Friday, April 5, 2019

Published April 05, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 14 part 3


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Ternyata Lian Sen membawa Lin Lu ke kamarnya. Ia terbangun saat Lin Lu meletakkan tangannya di dadanya. Tiba-tiba ia ingin mengerjai Lin Lu dengan membuka pakaiannya dan mengacak-acak rambutnya.

Lin Lu masih terlelap. Lian Sen menyentuh pipi Lin Lu agar ia terbangun. Lin Lu membuka matanya dan terkejut lihat dia tidur dengan Lian Sen lagi. Lian Sen membuka matanya dan menatapnya. Ia panik dan segera melompat turun dari tempat tidur.


Lian Sen bangun dan bertanya apa Lin Lu merasa malu? Lin Lu yang duduk membelakangi Lian Sen menanyakan gimana bisa mereka tidur bareng? Lian Sen tersenyum dan meminta agar Lin Lu memberitahunya.

Lin Lu mengaku nggak ingat apa-apa. Semalam ia sangat mengantuk lalu tertidur. Lian Sen meminta agar Lin Lu mengingatnya lagi. Samar-samar Lin Lu ingat kalo dia tidur sambil meluk Lian Sen.

Ia kaget dan langsung berdiri. Ia meminta agar Lian Sen melupakannya. Itu kan hanya masalah tidur bareng. Lagian dia juga bukan tipe orang yang terlalu perduli.

Lian Sen tersenyum dan memberitahu kalo dia peduli. Ia menunjukkan pakaiannya yang terbuka pada Lin Lu dan menanyakan gimana Lin Lu akan bertanggung jawab?

Lin Lu pura-pura nggak ngerti. Tanggung jawab apa yang Lian Sen maksud? Lian Sen meminta agar Lin Lu menunggu sampai ia memikirkannya dahulu. Ia lalu menunjuk sebuah gaun dan meminta agar Lin Lu memakainya.


Lin Lu melihat gaun putih yang Lian Sen tunjuk. Ia meminta Lin Lu untuk bersiap-siap dalam waktu lima menit dan mengajaknya makan. Lin Lu memperjelas, Lian Sen memberikannya untuknya?

Lian Sen membenarkan. Itu untuk penghargaan atas pemotretan kemarin. Lin Lu tersenyum dan berterima kasih pada Lian Sen.


Lian Sen mengajak Lin Lu makan di restoran tempat mereka biasa makan Mala Tang. Lin Lu nggak nyangka Lian Sen membawanya kesana. Bukannya Lian Sen mau mengajaknya makan makanan Cina?

Lian Sen mengiyakan kalo mereka akan makan disana. Emangnya dia bilang akan mengajak Lin Lu makan di restoran mewah? Lin Lu tersenyum lalu masuk.

Lin Lu membawakan menu pada Lian Sen lalu duduk di hadapannya. Ia mengingatkan kalo dulu kan Lian Sen nggak suka tempat itu? Kenapa tiba-tiba berubah?

Lian Sen tersenyum dan menjawab kalo itu karena Lin Lu menyukainya. Lin Lu tersenyum.
Nggak nyangka kalo selera Lian Sen berubah gara-gara dia.


Lian Sen memberikan kertas menunya pada Lin Lu dan minta dipilihkan. Lin Lu menyuruh Lian Sen untuk memilih sendiri karena selera mereka beda.

Lin Lu nemanggil pemilik restoran dan memberikan pesanannya. Ia memberitahu untuk menyamakan rasa Lian Sen dengannya.

Lian Sen terus menatap Lin Lu sambil senyum. Hal itu membuat Lin Lu merasa nggak nyaman. Lian Sen mengaku kalo dia nggak bisa mengendalikannya. Jawaban Lian Sen malah membuat Lin Lu tertawa.


Nggak lama kemudian pesanan mereka datang. Lian Sen mengambil sumpit dan memberikannya ke Lin Lu. Lin Lu mulai menyantap makanannya sementara Lian Sen hanya menatapnya saja.

Lin Lu mengambil kecap dan menambahkannya ke dalam makanannya. Nggak cukup itu saja. Lin Lu juga menambahkan banyak sambal dan daun bawang juga. Lian Sen sampai ngeri lihatnya. Ia lalu menukar Mala Tang Lin Lu dengan miliknya.

Lin Lu melarang karena dia sudah memakannya. Lian Sen nggak masalah dan tetap memakannya juga. Tapi baru aja makan sesuap ia sudah kepedasan. Lin Lu sigap mengambilkan minum. Lah kok malah air panas?


Sontak Lian Sen langsung memuntahkannya. Lin Lu meminta maaf. Ia lalu mengambilkan susu dingin dan memberikannya pada Lian Sen.

Habis Lian Sen minum Lin Lu malah tertawa. Lian Sen menatapnya kesal. Sudah puas tertawanya? Lin Lu menggeleng. Eh, iya, ding.

Lian Sen menyuruh Lin Lu untuk makan. Ia sendiri melanjutkan juga makannya. Lin Lu merasa kalo Lian Sen nggak perlu melakukan itu untuknya. Walaupun dia nggak tahu kenapa Lian Sen melakukannya. Ia merasa kalo sebaiknya Lian Sen berhenti sampai disana saja. Kalo ia terus seperti itu maka Lin Lu takut ia akan terjatuh semakin dalam lagi. Gimanapun juga cepat atau lambat mereka harus kembali ke kehidupan masing-masing.

Lian Sen menatap Lin Lu sedih dan menanyakan apa Lin Lu ingin mendorongnya pergi? Lin Lu menunduk. Ia mengingatkan kalo pemotretan sudah berakhir. Ia pikir tugasnya juga sudah selesai. Mereka dari dua dunia yang berbeda. Akan lebih baik kalo mereka tetap di jalan masing-masing. Lin Lu kembali menunduk. Dia sendiri juga berat mengatakannya.


Maggie memberitahu kalo pemotretan tempo haru berhasil mendapatkan respon dan srmua skandal sudah berhasil diatasi. Hal itu membuat saham Huanzhen menjadi kembali stabil. Lian Sen meminta Maggie untuk mrnghubungi media yang populer di semua kalangan dan biarkan mereka membuat artikel kalo dirinya sudah putus dengan nona Lin. Huanzhen akan bertanggung jawab pada berita itu.

Maggie mengingatkan kalo itu nggak baik. Lian Sen hanya akan mendorong Huanzhen pada puncak opini publik. Dengan tenang Lian Sen mengatakan kalo mereka akan melihat kemana arah lawan sehingga merek biwa menentukan kemana mereka akan pergi. Ia ingin menembak dua burung dengan satu batu. Maggie mengiyakan.

Lian Sen lalu melihat fotonya bersama Lin Lu beberapa hari yang lalu. Senyumnya langsung mengembang.


Lin Lu sedang di toko dan melihat berita tentang putusnya hubungannya dengan Lian Sen. Cindy tiba-tiba datang dan mrnanyakan apa mereka beneran putus? Bukannya mereka baru saja mekakukan pemotretan buat majalah? Sekarang semua orang membicarakan mereka. Ia menduga kalo itu ukah Sally.

Lin Lu nelamun dan bertanya-tanya apa ia telah membuat Lian Sen dalam masalah?


Lian Sen bekerja di rumahnya. Zichen datang sambil membawa koper. Dia baru keluar dari rumah sakit dan mau mencari Fang? Zichen menyangkal.

Zichen masuk lalu duduk dan memakan makanan Lian Sen. Ia menasehati kalo pria nggak boleh agresif. Karena yang agresif pasti akan kalah. Terutama pris tampan seperti mereka nggak boleh kalah dari wanita.

Zichen lalu mengambil sebuah buku dan menunjukkannya ke Liang Sen. Buku itu akan memberikan rahasia cinta untuknya dan mengingatkan kalo wanita harus berinisiatif untuk menemuinya. Jangan menhatuhkan harga diri.

Lian Sen menutup laptopnya dan menyuruh Zichen untuk pergi. Kalo enggak dia akan memanggil rumah sakit. Zichen menurut. Ia menasehati agar Lian Sen mempelajarinya pelan-pelan dan ia akan liburan.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate