Monday, April 15, 2019

Published April 15, 2019 by with 1 comment

Sinopsis Time Teaches Me ro Love episode 20 part 3


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu mendorong Lian Sen. Ia memejamkan matanya dan mengintip Lian Sen dari salah satunya.

Lian Sen kembali menariknya dan menciumnya lagi. Kali ini lebih lama 21 detikan. Ih, iseng amat ih aku ngitungin waktunya segala.

Lian Sen menatap Lin Lu yang memalingkan wajahnya. Ia tersenyum dan menyimpulkan kalo respon Lin Lu barusan...apa itu jawabannya?


Lin Lu nggak berani menatap Lian Sen dan menjawab enggak. Dia mengingatkan kalo Lian Sen yang nyium duluan.

Lian Sen tersenyum dan memberitahu kalo ciuman pertama adalah ciuman yang kuat. Dan yang kedua adalah persetujuan.

Lin Lu merasa malu dan menutupi wajahnya pakai tangan. Dia merasa kalo Lian Sen salah paham sama maksudnya.


Lian Sen cuman senyum sambil membelai rambut Lin Lu. Iya, deh. Dia akan terus nunggu jawabannya Lin Lu. Ia merasa kalo sudah cukup dan menyuruh Lin Lu untuk pulang. Maggie akan mengantarnya. Dan kalo Lin Lu bosan, maka ia akan nyuruh Zichen dan Fang untuk menemaninya.


Liang datang ke rumah Lin Lu dan ketemu sama ibu di luar. Ibu menyapanya dan memujinya yang sekarang jadi General Manajer.

Ibu melihat mobil Liang dan kembali memujinya. Dia tahu kalo Liang akan jadi orang sukses. Liang berbasa-basi menanyakan Lin Lu. Apa ada di rumah?

Ibu memberitahu kalo Lin Lu sibuk kerja sama pacaran. Seharian sama Lian Sen dan nggak ingat pulang. Tapi kenapa Liang mencari Lin Lu?


Liang memutuskan akan mencari Lin Lu di tempat lain. Ibu menahan Liang dan menanyakan apa Lin Lu punya masalah? Liang menyangkal. Katanya cuman masalah kerja. Ia hendak membantu Lin Lu.

Ibu makin khawatir. Terlebih lagi kemarin Lin Lu menyuruhnya untuk melihat berita. Ibu lalu mengambil ponselnya dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Ibu nampak syok lihat berita tentang anaknya. Liang menepuk pundak ibu dan menguatkannya. Menurutnya Lin Lu hanya khawatir pada ibunya karena belakangan ada banyak berita hoax di internet. Ibu nggak yakin kalo itu cuman berita bohong. Kalo enggak Lin Lu nggak akan menelponnya langsung.


Lin Lu memasak banyak makanan. Dia nggak sabar menunggu kepulangan Lian Sen. Ia mengambil kalung dari Lian Sen dan menatapnya sambil senyum-senyum.

Bel pintu bunyi. Lin Lu semangat membukanya karena dia pikir itu Lian Sen.

Ibu? Ibu nampak marah dan minta Lin Lu untuk menjelaskan tentang kontrak itu.


Lin Lu mengambilkan minum untuk ibunya. Ibu nggak mau meminumnya. Ia minta Lin Lu untuk mengatakan yang sebenarnya padanya.

Lin Lu mengakui kalo dia memang menandatangani kontrak itu dengan Lian Sen. Tapi sekarang dia benar-benar mencintainya.

Ibu marah dengernya. Dia lalu menyalahkan diri sendiri sebagai ibu yang nggak berguna, yang harus menjual putrinya untuk menyembuhkan putranya.

Ibu menampar pipinya sendiri. Lin Lu menahan tangan ibu dan mengakui kalo dialah yang salah. Dia yang harusnya dipukul.


Ibu menarik Lin Lu dan mengajaknya untuk pulang. Lin Lu mengambil ponselnya mau memberitahu Lian Sen dulu tapi dilarang sama ibu. Ibu menarik Lin Lu keluar. Lin Lu memohon agar diijinkan nelpon Lian Sen biar nggak khawatir.

Di depan Lin Lu ketemu sama Fang dan Zichen. Lin Lu minta Fang untuk bilang ke Shi Lian Sen. Zichen mau mengejar tapi dilarang sama Fang. Zichen jadi khawatir. Masalahnya makin rumit karena Sen ge sudah nyinggung ibu mertuanya.

Fang merasa kalo Lian Sen pantas mendapatkannya. Siapa suruh dia jadi naif banget? Fang kembali masuk mobil. Zichen menahannya. Fang mau kemana? Fang mengingatkan kalo Lin Lu tadi bilang mereka agar menemui Lian Sen. Buruan masuk mobil, gih!!


Lian Sen makin sibuk di kantor. Ia habis melihat dokumen dari Maggie. Ia memperbolehkan Maggie untuk pulang awal hari ini. Besok mereka akan mengadakan konferensi pers.

Lian Sen meminta Maggie agar meminta Departemen Humas untuk menghubungi media yang relevan. Maggie mengiyakan lalu pergi.


Nggak berselang lama Zichen dan Fang masuk. Mereka memberitahu kalo Lin Lu dibawa pergi sama ibunya. Lian Sen menanyakan apa yang sebenarnya terjadi?

Fang memberitahu kalo ibu Lin Lu datang ke rumahnya dan membawa pergi Lin Lu. Lian Sen langsung bangkit dan mengambil ponselnya. Ia membatalkan makan malam malam ini dan janji akan traktir lain kali.

Zichen nggak masalah. Dia nyuruh Lian Sen untuk segera mencari Lin Lu. Lian Sen pun buru-buru pergi.


Di rumah Lin Lu dijaga sama ibu. Ia bahkan nggak diijinkan ngangkat telpon saat Lian Sen nelpon. Ibu nggak memperbolehkan Lin Lu untuk pegang ponsel sebelum semuanya benar-benar berakhir. Ibu melarang Lin Lu ketemu sama Lian Sen dan nggak merestui hubungan mereka.

Lin Lu lalu melirik Lin Chent dan ngasih kode agar dia menangani ibu. Lin Cheng manggil ibu dan mengeluh lapar. Ibu malah memarahi Lincheng yang seharian main ponsel mulu. Baru juga habis makan masih minta makan lagi. Ibu nyuruh Lin Cheng untuk masuk kamar dan ngerjain PR.


Ibu lalu menarik Lin Lu dan mengurungnya di dalam kamar. Lin Lu menggedor-gedor pintu minta dikeluarkan dan janji nggak akan kabur. Ia memohon agar ibu mengembalikan ponselnya karena ia ingin nelpon Lian Sen. Dia takut Lian Sen khawatir.

Lin Cheng mengambil ponsel kakaknya dan menyembunyikannya diantara buku-bukunya.

Lin Lu melihat jendela dan mau kabur dari sana tapi ternyata nggak bisa. Ia lalu berbaring dan ngomong sama bonekanya seolah ia adalah Lian Sen kalo dia nggak akan nyerah.



Lin Cheng naik ke kursi dan mengirim ponsel Lin Lu yang diikat di tongkat. Lin Lu mengambil ponselnya dan tahu kalo adiknya emang paling bisa diandalkan.

Lin Cheng berpesan agar Lin Lu jangan sampai ketahuan. Ia lalu mengambil ponselnya dan nelpon Lin Lu. Dia percaya sama kakak iparnya dan yakin kalo dia akan ngasih Lin Lu mas kawin yang banyak nanti. 10 kali lebih banyak.

Lin Lu mengangguk. Dia akan mengingatkan Lian Sen dan masalah keuangannya nanti akan mengandalkan Lin Cheng. Lin Cheng menyuruh Lin Lu untuk segera nelpon Lian Sen sementara ia akan menemui ibu.


Lin Cheng kembali ke ibu dan mengaku sakit perut gara-gara kebanyakan makan es krim. Ibu mengingatkan Lin Cheng kalo dia belum sembuh benar dan jangan kebanyakan makan es krim.

Lin Lu mendengarkan dari dalam kamarnya.

Bersambung...
      edit

1 comment:


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate