Monday, April 1, 2019

Published April 01, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 5 part 1



Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu bangun dan segera melepaskan kantong tidurnya. Lian Sen menuruni tangga dan menghampirinya.

Lin Lu langsung menutup matanya. Lian Sen pakai baju nggak, sih? Lian Sen hanya tersenyum. Emangnya apa yang Lin Lu pikir? Dia akan ganti baju dan ngajak Lin Lu bicara nanti.

Lin Lu mengangguk. Lian Sen pun pergi dan Lin Lu merasa lega. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Kurang jelas telponnya dari siapa. Yang jelas habis terima telpon dia langsung pergi. Lin Lu berseru ke Lian Sen buat bicara lain kali saja.

Lian Sen sudah ganti baju dan mencari Lin Lu yang sudah nggak ada. Dia malah jadi kesal sama Lin Lu. Dikira nggak terjadi apa-apa.




Fang sedang berjalan di atas treadmil. Zichen terus menatapnya. Fang kesal. Belum cukup menatapnya? Zichen seperti nggak sadar mengiyakan. Zichen mengaku nggak mengkhawatirkan Fang karena semalam mabuk dan menangis. Dia sudah memghabiskan banyak waktu sama Fang.

Fang mengaku sudah menemukan jawaban. Zichen terkejut dengan apa yang Fang katakan. Ia mengira Fang akan mencari pengganti Lian Sen. Mikirin perasaannya barangkali.

Fang menyangkalnya. Apa Zichen bisa memberikan pendapat yang berguna? Zichen merasa kalo itu untuk kebaikan Fang. Menurutnya Fang harus... .

Fang nggak mau mendengarkan Zichen dan meninggalkannya. Zichen menyusul Fang. Fang mengingatkan kalo mereka sudah bersama selama 20 tahun. Dikira dia b*doh? Apa mereka yang terlalu naif?

Fang memperlihatkan foto Lian Sen dan Lin Lu yang selama ini ada di pemberitaan. Menurutnya mereka nggak sedekat itu.

Zichen nggak sependapat. Menurutnya mereka jatuh cinta. Fang merasa kalo ada yang salah. Zichen menanyakan apa yang akan Fang lakukan? Fang tersenyum sambil bilang kalo itu bukan urusan Zichen lalu pergi.


Fang datang ke kantor Lian Sen tapi dihadang oleh Maggie. Ia meminta persetujuan dari Lian Sen terlebih dahulu sebelum mengijinkannya untuk masuk.

Fang menatap Maggie tajam lalu masuk. Dia cuman mau minta waktu 3 menit dan akan pergi setelahnya. Fang mengaku nggak peduli Lian Sen mau menikah dengannya atau enggak. Dan walaupun dia kehilangan akal sehatnya.

Fang memberitahu kalo mulai hari ini dia akan mengejar Lian Sen. Nerima atau enggak itu hak Lian Sen. Tapi mengejarnya atau enggak itu adalah kebebasannya.

Lian Sen hanya menatap Fang dan nggak bilang apa-apa. Fang berbalik dan hendak pergi. Mendadak dia berhenti dan kembali menatap Lian Sen. Ia mengingatkan kalo teater akan diadakan jam 4 sore nanti. Dan dia akan terus menunggu sampai Lian Sen datang.

Lian Sen ingin menyampaikan keberatannya tapi Fang keburu pergi. Maggie bangkit selepas Fang keluar dari ruangan Lian Sen untuk menutup pintu.


Lian Sen mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. Lin Lu sendiri sedang ada di rumah sakit akan menjenguk Lin Cheng. Ia berdiri di pintu dan melihat Lin Cheng yang sedang mainan ponsel.

Ponselnya bunyi. Ia mematikan telponnya dan menghampiri adiknya. Lin Cheng asik main sampai nggak menyadari kedatangannya. Lin Lu memarahinya karena main terus.

Lin Cheng mengaku ingin menanyakan satu hal. Lin Lu mempersilakan. Lin Cheng menyinggung tentang berita tentang Lin Lu belakangan di internet. Apa itu benar?

Lin Lu mengambil berondong Lin Cheng dan memakannya. Dia nghak ingin menjawabnya. Lin Cheng kembali bertanya apa semua gara-gara dia? Lin Lu jadi melakukan hal yang sebenarnya nggak ingin ia lakukan?

Lin Lu menanyakan apa yang adiknya pikirkan. Ia memberitahu kalo ia bukan orang yang akan melakukan apa saja demi uang. Lin Cheng berpikir kalo berita itu nggak benar. Ia bilang ke Lin Cheng kalo ia ingin ketemu dengan kakak iparnya.

Lin Lu menghela nafas dan agak bingung juga. Lin Cheng kembali memohon agar Lin Lu mengabulkan permintaan kecilnya. Apa Lin Lu akan menolaknya dengan kejam?

Lin Cheng tiba-tiba mengeluh kalo perutnya sakit. Lin Lu merasa khawatir. Lebih-lebih saat Lin Cheng bilang kalo ia akan merasakan sakit di sekujur tubuhnya kalo dia nggak ketemu dengan kakak ipar.

Lin Lu terpaksa mengiyakan dan tahu-tahu Lin Cheng merasa baikan. Dia minta kalo nggak hari ini ya besok. Lin Lu mengiyakan lalu pergi. Lin Cheng memintanya untuk membawakan popcorn rasa lain besok.


Malamnya Lin Lu nggak bisa tidur. Dia bingung gimana bilangnya nanti ke Lian Sen.

Lin Lu datang ke kantor Lian Sen sambil membawa kontrak. Menurut pasak 13 dalam kontrak, kedua pihak punya tanggung jawab dan kewajiban untuk saling membantu berbohong. Dia ingin Lian Sen menemaninya ketemu sama adiknya.

Lian Sen mengaku nggak punya waktu karena dia ada rapat. Lian Sen lalu pergi meninggalkan Lin Lu begitu saja.

Lin Lu merasa kalo itu nggak akan berhasil. Ia pun memikirkan cara yang lain.

Lin Lu datang ke kantor Lian sen dan memijat tangannya. Apa Presdir bisa nyetir ke rumah sakit untuk menemaninya ketemu adiknya? Lian Sen mengaku sibuk dan nggak punya waktu. Lin Lu kesal lalu mencubit pundaknya.

Lin Lu memikirkan cara lain lagi.

Lin Lu memeluk kaki Lian Sen dan memohon agar Lian Sen mau menemaninya ke rumah sakit untuk menjenguk adiknya. Lian Sen nggak mau. Sibuk.

Lin Lu nggak bisa mikir lagi. Menurutnya itu memang mustahil. Dasar si Tiga Kayu! Lin Lu kesal banget dan melemparkan boneka yang ia pegang dan mengenai Jing Jing. Jing Jing langsung bangun dan Lin Lu pura-pura tidur. Akhirnya Jing Jing kembali tidur.


Paginya Lin Lu datang ke kantor Lian sen. Ia memikirkan apa yang Presdir sukai saat orang lain memintanya? Lian Sen menghampirinya dan menanyakan apa yang ia inginkan karena ia sudah disana seharian

Lin Lu meletakkan selembar kertas di atas meja dan mengaku sudah menulis semuanya di situ. Lian Sen meminta Lin Lu untuk mengambilnya dan membacakannya untuknya.

Lin Lu menurut. Ia mengambilnya dan membacanya.

Form permintaan

Presdir yang terhormat

Aku pacar palsumu, Lin Lu
Baru-batu ini mengalami masa sulit. Kamu harus menemui adikku. Kalo enggak, dia nggak ingin minum obat dan nggak ingin merawat penyakitnya. Kalo terjadi sesuatu padanya maka aku akan khawatir dan panik. Kalo aku panik maka aku nggak akan bisa mengendalikan mulutku.

Jadi untuk mencegah peristiwa berantai mengerikan ini terjadi, aku mendesakmu untuk meminjam waktu malammu untuk bermain denganku untuk menghilangkan keraguan adikku.

Permohonan Lin Lu

Hari ini, 2018


Lian Sen bertanya, sudah selesai? Lin Lu nggak bilang apa-apa lagi sehingga ia berniat membacakannya lagi. Lian Sen tiba-tiba bilang tentang pelanggaran kontrak. Jika kontrak terekspos karena kunjungan, maka pihak yang sudah lalai akan bertanggung jawab penuh dengan membayar kerugian 6 kali lipat.

Kalo Lin Lu masih belum jelas maka ia akan meminta Maggie untuk print copynya dengan membesarkan ukuran huruf dan mengirimkannya ke Lin Lu.

Lin Lu tersenyum lalu memeluk kaki Lian Sen. Meminta belas kasihannya. Dia punya ibu yang berusia 50 tahun, adiknya sedang sakit dan mereka hanya bergantung padanya.

Lian Sen menyuruh Lin Lu untuk melepaskan kakinya. Lin Lu menggeleng. Lian Sen membentak Lin Lu agar melepaskannya. Lin Lu bangkit. Ia meminta Lian Sen agar nggak menyesal nanti. Ia mengambil suratnya lalu pergi.


Maggie datang membawakan data penjualan terbaru dari departemen pemasaran dan reaksi pasar dari departemen Humas. Menurut ulasan resmi baru-baru ini sejak hubungan antara Lian Sen dan Lin Lu perhatian pasar untuk Cinderella sudah melebihi yang diharapkan. Lin Lu hanya mendengarkan dan nggak bilang apa-apa.


Fang berlatih drama dengan Zichen. Zichen mengatakan kalo Fang Qiao sangat penting untuknya. Ia mendekat dan mau mencium Fang. Tahu-tahu Fang malah menamparnya.

Zichen protes karena Fang menamparmya. Ia memberitahu kalo akting adalah pertunjukan seni. Yang diperlukan hanya usaha sepenuh hati. Melihat reaksi yang Fang tunjukkan tadi, dan merasa kalo sejak awal ia tahu kalo Fang nggak memasukkan emosi yang cukup. Kalo gitu dia nggak akan bisa mendapatkan hati Sen Ge. Ia menasehati agar Fang melakukannya lagi.

Mereka melakukannya lagi tapi baru sebentar Fang sudah minta berhenti. Dia meninggalkan Zichen dan mengambil naskahnya. Zichen menghampirinya dan mengaku sakit perut. Dia pamit mai ke toilet.


Ternyata Zichen mendatangi Lian Sen dan memberitahu kalo Fang berlatih sepanjang hari untuknya. Ia menarik dan meminta Lian Sen untuk ikut dengannya.

Lian Sen nggak mau karena dia ada urusan lain. Zichen tiba-tiba menyinggung tentang persahabatan mereka yang sudah 20 tahun dan merasa kalo Lian Sen sudah menghianati mereka.

Lian Sen menatap Zichen dan menyampaikan kalo terus terseret lumpur hanya akan merugikan Zichen dan Fang. Zichen memastikan kalo Lian Sen menolak Fang itu bukan gara-gara dia, kan?

Lian Sen hanya tersenyum dan merasa kalo Zichen jarang pintar kayak gini. Tapi itu bukan gara-gara dia. Lian Sen lalu pergi gitu aja. Zichen bertanya-tanya kalo bukan gara-gara dia terus gara-gara siapa? Lin Lu?


Lin Lu di rumah sakit dan berusaha menelpon Lian Sen tapi nggak diangkat. Membuatnya kesal dan mengeluh kenapa dia harus punya hubungan dengan bos kayak gitu.

Bibi yang sedang menyapu malah menatapnya. Lin Lu merasa nggak enak dan mengatakan kalo dia sedang membuat film. Ia mempersilakan bibi itu untuk melanjutkan pekerjaannya.

Nggak lama kemudian ponselnya bunyi. Ia mengira kalo Lian Sen yang menelpon. Eh, tahunya malah Jing Jing. Jing Jing mengundang Lin Lu untuk makan malam. Mau gabung, nggak?

Lin Lu langsung mengiyakan. Dia memang sedang ingin menghibur pikiran mudanya yang hancur gara-gara si darah dingin. Ia meminta Jing Jing untuk menunggunya karena ia akan segera kesana.


Fang terus berakting. Kali ini ia akting sedih dan sampai menangis segala sampai membuat Zichen nggak tega lihatnya.

Zichen nggak tahan lagi. Ia menghampiri Fang dan memberitahu kalo Lian Sen nggak akan datang. Wajah Fang langsung berubah. Ia mengaku nggak ingin dengar lagi.

Fang bangkit dan kembali berakting. Zichen meraih tangannya dan minta agar dia nggak begitu. Fang meminta Zichen melepaskan tangannya. Itu kan urusannya sendiri.

Zichen meraih tangan Fang lagi dan menyarankan agar Fang berlatih dengannya. Ia akan menemani Fang menunggu Lian Sen.

Fang menghempaskan tangan Zichen lalu duduk. Zichen ikutan duduk dan pasang wajah manyun. Fang menatapnya nggak suka sehingga ia sedikit menjauh. Fang masih menatapnya dan ia kembali menjauh.


Lian Sen datang mengunjungi Lin Cheng yang sedang makan apel. Ia menyapa Lin Cheng lalu meletakkan buah tangan yang ia bawa. Lin Cheng nggak ngerti siapa Lian Sen.

Lian Sen mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri. Lin Cheng menyalaminya dan kayak nggak yakin, apa dia benar-benar pacar kakaknya? Lian Sen senyum dulu sebelum akhirnya mrmbenarkan.

Lin Cheng berdiri di atas tempat tidur dan langsung memanggilnya kakak ipar. Ia lega akhirnya Lian Sen bisa datang. Kalo enggak maka kakaknya akan ada dalam masalah. Lian Sen nggak bilang apa-apa. Ia hanya mengangguk sambil senyum.

Akhirnya Lian Sen mau juga menemui Lin Cheng. Semoga aja bukan karena Cinderella. Habisnya kalo Maggie habis nyinggung soal keuntungan Cinderella gara-gara rumornya sama Lin lu bikin Lian Sen jadi baik sama Lin Lu.

Bersambung...

      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate