Saturday, March 30, 2019

Published March 30, 2019 by with 0 comment

Time Teaches Me to Love episode 3 part 1



Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Dia ingin mengubah kontrak 100 hari jadi waktu yang nggak terbatas

Lian Sen menegur Lin Lu yang nggak memakai sepatunya. Lin Lu buru-buru nemakai sepatunya tapi malah membuatnya terjatuh dan menimpa Lian Sen. Dan lagi-lagi ada yang diam-diam memotret mereka. Beberapa detik kemudian Lian Sen mendorong Lin Lu lalu pergi.


Fang Qi sedang minum teh bersama Zichen. Fang Qi mengaku nggak ngerti kenapa Lian Sen nggak memilihnya malah memilih Lin Lu sebagai perwakilan. Zichen menenangkan kalo Fang Qi nggak akan kehilangan apa-apa. Selain itu ia adalah calon istrinya Lian Sen dan bukannya Lin Lu. Menurutnya Cinderella itu nggak ada artinya. Mereka hanya memiliki sedikit kedekatan. Nggak lebih.

Fang Qi menyimpulkan kalo Lian Sen milih Lin Lu semata-mata karena produknya dan bukan karena Lian Sen membencinya? Zichen mengangguk membenarkan. Fang Qi mencoba untuk nggak memikirkannya lagi. Toh mereka berdua akan segera menikah.


Lian Sen sedang bekerja di kantornya dan tiba-tiba ditelpon oleh ayahnya. Ayah nggak nyangka kalo solusi yang Lian Sen bicarakan tempo hari adalah itu. Menggunakan wanita itu untuk kepentingan perusahaan. Lian Sen cuman senyum. Ia meyakinkan kalo hasilnya nggak akan mengecewakan para dewan. Ayah menyinggung tentang pertunangan Lian Sen dengan Fang Qi yang harus segera dilakasanakan. Ia mengingatkan kalo dia adalah ayah Lian Sen. Ada beberapa hal yang masih bisa ia lakukan.

Lian sen makin malas dan menutup tabletnya. Ia kembali pada laptopnya dan melihat berita tentang dirinya dan Fang Qi. Lian Sen tampak sangat marah.


Lin Lu sedang di kamarnya dan membaca sebuah buku tentang apa saja yang harus ia lakukan saat menjadi juru bicara. Tiba-tiba pihak rumah sakit menelpon dan mengabarkan kalo Lin Cheng sudah mendapatkan donor ginjal. Pihak keluarga diminta untuk melunasi biaya operasi 24 jam sebelum operasi dilakukan. Lin Lu mengiyakan. Nggak masalah. Pihak rumah sakit meminta Lin Lu untuk mengirim uang sebesar 500.000 yuan.

Lin Lu mengiyakan. Hari Senin nanti akan dia kirim 500.000 yuan. ??? Lah, habis itu ia malah jadi lemas. 500.000 yuan??


Lin Lu mendapat bantuan uang dari Jing Jing sebesar 300 yuan dan dari Liang 19 yuan. Ditambah uangnya sendiri 100.000 yuan, masih kurang 278.000 yuan. Jing Jing nengatakan kalo ia akan segera bermain film dan berencana meminta honor di awal. Lin Lu merasa kalo itu nggak akan keburu karena operasi harus segera dilakukan 24 jam setelah mendapatkan ginjal. Dan sebelum senin ia harus sudsh mendapatkan 500.000 yuan.

Liang menenangkan kalo Lin Lu pasti akan mendapatkan solusinya. Biar gimanapun itu berita baik. Lin Cheng sendiri sudah menunggu lama untuk mendapatkan ginjal yang cocok. Lin Lu tersenyum dan kembali mendapatkan semangatnya. Ia nggak boleh terus ngeluh dan akan mencari pinjaman uang besok.


Hari sudah malam tapi Lian Sen masih sibuk kerja. Maggie menghampirinya dan memberikan laporan dari departemen pemasaran. Lian Sen mengambilnya dan membacanya. Maggie memberitahu kalo sejak berita tentang Lian Sen mencuat, penggemar Weibo meningkat lebih dari 2 juta. 70% mendukung Lian Sen dan Lin Lu dan penasaran dengan hubungan mereka.

Usia penggemar Weibo berkisar antara 16 sampai 25 adalah target pelanggan Cinderella. Departemen pemasaran ingin memanfaatkan rumor itu untuk meningkatkan penjualan. Sayangnya Lian Sen akan bertunangan dengan Fang Qi jadi proyek itu kemungkinan akan dibatalkan. Maggie lalu pergi. Lian Sen tampak memikirkan sesuatu.


Lin Lu bekerja paruh waktu sebagai pengantar makanan. Sayangnya liftnya rusak saat ia sedang mengantar makanan. Dan orang yang memesan makanan ada di lantai 13. Lin Lu nggak patah semangat. Ia pun naik tangga sampai ke lantai 13.

Lin Lu juga bekerja mencuci mobil. Payahnya saat sudah mendapatkan pelanggan tiba-tiba ada petugas kamtib yang datang. Lin Lu buru-buru mengambil embernya dan melarikan diri.


Lin Lu bekerja mencuci piring di restoran dan juga menjadi babi membagikan brosur. Tapi uangnya masih jauh dari 500.000 yuan. Ia lalu menelpon bibinya untuk meminjam uang tapi nggak dikasih. Lin Lu nggak patah semangat. Ia  menelpon temannya yang lain untuk meminjam uang.


Lian Sen melihat-lihat rumah bersama Zichen. Zichen nggak ngerti kenapa Lian Sen tiba-tiba ingin pindah rumah. Ia menduga kalo dia ditendang oleh ayahnya. Lan Sen hanya bilang kalo nggak ada apa-apa. Zichen seolah nggak percaya. Ia memberitahu kalo rumah itu awalnya akan didekorasi tapi belum jadi. Ia bertanya lagi apa Lian Sen akan pindah sekarang?

Lian Sen nggak menjawab dan kembali berjalan melihat-lihat. Zichen mengira kalo Lian sen nggak suka dengan rumah itu. Ia mengingatkan kalo tinggal di apartemen lebih baik. Ia akan datang membawakan sayap ayam saat malam hari dan akan memberinya pengalaman yang menyenangkan. Lian Sen tiba-tiba melirik Zichen sedikit dan mengaku merasa hampa.

Lian Sen duduk dan Zichen mengikuti. Zichen mengingatkan kalo setiap orang punya kebaikan sendiri-sendiri. Ia punya sesuatu yang ingin ia tanyakan. Lian Sen mulai malas. Ia menyuruh Zichen untuk bertanya kalo memang ada yang ingin ia tanyakan. Zhichen bertanya apa Lian sen punya perasaan padanya? (Lah?)

Lian Sen menjawab nggak ada. Zichen bertanya lagi kalo Lian Sen akan tunangan dengan Fang Qi? Lian Sen menenangkan. Ia memberitahu kalo sikapnya ke Fang Qi nggak akan pernah berubah. Zichen mengingatkan kalo seluruh dunia sudah tahu kalo mereka akan tunangan dan itu bukan sesuatu yang bisa ia putuskan sendiri. Lian juga tahu kan gimana sifatnya Fang Qi? Zichen mendesak Lian Sen untuk mengatakan yang sebenarnya meski nggak mau mengakuinya. Ia merasa kalo mereka benar-benar cocok. Ia bahkan nggak bisa menemukan satu kelemahanpun untuk memisahkan mereka.

Lian Sen menatap Zichen dan bilang kamu. Zichen jadi ngeri dengarnya. Kan tadi Lian Sen bilang nggak menyukainya? Lian Sen mengambil kunci mobilnya dari tangan Zichen lalu pergi. Zichen sendiri bingung. Apa yang Lian Sen lihat darinya. Hi... .


