Sunday, March 31, 2019

Published March 31, 2019 by with 0 comment

Sinopsis The Night of the Comet episode 4 part 1


Semua gambar dan konten bersumber dari Mango TV

Lu Hongjian bersiap-siap mau menyapa penggemarnya Cheng Hao yang menunggunya di bandara. Tapi ternyata nggak ada siapapun disana.

Lu Hongjian nggak habis pikir kenapa nggak ada penggenar yang menunggunya? Padahal dia sudah menghabiskan 3 jam untuk dandan.

Tong malas mendengarnya. Ia berjalan meninggalkan Lu Hongjian. Lu Hongjian mengejarnya dan bertanya apa Cheng Hao nggak sepopuler itu sampai nggak ada satupun penggemar yang datang?




Xiaoxiao yang sedang menelpon Tiantian nggak sengaja melihat Cheng Hao. Dia memberitahu Tiantian kalo dia melihat Lu Hongjian dan segera menutup telponnya.

Mendadak Cheng Hao merasakan sakit di dadanya. Karena nggak tertahankan ia pun pingsan. Di saat yang sama Tiantian juga mau menyerang Cheng Hao. Lah, belum juga dipukul sudah pingsan duluan??

Tiantian mendekat dan membuka masker Cheng Hao. Ia terkejut karena Lu Hongjian sangat mirip dengan Cheng Hao. Ia mengambil ponselnya dan melapor ke Xiaoxiao kalo dia menemukan Lu Hongjian dan akan membawanya ke rumah.



Sementara itu Lu Hongjian dan Tong sudah sampai di mobil. Lu Hongjian mengeluh karena mereka memarkir mobil terlalu jauh.

Manajer Cheng Hao menawari Lu Hongjian untuk minum b*r karena ia baru turun dari pesawat. Lu Hongjian menerimanya dengan senang hati tapi ngfak jadi gara-gara di ehmin sama Tong.

Lu Hongjian mengembalikan b*r itu dan beralasan kalo alkohol nggak baik untuk kesehatan. Manajer lalu menunjukkan makanan yang diberikan oleh para penggemar. Apa Lu Hongjian ingin makan sesuatu?

Lu Hongjian senang banget dan mengambil sesuatu. Lagi-lagi Tong menyela. Sudah jam 6 lewat. Cheng Hao akan bertambah berat badan kalo dia makan. Kecuali kalo dia mau mengambil foto dan mempostingngnya di Weibo untuk berterima kasih pada penggemar atas cinta mereka.

Lu Hongjian memakannya sekalian sama bungkusnya. Manajer menyuruh Lu Hongjian untuk tersenyum lalu memotretnya lalu mempostingnya di Weibo.

Lu Hongjian lalu bertanya pada Tong apa ia perlu ketemu dengan direktur atau ketemuan sama teman karena baru kembali?

Manajer menatap Lu Hongjian dengan tatapan curiga. Ia merasa kalo Cheng Hao beda dari yang biasanya. Masalahnya Cheng Hao kan biasanya nggak suka keluar untuk bersosialisasi??? Bagi Cheng Hao sangat mustahil untuk berkpul dengan teman. Kenapa sekarang mendadak jadi suka?

Lu Hongjian menjelaskan kalo maksudnya adalah agar mereka menolak kalo ia mendapat undangan ke pesta seperti itu. Manajer mengiyakan.


Tong memanggil Cheng Hao dan memberinya naskah yang diterima sebelumnya. Ia meminta Lu Hongjian untuk melihatnya. Dan semua informasi yang berhubungan dengan drama itu dikumpulkan seperti yang Cgeng Hao minta.

Lu Hongjian malas dan menguap. Mendadak ngantuk. Tong melanjutkan kalo ada wawancara juga dan Cheng Hao harus belajar tentang proses beberapa acara komersial. Naskah reality Show dan informasi beberapa merek ... .

Lu hongjian makin malas. Dia menguap makin lebar dan meminta Tong untuk membiarkan saja semua itu.

Manajer Cheng Hao mengambil makanan dari penggemar Cheng Hao dan mau memakannya. Lu Hongjian melihatnya. Katanya sayang kalo nggak dimakan.


Cheng Hao sadar. Tangannya diikat oleh Tiantian. Tiantian memintanya untuk.mengakui kejahatannya. Cheng Hao yang nggak ngerti apa-apa bertanya Tiantian siapa?

Tiantian mendekat. Menurutnya Lu Hongjian lebih mirip Cheng Hao saat ia marah. Cheng Hao mengamati Tiantian dan ingat kalo Tiantian adalah penggemar yang ia temui saat dibandara. Ia menanyakan apa yang Tiantian inginkan?

Tiantian marah karena Cheng Hao masih nanya. Dia sudah menipunya dengan wajah idolanya dan berhutang uang banyak. Cheng Hao makin nggak ngerti. Apa, sih maksudnya?

Tiantian melanjutkan kalo dia sudah melihat Cheng Hao secara langsung dan menurutnya barang palsu nggak bisa menipu mata tajamnya. Ia mengancam kalo Cheng Hao nggak mau bayar maka ia akan.. .

Tiantian mengambil raket nyamuk dan menunjukkannya ke depan wajah Cheng Hao. Ia mengambil sehelai rambut Cheng Hao dan meletakkannya di atas raket itu.



Xiaoxioa pulang dan menyalakan lampu. Ia menyapa Tiantian dan protes karena tadi Tiantian meninggalkannya. Tiantian menunjukkan Cheng Hao ke Xiaoxioa dam memintanya untuk menyelamatkan Cheng Hao yang ia anggap sebagai Lu Hongjian kalo memang Xiaoxiao merasa kasihan.

Xiaoxiao memperhatikan Cheng Hao dengan seksama. Tiantian menghampiri Cheng Hao dan menarik pakaiannya. Cheng Hao sendiri hanya bisa menatap Tiantian dengan tatapan tajam karena kedua tangannya terikat.


Xiaoxiao yang merasa kalo Tiantian salah orang buru-buru menariknya menjauh. Ia menanyakan kalo Lu Hongjian memohon dengan lucu bukan? Tiantian sesumbar kalo Lu Hongjian nggak akan berani padanya.

Xiaoxioa bertanya lagi apa Lu Hongjian nggak menyanjungnya tadi? Tiantian memberitahu kalo ia nggak memberi Lu Hongjian kesdmpatan untuk memuji kecantikannya.


Cheng Hao menatap Xioaxioa dan membuat Xiaoxiao hampir pingsan. Xiaoxiao menyadari kalo dia adalah Cheng Hao yang sebenarnya.

Cheng Hao berlutut di hadapan Xioaxioa dan mengakui kesalahannya karena telah berhutang padanya. Ia berjanji akan mengembalikan uang Xiaoxiao.

Xiaoxioa ketakutan dan nggak bisa bilang apa-apa. Ia ikut berlutut dan menghadap Cheng Hao. Cheng Hao melanjutkan kalo dia br*ngsek!  Dia meminta maaf dan janji akan memperbaiki kesalahannya.

Tiantian merasa kesal dengan tingkah Cheng Hao. Ia kembali menarik jaket Cheng Hao dan memintanya untuk berhenti bicara sopan karena dia sama sekali nggak percaya.


Xiaoxiao panik dan mencoba melepaskan tangan Tiantian dari pakaian Cheng Hao. Ia meminta Tiantian untuk tenang. Lu Hongjian nggak akan bisa mentransfer uang padanya karena tangannya diikat.

Xiaoxiao mendorong Tiantian dan melepaskan ikatan Cheng Hao. Cheng Hao meminta Xiaoxiao agar nggak menyalahkan Tiantian. Ia benar-benar minta maaf. Xiaoxiao agak kesulitan melepas ikatan Cheng Hao dan asal menariknya.

Cheng Hao kesakitan tapi ikatannya berhasil terbuka. Xiaoxiao bertanya apa Cheng Hao baik-baik saja? Tiantian menegur Xioaxiao yang begitu rendah. Sebagai penggemar,... .


Cheng Hao melepas maskernya dan menatap Tiantian tajam. Tiantian takut dan mundur perlahan-lahan sambil melanjutkan kalimatnya. Sebagai penggemar dimana harga diri Xiaoxiao? Ia terduduk di sofa lalu mengangkat kedua tangannya dan meminta uang.

Cheng Hao berbalik dan meminta Xiaoxiao untuk ikut dengannya. Ia membawa Xiaoxiao ke kamar mandi dan menatapnya kesal.


Xiaoxiao langsung minta maaf. Ia memberitahu kalo Tiantian belum pernah ketemu dengan temannya yang mirip Cheng Hao. Xiaoxiao sendiri nggak tahu gimana caranya Tiantian mendapatkan Cheng Hao tapi ... . Xiaoxiao memohon maaf dan mengakui kalo dia bersalah.

Cheng Hao tiba-tiba tersenyum. Ia mengaku nggak menyalahkan Tiantian ataupun Xiaoxiao. Xiaoxiao senang mendengarnya. Cheng Hao melanjutkan kalo dia ingat Xiaoxiao selalu gagal menepati janjinya. Xiaoxiao kembali meminta maaf. Dia nggak tahu kalo akan jadi kacau gini.

Cheng Hao memberikan satu kesempatan lagi pada Xiaoxiao. Ia ingin agar Xiaoxiao nggak mengatakan identitasnya pada siapapun. Xiaoxiao mengangguk. Dia janji. Cheng Hao lalu menyuruh Xiaoxiao untuk keluar dan menyuruh Tiantian untuk pergi.


Di luar Tiantian benar-benar mengira kalo yang tadi adalah Lu Hongjian. Dia kesal pada Xiaoxiao yang kelewat baik jadi orang. Ia yakin kalo Xiaoxiao nggak akan bisa mengatasinya. Ia lalu mengambil ponselnya dan meminta temannya untuk datang dan memberitahu kalo Lu Hongjian sekarang ada di daerah Zhenye. Ia meminta mereka untuk cepat datang.


Xiaoxiao kembali dari kamar mandi dan memberitahu Tiantian kalo Lu Hongjian telah mengembalikan uangnya. Tiantian nggak percaya dan minta ditunjukkan bukti transferannya.

Xiaoxiao mengingatkan kalo tranfer uang nggak secepat itu. Ia meyakinkam kalo suanya telah berjalan dengan baik. Ia lalu menyuruh Tiantian untuk pulang.

Tiantian nggak mau. Xiaoxiao nggak hilang akal. Ia mengingatkan tentang tugas yang harusnya Tiantian lakukan. Dia belum mengurus foto-foto Cheng Hao dari bandara padahal semua orang menunggu fotonya. Ia menyuruh Tiantian untuk segera pergi.

Tiantian masih nggak mau. Ia memanggil Lu Hongjian dan meyakinkan kalo dia nggak akan membiarkannya untuk menggertak Xiaoxiao lagi. Xiaoxiao hanya bisa menghela nafas sambil tepok jidad.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Nasi sudah jadi bubur

Bumbuin aja sekalian

Luv you ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

My Followers

Total Pageviews