Monday, April 1, 2019

Published April 01, 2019 by with 0 comment

Sinopsis The Night of the Comet episode 5 part 1

Semua gambar dan konten bersumber dari Mango TV


Cheng Hao mendorong Xiaoxiao tapi malah ikut jatuh gara-gara ditarik sama Xiaoxiao. Lagi-lagi posisi Cheng Hao ada di atas Xiaoxiao. Mereka saling tatap. Suasana sedikit senyap. Nggak ada yang ngomong, cuman kedip-kedip mata aja.

Dalam hati Cheng Hao bertanya-tanya kenapa Xiaoxiao ada di sana? (Lah, itu kan rumahnya Xiaoxiao??!!) Kenapa pose itu lagi? (Lah yang dorong kan situ??!! Loh, kok malah aku yang jawab???)

Di dalam hati Xiaoxiao dia juga lagi bertanya-tanya. Apa Hao ge kehilangan ot*knya? Apa dia penggemar sasaeng yang pingin tidur sama Hao ge? (Eh, sahabat Lila dah tahu belum, sih? Kalo di Korea kan ada Oppa, nah kalo di Cina adanya Gege).

Xiaoxiao memalingkan wajahnya dan mempersilakan Cheng Hao untuk beristirahat dan dia nggak ingin apapun darinya. Ia janji akan mengikuti aturan penggemar. Ia akan menjaga jarak nggak peduli seberapa dekat jarak antara mereka.



Cheng Hao menatap Xiaoxiap. Xiaoxiao mengatakan kalo dia akan memasak. Cheng Hao bangkit. Xiaoxiao berguling dari tempat tidur dan jatuh. Ia bangkit lalu keluar sambil menenteng sandalnya.

Cheng Hao hanya menatapnya sampai Xiaoxiao nggak terlihat lagi. Ia merasa kalo sekarang ia harus lebih dekat lagi dengan Xiaoxiao.

Cheng Hao mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar Xiaoxiao. Ia turun dari tempat tidur lalu mengambil ponselnya.

Cheng Hao membaca catatannya sambil duduk. Ia penasaran kenapa Xiaoxiao ads di dunia itu dan mengembalikan rasa sakitnya? Ia memalingkan wajahnya dan menatap bayangannya di cermin. Dahinya berdarah. Apakah melintasi waktu memberi Xiaoxiao kemampuan khusus?

Ia melihat kamar Xiaoxiao dipenuhi dengan posternya. Di meja ada satu foto Xiaoxiao. Cheng Hao mengambilnya dan menatapnya sebentar. Ia mengembalikannya llau kembali bercermin. Gimanapun juga dia harus kembali.


Di dapur Xiaoxiao bingung harus masak apa. Ia hanya punya mie, telur dan tomat. Ia tahu kalo Cheng Hao nggak suka tomat. Cheng Hao juga nggak suka mie karena lengket dan kotor.

Cheng Hao juga nggak suka bau putih telur. Dia nggak mau membuat Cheng Hao kesal. Tapi dia juga nggak punya uang untuk beli daging.

Cheng Hao keluar dari kamar dan melihat Xiaoxiao lagi ngomong sama tomat. Dia menyuruh tomat itu untuk baik-baik di dalam minyak. Jangan sampai dibenci sama Hao ge. Ia berencana untuk membuat jus dulu.



Xiaoxiao mau mengambil gelas di rak atas tap tangannya nggak sampai. Cheng Hao menghampirinya dan berniat mengambilkan.

Xiaoxiao berbalik dan menatap Cheng Hao. Cheng Hao geser ke kiri Xiaoxiao ikut ke kiri. Cheng Hao geser ke kanan, Xiaoxiao ikut ke kanan. Cheng Hao maju dan mengambil gelas itu lalu membeeikannya ke Xiaoxiao.

Xiaoxiao menerimanya. Dalam hatinya dia nggak percaya bisa sedekat itu dengan Cheng Hao. Cheng Hao tiba-tiba menanyakan apa dalam hati Xiaoxiao merasakan sesuatu setelah melihatnya? Apakah tubuhnya merasakan sesuatu?



Xiaoxiao buru-buru menyangkalnya. Cheng Hao mendekat dan bertanya apa Xiaoxiao pernah bermimpi aneh? Seperti di terowongan atau yang lainnya?

Xiaoxiao mengelak. Dia bersumpah nggak pernah mengalami mimpi aneh seperti itu. Sekalipun nggak pernah.

Cheng Hao menarik Xiaoxiao dan memeluknya. Bagaimana dengan pelukan itu? Apa ada aliran listrik yang mengalir dalam tubuhnya? Apa Xiaoxiao merasa seperti nggak ada siang dan malam? Kehabisan nafas? Apakah ia merasa seperti tubuhnya bukan miliknya lagi?

Xiaoxiao seperti nggak bisa nafas lagi. Ia memberitahu Cheng Hao kalo ia hanya punya perasaan kagum terhadapnya. Baginya Cheng Hao seperti seorang ayah yang peduli padanya dan menjaganya. Dan yang ia sukai dari Cheng Hao adalah bakat dan sikapnya. Ia hanya bisa mengagumi Cheng Hao dari kejauhan. Dia nggak kayak penggemar sasaeng yang menginginkan sesuatu yang nggak sopan pada tubuhnya. Cheng Hao mengangguk dan mengajaknya makan.


Nggak lama kemudian masakan Xiaoxiao jadi. Mereka duduk bersama di meja makan. Cheng Hao memakannya segigit. Xiaoxiao menanyakan rasanya. Cheng Hao memberikan makanannya pada Xiaoxiao dan menyuruhnda untuk mencobanya sendiri.

Xiaoxiao sudah seneng banget. Hao Ge cuman makan segigit. Apa itu bisa dianggap sebagai ciuman nggak langsung?


Ia lalu berhayal Cheng Hao menyuapinya sambil tersenyum manis.

Sedetik kemudian ia sadar saat ada pesan masuk di ponselnya. Cheng Hao mengatakan kalo masa lalu sudah terjadi. Ia mengangkat gelasnya dan berterima kasih karena Xiaoxiao telah menyelamatkannya.

Xiaoxiao ikutan mengambil gelasnya dan bersulang bersama Cheng Hao. Xiaoxiao bertanya pada Cheng Hao apakah ia nggak akan memaafkannya karena perlakuan orang-orang sehingga ia membenci wartawan?



Cheng Hao meletakkan gelasnya dan mengatakan kalo itu nggak penting. Xiaoxiao lalu menanyakan foto intim mereka yang nggak sengaja diambil di hotel? Dan gosip Cheng Hao dengan Xu Miao, apa Cheng Hao akan membiarkannya?

Cheng Hao malah nggak ngerti maksudnya Xiaoxiao. Xiaoxiao menunjukkan ponselnya. Dia memberitahu kalo gambar intim ity diambil secara nggak sengaja. Ia mengaku sudah mencegahnya tapi nggak bisa. Dan gosip dengan Xu Miao,...memang namanya ada di sana tapi ia sama sekali nggak tahu-menahu tentang kontennya.

Xioaxiao terdiam. Dia menyadari kalo Cheng Hao memang belum tahu soal itu. Cheng Hao sendiri malah nampak santai. Ia nelipat tangannya dan bilang kalo sekarang sudah.


Lu Hongjian lagi didandanin sama timnya. Dia ditunjikkan sebuah jaket yang punya grafiti dan paku keling. Lu Hongjian nggak mau. Dia itu orangnya down to earth. Penata gaya menunjukkan sebuah jas dengan paku keling dan berlian biru. Lagi-lagi Lu Hongjian nolak. Dia minta kemeja warna merah. Penata gaya mengambilkannya.

Tong memberitahu kaloada banyak orang yang memakai itu. Cheng Hao nggak mau kan kayak orang-orang itu? Lu Hongjian melepasnya dan minta diambilkan sebuah jaket hitam.

Ia mengerjai Tong dengan mengatakan kalo dia nggak bisa mengangkat lengannya. Ih, Tong sebel banget tapi masih mau membantu Lu Hongjian memakaikan jaketnya. Setelah semuanya siap, mereka pun pergi.


Lu Hongjian dan yang lain berjalan-jalan di mall dengan dikawal oleh beberapa body guard. Lu Hongjian masuk ke sebuah toko pakaian dan aksesoris gara-gara tertarik dengan pelayannya yang cantik. Ia mencoba beberapa kacamata dan berniat membelinya gara-gara sang pelayan bilang kalo Lu Hongjian tampak lebih tampan dengan memakai kacamata itu.

Tong berbisik mengingatkan kalo stylist 30 ribu, body guard 10 ribu dan kacamata yang lebih dari 20 ribu itu akan dipotong dari gajinya.

Apa??? Lu Hongjian langsung melepas kacamatanya dan meminta maaf. Kakaknya lagi sakit perut. Tong bingung. Sakit perut? Dia enggak.

Lu Hongjian merangkul Tong dan bilang kalo dia bisa. Ia pamit pada pelayan cantik itu dengan alasan kalo kakaknya sakit perut dan musti ke kamar mandi.




Cheng Hao membuat surat perjanjian rahasia dan memberikannya pada Xiaoxiao. Cheng Hao ingin agar Xiaoxiao merahasiakan kalo ia tinggal di rumah Xiaoxiao dari orang lain. Termasuk semua kegiatan dan jadwalnya. Ia masih punya urusan yang belum selesai jadi untuk sementara ia akan tidur di kamar Xiaoxiao. Ia meminta Xiaoxiao untuk menyebutkan harga sewanya.

Xiaoxiao melongo dan nggak bisa bilang apa-apa. Cheng Hao menanyakan apa Xiaoxiao nggak ingin? Xiaoxiao menggeleng. Dalam hatinya ia bertanya-tanya apa Tuhan sangat mencintainya? Apa semua itu cuman hayalan?

Ia lalu mencubit kakinya sendiri. Aww, sakit. Berarti bukan hayalan. Ia merasa kalo Cheng Hao pasti melihat ketulusannya sebagai penggemar sejati dan menyukai telur gorengnya. Xiaoxiao pikirannya udah kemana-mana.

Cheng Hao memanggilnya dan menyadarkannya. Cheng Hao malah bertanya-tanya apa Xiaoxiao menerima pesan dari ruang paralel? Mungkin kalo ia terus bicara dengan Xiaoxiao maka ia akan punya kesempatan untuk kembali ke dunianya.


Cheng Hao bangkit dan menghampiri Xiaoxioa. Ia menjentikkan jarinya dan membuat Xiaoxiao sadar. Cheng Hao menyadari kalo perjanjian itu terlalu berat. Tapi... .

Tanpa pikir panjang Xiaoxiao langsung menandatanganinya lalu memberikannya pada Cheng Hao. Lah, dia aja belum baca, main tandatangan saja.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Nasi sudah jadi bubur

Bumbuin aja sekalian

Luv you ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

My Followers

Total Pageviews