Lin Lu datang ke club malam dan melamar sebagai pelayan karena di luar ia melihat papan iklan. Pria yang Lin Lu tanyai membenarkan. Disana Lin Lu bisa mendapat uang dengan cepat dan mudah. Lin Lu memberitahu kalo sore tadi dia menelpon dan manajer disana bilang kalo dia bisa langsung datang.

Pria itu memberitahu kalo dialah manajer itu. Ia melihat penampilan Lin Lu yang nggak sama dengan yang ada dibayangannya saat telponan. Tapi...nggak masalah. Lin Lu melihat orang-orang disana tinggi-tinggi. Selain itu apa nggak ada masalah? Manaher malah tersinggung dengan ucapan Lin Lu. Ia memberitahu kalo perusahaan hiburannta legal. Pelayan yang direkrut dan wanita yang menjual anggur bukanlah wanita sembarangan. Ia memberitahu kalo Lin Lu akan medapat 100 yuan untuk sebotol anggur. Kalo Lin Lu bisa menjual 10 botol maka ia akan mendapat 1000 yuan. Lin Lu setuju. Manajer memintanya untuk ganti baju.


Lin Lu sudah mengganti baju tapi ia merasa nggak nyaman karena pakaiannya terlalu terbuka. Manajer menghampirinya dan menyuruhnya untuk segera menjual anggur ke sebuah ruangan pribadi. Lin Lu mengambil nampan yang berisi dua botol alkohol dan pergi ke ruangan pribadi. Tanpa Lin Lu sadari ada sebuah kamera yang kembali memotretnya.

Lin Lu masuk ke sebuah ruangan dan menawarkan alkohol ke para bos yang sedang bersama para wanita penghibur. Dan orang yang mengambil gambar Lin Lu diam-diam kembali beraksi. Para pria itu menarik Lin Lu dan memintanya untuk minum juga. Lin Lu menolak mereka dengan sopan tapi mereka tetap memaksa.


Paginya muncul berita baru lagi kalo mantan pacar Presdir Huanzhen pergi bersenang-senang di klub malam setelah pengumuman pertunangan antara Presdir Huanzhen dengan Fang Qi. Berita itu membuat Lian Sen geram. Maggie memberitahu kalo saat ini Lin Lu jadi pencarian nomor satu di internet. Maggie mengingatkan kalo sebelumnya dia sudah melakukan apa yang Lian Sen sarankan untuk menghubungi media terkait tapi pencarian berita Lin Lu masih tinggi. Lian Sen menyuruh Maggie untuk mencari Lin Lu. Maggie mengiyakan lalu pergi.


Lian Sen meletakkan tabletnya. Ia lalu mengambil ponselnya. Ayah menelpon dan memarahinya. Ayah menyuruh Lian Sen untuk mengusir Lin Lu dari perusahaan atau ayah sendiri yang akan melakukannya. Ayah nggak bilang apa-apa lagi dan langsung membanting ponselnya. Lian Sen juga jadi tambah marah pada Lin Lu. Ia salah karena selama ini sudah menyepelekan Lin Lu. B*doh.


Jing Jing keluar dari kamarnya dan mengambil minuman di kulkas. Ia nggak sengaja mendengar Liang menelpon membelakanginya dan ngomongin tentang menjual rumah. Setelah Liang selesai menelpon Jing Jing pura-pura menyinggung kalo Liang hari ini libur, kenapa bangun pagi? Bukannya menjawab, Liang malah menanyakan Lin Lu. Jing Jing memberitahu kalo Lin Lu masih tidur karena jam 4 pagi baru pulang. Ia memberitahu kalo beritanya benar-benar kacau.

Liang menenangkan kalo semua itu hanya rumor. Ia mau keluar bentar dan berpesan agar Jing Jing memberitahu Lin Lu kalo bangun nanti kalo dia nggak perlu mengkhawatirkan masalah uang karena ia sudah menemukan jalan keluarnya. Jing Jing mengiyakan dan Liang pun pergi.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate