dan memberinya tissue. Xu Miao kembali genit dan mengeluh kehausan.

Cheng Hao menyodorkan minumnya. Bukan untuk Xu Miao tapi untuk Xiaoxiao. Lah??? Kirain. Xu Mioa memuji betapa baiknya Cheng Hao ke asistennya.

Sutradara memberitahu kalo syuting akan dilanjutkan. Tong dan Xiaoxiao pun pergi. Keduanya berjalan. Xu Miao kembali melakukan hal tadi. Kali ini ia bahkan menyandarkan kepalanya di pundak Cheng Hao.

Jelas sutradara kembali marah dan memotong. Dia nggak ngerti dengan cara kerja Xu Miao dan akhirnya membubarkan syuting.


Xu Mioa berjalan di samping Cheng Hao. Xiaoxiao masih memotret mereka. Xu Miao mengeluh kalo udaranya cukup berangin. Ia pura-pura jatuh. Maksudnya sih biar ditangkap sama Cheng Hao, tapi Cheng Hao-nya malah nggak peduli gitu, dan tetap berjalan.

Akhirnya Xu Miao jatuh di belakang Cheng Hao. Xiaoxiao menolongnya dan bertanya apa dia nggak papa? Xu Miao nggak mau ditolong dan bangun sendiri. Dia merasa kesal lalu mendorong Xiaoxiao.


Cheng Hao yang posisinya tepat di depan Xiaoxiao sigap menangkapnya. Hahaha...adegan klasik di drama. Mereka saling tatap tanpa kata. Xu Miao makin kesal ke Xiaoxiao.

Tong menghampirinya dan berniat membantunya memilih pakaian. Xu Miao nggak bilang apa-apa dan pergi begitu saja. Tong tersenyum pada Cheng Hao lalu ikut pergi.




Cheng Hao menanyakan apa Xu Miao selalu menempatkan Xiaoxiao dalam masalah? Xiaoxiao menyangkalnya. Tiba-tiba Cheng Hao minta nomor telponnya Xiaoxiao.

Xiaoxiao nggak punya pilihan selain memberikan ponselnya. Dia tahu kalo nggak ads gunanya gimanapun dia menjelaskannya. Tapi dia punya alasan. Dia jabji nggak akan menulis berita apapun yang merugikan Cheng Hao.

Cheng Hao menunjukkan nomornya yang sudah ia masukkan ke ponsel Xiaoxiao dan memintanya untuk menghubunginya kaki Xu Miao membuat Xiaoxiao merasa malu lagi. Xiaoxiao seneng banget sampai nggak bisa berkata-kata.


Cheng Hao melihat-lihat foto-fotonya di galeri dan mengganti foto profilnya. Ling tiba-tiba nelpon dan memberitahu kalo dia harus ke ke luar kota karena ada perjalanan bisnis. Ia menanyakan kabar Cheng Hao dan menasehati agar Cheng Hao menjadi lebih kooperatif.

Cheng Hao mengingatkan kalo dia sudah bilang berkali-kali. Tokenisme kayak gini sangat membosankan.



Lu Hongjian sedang ada di kafe dan menggoda beberapa wanita yang lewat. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Ada pesan masuk dari seorang wanita yang mengajaknya berkencan.

Lu Hongjian langsung setuju. Tanpa ia sadari kalo orang yang mengajaknya kencan adalah Cheng Hao.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Nasi sudah jadi bubur

Bumbuin aja sekalian

Luv you ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

My Followers

Total Pageviews