Tuesday, April 23, 2019

Published April 23, 2019 by with 0 comment

Sinopsis YOUniverse part 4


Semua gambar dan konten bersumber dari GMM One/ Line TV

THEORY #4

Knight berjalan diantara keramaian. Ia lalu bernarasi.

Knight: Seseorang di umpanku membagikan postingannya tentang 21 mitos hari Maxwell Maltz's. Ketika seseorang melakukan sebudh tugas dalam 21 hari berturut-turut sampai jadi kebiasaan, ... . Gimana kalo aku nenggunakan mitos itu cinta? Kami sudah bicara tiap hari sampai 21 hari. Gimana kalo aku menghikang di hari ke 22? Akankah dia mengatakan sesuatu padaku?

HARI KE 22

Knight mendapat pesan dari Sun yang menanyakan keberadaannya. Knight senang mendapatkan pesan itu sampai nggak bisa berhenti buat senyum.


Earth nggak tenang nungguin Nik. Mereka janjian ketemuan di akuarium. Nik tahu-tahu muncul dan menepuk lehernya.

Earth kesakitan dan terus memegangi lehernya. Ia menyapa Nik. Nik menelponnya pagi-pagi banget. Apa dia ingin jadi pelanggan pertama apa gimana?

Nik melihat sekitar. Udah rame juga. Earth melihat pakaian Nik yang nggak kayak biasanya. Pink? Nggak Nik banget. Ia bertanya-tanya apa harus bilang kalo Nik ngegemesin?



Earth menanyakan apa yang Nik pakai? Nik melihat pakaiannya dan memamerkannya ke Earth. Lucu, kan?

Earth menggeleng. Nik sebel dan mau mukul leher Earth lagi. Earth sigap mengelak. Mereka bercanda. Akrab banget.

Dalam hatinya Earth ingin mengaku hari ini. Tapi apa nggak masalah?

Nik ngajak Earth untuk segera masuk. Bayarin tiketnya, ya!!! Eatrh mengiyakan.



Knight dan Sun melihat ubur-ubur. Sun merasa kalo itu sangat cantik. Seolah-olah mereka ada di luar angkasa.

Knight tersenyum. Kali mereka ada di luar angkasa, maka ubur-ubur itu adalah alien. Sun setuju. Spesies eksotis dari planet lain.

Knight merasa kalo Sun terlalu banyak nonton film. Lah, kan Knight yang mulai duluan. Sun kembali melihat ubur-ubur itu lagi sementara Knight merasa nggak tenang. Antara mau ngungkapin cinta sekarang apa enggak.

Knight memberanikan diri manggil nama Sun. Sun menoleh dan tersenyum menatap Knight.


Earth dan Nik berjalan-jalan melihat ikan. Mereka nampak sangat menikmatinya. Earth nampak nggak tenang.



Nik masuk ke dalam sebuah akuarium dan Earth memotretnya sambil tersenyum. Mereka nampak sangat bahagia. Tiba-tiba Nik bilang kalau dia menyukai Earth.

Earth nggak denger Nik ngomong apa. Dia menanyakannya tapi Nik malah menggeleng. Terakhir Nik malah tersenyum menatap Earth.



Knight dan Sun saling melempar senyum. Tiba-tiba ponsel Knight bunyi. Ia meminta maaf pada Sun. Itu dari temannya. Sun menanyakan apa Knight harusnya pergi dengan temannya juga? Knight tersenyum. Dia kan bersama Sun.

Knight mau mengungkapkan perasaannya. Baru juga mau manggil nama Sun, Sun malah bilang kalau mereka lebih baik berteman saja. Knight merasa kecewa. Selanjutnya suasana terasa nggak nyaman.


Suasana antara Nik dan Earth juga terasa nggak nyaman mengingat Nik akan pergi sebentar lagi. Nik menatap Earth tapi Earth malah memalingkan wajahnya.

Nik menyinggung kalo sebentar lagi dia akan melanjutkan study-nya. Ia melarang Earth untuk merindukannya. Dia nggak pergi terlalu jauh. Cuman Korea.


Earth mengiyakan. Nik melanjutkan kalo disana nanti dia akan makan banyak kimchi sampai tubuhnya jadi orange. Dan yang paling baik adalah dia bisa lihat salju untuk pertama kalinya. Dan kemanapun dia peegi dia akan melihat banyak Oppa.

Nik merasa bahagia. Earth memaksakan senyumnya meski hatinya terasa pedih. Nik tiba-tiba meminta Earth untuk tetap di tempatnya. Dia lalu pergi. Earth nggak ngerti Nik mau ngapain. Tapi dia menurutinya dan nggak pergi kemanapun.



Tiba-tiba ponselnya bunyi. Nik nelpon. Annyeong haseyo!!! Ia memberitahu Earth kalo dia masih bisa menghubungi Earth meski dia ada di Korea. Ia menanyakan gimana perasaan Earth? Mereka masih tetap bisa dekat, kan?

Earth nggak bilang apa-apa dan hanya menatap wajah Nik di layar ponselnya. Nik memintanya untuk nggak tampak galau. Dia nggak bisa meninju leher Earth lewat ponsel.


Earth mengungkapkan perasaannya kalo dia suka sama Nik. Nik nggak dengar dan minta Earth untuk mengulanginya. Ia menempelkan ponselnya ke telinga tapi tetap nggak terdengar apa-apa.




Earth tiba-tiba datang tanpa sepengetahuan Nik dan membisikkan kalimat, aku suka sama kamu. Nik seolah nggak percaya. Ia menoleh dan memeriksanya melalui mata Earth.

Earth nggak bilang apa-apa lagi. Nik tersenyum lalu mendorong Earth. Deket banget. Keduanya tersenyum. Earth lega sudah mengungkapkan perasaannya. 


Knight: Dua sudah berada di orbitku. Dan sekarang dia mencoba untuk keluar. Sekarang dia punya orbitnya sendiri. Jadi aku juga harus punya orbitku sendiri.

YOUniverse

Epilog


Hari ke 129

Sun melihat-lihat CD. Tiba-tiba dia melihat CD My Girl. Itu mengingatkannya pada Knight. Sun mengambilnya. Ia tersenyum lalu menghela nafas.

Sama seperti yang Knight lakukan, Sun menyembunyikan CD itu jauh di belakang CD lainnya.

T A M A T
Read More
      edit

Sunday, April 21, 2019

Published April 21, 2019 by with 8 comments

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 22 part 3


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu akan keluar negeri. Ibu mengantarnya bersama Liang. Ibu menasehati agar Lin Lu mengabarinya saat disana. Lin Lu mengiyakan. Ibu meminta Lin Lu agar nggak mengkhawatirkan dirinya dan Lin Cheng. Jangan lupa makan. Lin Lu kembali mengiyakan.

Liang berpesan agar Lin Lu mengabarinya kalo memerlukan uang. Ia akan mengirinkannya. Kalo ia punya waktu ia akan berkunjung kesana. Lin Lu juga nggak perlu mengkhawatirkan ibunya. Ia yang akan menjaganya. Ibu berterima kasih pada Liang.

Lin Lu melihat sekitar. Tapi orang yang dia tunggu nggak tampak.


Fang dan Zichen datang bersama-sama. Mereka menghampiri Lin Lu. Zichen menelpon Lian Sen dan memintanya untuk datang ke bandara. Sayangnya telponnya mati.

Fang menyapa ibu lalu memeluk Lin Lu. Ia berpesan agar Lin Lu jaga diri baik-baik. Jangan sampai putus hubungan. Lin Lu mengangguk.


Fang menatap Zichen dan bertanya apa dia mau bilang sesuatu? Kalo enggak Lin Lu akan segera berangkat. Zichen mengatakan hal-hal yang nggak penting. Yang sebenarnya dia hanya ingin mengulur waktu sampai Lian Sen datang.

Fang memotong dan melarang Zichen mengatakan omong kosong. Mereka berdua malah jadi bertengkar dan membuat Lin Lu jadi tersenyum.


Lin Lu segera beranjak dan nggak memperdulikan Zichen yang memintanya untuk menunggu lagi.

Zichen kembali menelpon Lian Sen dan mengabarkan kalo Lin Lu akan segera pergi.



Sampai saat terakhir Lin Lu masih menunggu Lian Sen tali Lian Sen nggak datang. Dengan berat hati ia melambaikan tangannya pada ibu, Fang dan yang lain lalu pergi.

Lian Sen tiba-tiba muncul dan melihat kepergian Lin Lu dari kejauhan.


Lian Sen berjalan bersama Maggie. Maggie memberitahu kalo kini opini publik sysah condong ke arah Huanzhen. Ia menanyakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya?

Lian Sen meminta Maggie untuk memerintahkan tokoh-tokoh besar untuk melakukan umpan balik pada penjual dan menginstruksikan Departemen perencanaan untuk segera menyerahkan rencana itu. Juga beritahu manajer unit bisnis luar negeri untuk hadir di ruang pertemuan 10 menit lagi. Maggie mengiyakan lalu pergi.


Di depan toko ada pengumuman kalo produk Huanzhen bisa didapat dengan menukarkan botol kosong. Para pelanggan berdatangan dan menanyakannya. Mereka nggak yakin kalo itu benar. Setahu mereka botol kosong bisa ditukarkan kalo menambahkan uang.

Cindy membenarkannya. Dan gara-gara itu toko jadi ramai banget.


Lian Sen juga mengirimkan email ke karyawannya. Ia berterima kasih pada semua karyawan atas dedikasinya pada perusahaan selama ini.

Berita tentangnya telah memberikan pengaruh buruk pada semua orang. Lian Sen mengaku menyesal. Kedepannya ia berharap kalo semua orang nggak akan melupakan tujuan awal mereka. Ia akan memimpin mereka untuk membuka pasar yang lebih luas.

Huanzhen secara resmi akan membuka pasar di luar negeri. Jadi mereka akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia berharap mereka bisa maju mundur bersama. Dalam waktu dekat mereka akan memenuhi tonggak sejarah baru dan menciptakan era baru.



Lian Sen melihat sudut rumahnya yang menyimpan kenangan bersama Lin Lu. Ia teringat saat menggendong Lin Lu di ruang tengah.

Saat itu mereka sangat bahagia. Tanpa sadar Lian Sen mengukurkan tangannya. Dan seketika Lin Lu menghilang. Lian Sen kembali sedih dan nangis.



Ia lalu melihat dapur dan jadi inget lagi sama Lin Lu. Ingat saat Lin Lu mengajarinya memasak. Lian Sen menghela nafas dan mencoba untuk tegar.


Lian Sen masuk ke kamar Lin Lu. Dia sedih tapi tetap senyum. Nggak sengaja ia menemukan sepucuk surat di atas tempat tidur. Ia mengambilnya, membukanya dan membacanya.

Halo Presdir! Apa kabar?

Saat mengingat pertemuan pertama kita, itu bukan sesuatu yang buruk. Aku pikir kamu lebih dulu menabrak kendaraanku.


Aku membencimu karena sikapmu yang kayak psikopat. Kamu juga ngambil tempat rahasiaku.

Apa ini gara-gara bau busuk yang ada pada dirimu? Atau gara-gara OCD? Insomnia?


Tapi walaupun kamu sangat g*la. Tapi pelan-pelan kamu jadi hangat, lembut dan selalu membantuku, melindungiku.

Kamu membuatku nggak bisa menahan diri untuk memikirkanmu. Saat aku kerja aku mikirin kamu. Saat aku makan, aku mikirin kamu. Saat aku tidur, aku memimpikanmu.


Jadi setelah aku meringkas semua pengalamanku, aku mungkin...mungkin. Aku mungkin menyukaimu.

Shi Lian Sen! Aku menyukaimu.


Lian Sen senyum. Tapi habis itu dia nangis. Senyum lagi, nangis lagi.


Dia melipat surat itu lalu duduk di tempat tidur Lin Lu. Ia menghela nafas panjang lalu senyum. B*doh! Apa kabar?

Sumpah! Drama yang satu ini sesuatu banget buat aku. Ini nih drama yang bikin PV aku naik jadi ribuan. Di drama ini juga iklan aku muncul buat pertama kalinya dan pas drama ini juga iklannya ilang seketika.

Dan pas iklannya ilang aku syok. Sampai blog aku kena cekal sama GA. Tambah syok lah akunya. Sumpah rasanya sakit banget. Lebih sakit ketimbang putus cinta.

Pas ketemu teman-teman, sih aku seneng. Buat sesaat lupa sama masalah ini. Tapi begitu balik ke rumah jadi sedih lagi. Nangis akunya. Para Sunbae sih menyarankan buat diapus aja blognya karena nggak bisa dipasangin GA juga. Pun kalo dikasih yang selain GA juga katanya jangan. Nggak ada yang lebih baik dari GA.

Akhirnya blog aku apus dan jadi tambah down. Tiap malam yang aku biasa kebangun buat nulis dan tiba-tiba jadi nggak ngapa-ngapain. Sedih. Bisanya cuman nangis. Dan jadi males lagi buat ngeblog.

Tapi karena banyak yang nanyain akhirnya aku beraniin lagi buat bangkit. Mulai dari 0 lagi. Pilih nama dan alamat baru buat blog. Aku sampai trauma pakai nama sendiri loh. Dan setelah semuanya siap aku beraniin diri buat daftar GA lagi. Walaupun sampai sekarang masih berupa iklan kosong, sih. Hhh, malah jadi curhat akunya...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Bersambung...
Read More
      edit
Published April 21, 2019 by with 2 comments

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 22 part 2


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu nangis-nangis minta Lian Sen buat membukakan pintu tapi nggak dibukain. Dia minta Lian Sen buat keluar menemuinya  dia bahkan belum bilang kalo dia sangat menyukai Lian Sen.


Di dalam Lian Sen juga nangis  nggak tega dengar Lin Lu nangis. Dia memegangi dadanya yang terasa nyesek banget. Lin Lu sendiri nggak bisa bilang apa-apa lagi. Keduanya hanya bisa nangis.


Hari sudah berubah pagi dan Lin Lu masih tetap di tempatnya  seseorang datang menghampirinya. Liang. Ia meminta Lin Lu untuk pulang bersamanya.

Lin Lu diam dan nggak mengatakan apa-apa. Liang melepas jasnya dan memakaikannya ke Lin Lu. Dia lalu menggendong Lin Lu dan membawanya pergi dari sana.


Lian Sen membuka tirainya dan melihat Lin Lu sudah nggak ada disana. (Apa mungkin Lian Sen yang minta Liang buat datang dan membawa Lin Lu pergi?)


Lian Sen mandi untuk menenangkan hatinya. Dia teringat kata-kata ibu kalo reputasi sangat penting bagi seorang gadis. Ibu nggak akan membiarkan Lin Lu menanggung reputasi seperti itu hanya gara-garq Lian Sen menyukainya. Lin Lu akan dipandang rendah seumur hidupnya.

Lian Sen teringat saat Lin Lu nangis di depan rumahnya. Dan ibu yang memintanya untuk melepaskan Lin Lu dan nggak menemuinya lagi di masa depan.


Lin Lu duduk di atap. Liang menghampirinya dan membawakan makanan. Lin Lu menerimanya tapi nggak memakannya. Liang duduk disampingnya. Ia mengaku sudah melihat beritanya. Menurutnya orang kayak Lian Sen nggak pantas buat ditangisi.

Lin Lu memalingkan wajahnya dan nggak mau dengar lagi. Liang mengingatkan tentang kontrak Lin Lu yang telah berakhir. Ia menasehati agar Lin Lu nenganggapnya sebagai mimpi.


Liang membelai rambut Lin Lu. Ia memberitahu kalo melihat Lin Lu seperti itu membuatnya tertekan. Sekalipun langit runtuh ia akan tetap menyelamatkan Lin Lu. Dan sampai kapanpun ia akan tetap berdiri di samping Lin Lu.

Lin Lu memaksakan senyumnya. Liang memintanya untuk nggak perlu memikirkannya lagi. Dia tahu kalo Lin Lu sudah berkorban banyak untuk hubungan itu. Tapi mereka harus menghadapi kenyataan.

Liang menyinggung tentang sekolah dan minta Lin Lu untuk melupakan masalahnya dan membuka lembaran baru. Ia akan membantunya kalo uangnya nggak cukup. Lin Lu tetap diam.

Liang kembali berdiri. Ia menatap Lin Lu dan mulai marah. Ia meminta Lin Lu untuk nggak lagi mengingat Lian Sen. Apa gara-gara hubungan itu membuat Lin Lu ingin merusak masa depannya? Bukankah Lin Lu ingin menjadi ahli kecantikan internasional? Liang merasa itu nggak layak untuknya.


Jing Jing tiba-tiba datang. Ia datang untuk mengambil barang-barangnya. Nggak nyangka malah akan ketemu Lin Lu. Lin Lu melepas jas Liang agar Jing Jing nggak salah paham.

Liang menatap Jing Jing dan memberitahu kalo ia selalu mencari Jing Jing. Ia meminta maaf atas kejadian di pesta.

Jing Jing buru-buru memotong. Ia melarang Liang untuk membahas soal itu karena baginya hal itu sudah nggak penting lagi.

Ponsel Liang bunyi dan mengharuskannya untuk pergi. Liang pamit. Ada urusan penting di perusahaan. Ia meminta Jing Jing untuk menjaga Lin Lu. Jing Jing mengiyakan. Ia akan melakukannya walaupun Liang nggak bilang.


Liang lalu pergi neninggalkan mereka. Lin Lu mengakui kalo dulu itu adalah salahnya. Jing Jing sendiri nyesel. Harusnya dia nggak melukai Lin Lu dan salah paham padanya. Jibg Jing juga nyesel sudah mengatakan banyak hal yang melukai Lin Lu. Sebenarnya dia sangat ingin ketemu Lin Lu sebelum dia pergi. Nggak nyangka kalo mereka akan ketemu disana.

Lin Lu menanyakan kemana Jing Jing akan pergi? Jing Jing tersenyum dan memberitahu kalo dia akan pulang ke kota asalnya. Ia sudah pergi terlalu lama dan sudah saatnya untuk kembali. Jing Jing meminta agar mereka nggak perlu membahasnya. Ia lalu menanyakan kabar Lin Lu. Ia sudah mendengar beritanya.

Lin Lu kembali nangis diingatkan tentang Lian Sen. Jing Jing menasehati kalo orang harus melihat ke depan. Dan dalam beberapa hal waktu adalah obat terbaik. Ia menasehati kalo semuanya akan berlalu.



Lin Lu langsung memeluk Jing Jing. Ia mengaku nggak bisa melepaskan Lian Sen. Jing Jing menyuruh Lin Lu untuk menangis sepuasnya dan setelah itu Lin Lu harus memikirkan apa yang akan ia lakukan di masa depan. Bukankah Lin Lu ingin jadi master kecantikan internasional?

Lin Lu mengaku nggak ingin melakukan apa-apa. Dia juga nggak ingin apapun. Dia nggak ingin jadi artis kecantikan internasional lagi. Dia nggak ingin apa-apa lagi.


Jing Jing menegur Lin Lu yang jadi kayak gitu cuman gara-gara srorang pria. Ia melepaskan pelukannya dan mengingatkan kalo Lin Lu nggak seperti sebelumnya yang nggak takut pada apapun. Ia meminta Lin Lu untuk melihatnya. Pria masih bisa dicari tapi kesempatan hanya sekali. Baik Huanzhen ataupun Shi Lian Sen, biar mereka pergi 

Lin Lu menangis lagi. Jing Jing menasehati agar Lin Lu menghadapi masa depannya. Lin Lu mengiyakan. Dia akan jadi lebih baik lagi. Tapi dia masih belum bisa melupakannya. Jing Jing kembali memeluk Lin Lu dan menenangkannya. Nggak papa. Pelan-pelan Lin Lu akan lupa.



Lian Sen juga stres berat di rumahnya. Zichen aja sampai gedeg lihatnya. Lian Sen hanya duduk dengan tatapan kosong.

Zichen memintanya untuk tenang karena Fang sudah menemui Lin Lu. Ia meminta Lian Sen untuk nggak usah khawatir.

Lian Sen menghela nafas panjang dan berterima kasih. Zichen menepuk pundak Lian Sen lalu pergi.


Lin Lu mengantar Jing Jing sampai depan. Jing Jing meminta Lin Lu untuk menghubunginya kalo merindukannya. Jing Jing mengambil kopernya lalu pergi.

Fang melihat Lin Lu lalu memanggilnya. Mereka beejalan bersama setelahnya. Fang menanyakan kabar Lin Lu. Lin Lu mengaku baik dan meminta Fang nggak khawatir.


Fang lega. Tadinya dia  merasa takut lihat Lin Lu dan Lian Sen. Lin Lu membenarkan apa yang Fang katakan tempo hari. Kalo menghindar nggak akan menyelesaikan masalah. Kalo punya  masalah maka ia harus berani untuk menghadapinya.

Fang merasa kalo Lin Lu mirip sama Zichen. Dimana Lin Lu mendapatkannya?

Lin Lu menghela nafas. Meskipun dia nggak tahu apa sebenarnya yang terjadi, tapi ia rasa itu nggak kebih dari 10. Kalo itu pilihan Lian Sen maka ia akan menghormatinya.


Fang menanyakan apa yang akan Lin Lu lakukan selanjutnya? Lin Lu memberitahu kalo dia akan ke luar negeri karena sekolah sudah mengirimkan pemberitahuan.

Fang merasa kalo itu bagus. Lin Lu masih muda. Peegi dan promosikan diri. Dunia ini luas. Tapi dimanapun Lin Lu berada, Lin Lu nggak boleh melupakannya.

Lin Lu meraih tangan Fang dan mengiyakan. Ia berterima kasih pada Fang. Fang menyindir Lin Lu yang sangat sopan padanya. Ia akan selalu mendukung Lin Lu apapun yang terjadi. Mereka lalu berjalan sambil pegangan tangan.

Bersambung...
Read More
      edit

Kehidupan nyata nyapekinπŸ˜₯πŸ˜₯

Luv you πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate