Wednesday, April 3, 2019

Published April 03, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 11 part 3


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lian Sen menyusul Lin Lu dan meninggalkan Fang begitu saja. Liang berusaha menenangkan Lin Lu. Ia tahu kalo sekarang Lin Lu sedang sedih. Tapi dia harus tetap menghadapi kenyataan. Ia mengingatkan kalo mereka berada di dunia yang berbeda dengan Lian Sen.

Di dunia Lian Sen, yang lebih penting adalah keuntungan. Lian Sen akan neninggalkan segalanya demi keuntungan. Lin Lu kan sudah lihat sendiri. Mereka sudah melakukan yang terbaik tapi bagi Lian Sen dan keluarganya itu hanyalah sebuah tamparan kecil. Ia mengingatkan kalo yang Huanzhen butuhkan hanyalah uang. Dan cara tercepatnya adalah dengan menikahi Fang Qiao.


Lin Lu tersenyum pedih. Liang memberitahu kalo Lian Sen dan Fang sudah tumbuh bersama sejak kecil dan juga dari dunia yang sama. Lin Lu meminta Liang untuk nggak mengatakannya lagi. Liang mengaku tahu kalo Lin Lu nggak ingin mendengarnya. Tapi ia harus mengatakannnya demi kebaikan Lin Lu sendiri.

Lin Lu kembali memikirkannya. Mereka hanya makan tapi kenapa ia punya perasaan seperti itu? Nggak biasa-biasanya. Apa dia cemburu?


Lian Sen berhasil menemukan Lin Lu. Ia menarik tangan Lin Lu dan mau mengajaknya bicara. Lin Lu nggak mau. Ia mrnghempaskan tangan Lian Sen.

Liang memanggil Lian Sen dan memberitahu kalo mungkin sekarang sulit untuknya tapi Lin Lu jelas nggak ingin pergi dengannya.

Lian Sen nggak ingin mendengarkan Liang. Ia mengingatkan Lin Lu kalo itu adalah masalah mereka berdua. Lin Lu nggak ingin menarik orang ketiga, kan? Lian Sen mengatakannya sambil menatap Liang seolah ingin menyindirnya.

Lin Lu mengajak Lian Sen pergi. Ia pamit pada Liang. Ia pun jalan duluan. Lian Sen menyusul kemudian sementara Liang hanya melihat saja dan nggak mencegah lagi.


Lian Sen dan Lin Lu sedang dalam perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan Lin Lu terus menatap ponselnya. Dia lagi browsing sambil menatap Lian Sen sesekali. Lian Sen yang sedang fokus menyetir menanyakan apa yang ingin Lin Lu katakan padanya?

Lin Lu bilang nggak ada. Lian Sen lihat kalo Lin Lu terus melihat ponsel dari tadi. Apa sedang mengabaikannya? Lin Lu nggak menjawab dan nggak memalingkan wajahnya. Lian Sen merasa kalo diamnya Lin Lu karena peduli dengan apa yang barusan dilihat.

Ternyata Lin Lu sedang mencari tahu apakah dia cemburu. Tapi nggak mungkin juga dia cemburu. Apa dia benar-benar menyukai Lian Sen? Ah, nggak mungkin.


Lian Sen menyuruh Lin Lu untuk menanyakan langsung padanya. Lin Lu tetap nggak bilang apa-apa. Lian Sen mengalah. Ia mau mengatakan kalo antara dia dan Fang... .

Lin Lu buru-buru memotong. Menurutnya Lian Sen nggak perlu menjelaskan apa-apa. Dia masih nggak lupa kalo statusnya hanya pacar palsu. Jadi kalo suatu saat Lian Sen suka sama seseorang, maka Lian Sen bisa membatalkan kontrak mereka kapan saja.

Lian Sen langsung melirik Lin Lu. Dia nggak nyangka kalo Lin Lu mengatakannya. Menurutnya Lin Lu terlalu berlebihan. Kenapa juga ia harus memberi penjelasan pada Lin Lu?

Lin Lu seperti merasa kecewa mendengarnya. Ia memalingkan wajahnya dan membenarkan dalam hati. Lian Sen memang nggak perlu menjelaskan apa-apa ke pacar palsunya.


Mereka sudah sampai rumah. Lin Lu sudah berganti pakaian dan bersiap untuk tidur. Tapi dis masih nggak bisa tenang dan akhirnya browsing lagi. Reaksi menyukai seseorang dan melihatnya dengaj wanita lain. Hatinya terasa nggak nyaman. Apa dia cemburu?

Lin Lu menemukan jawabannya dan membacanya. Saat bicara dengannya maka ia selalu merespon dengan cepat. Lin Lu merasa kalo itu salah. Kalo dia bicara, Jing Jing dan Master Liang juga selalu merespon dengan cepat.

Lian Sen keluar dari kamarnya. Ia mendatangi kamar Lin Lu dan mau mengetuk pintunya. Ia ingin menjelaskannya pada Lin Lu agar bisa membuat Lin Lu tidur dengan tenang. Sedetik kemudian Lian Sen malah membatalkannya. Menurutnya nggak ada yang perlu ia jelaskan ke Lin Lu. Lin Lu dan Liang Zhi juga terlihat akrab dan nggak ada bedanya dengannya dan Fang. Jadi ia nggak perlu menjelaskan kalo Lin Lu salah paham. Lian Sen lalu kembali ke kamarnya.


Lin Lu membaca ciri yang kedua. Ada banyak topik yang bisa dibicarakan. Lin Lu merasa kalo dia juga punya banyak topik buat Jing Jing dan Liang jadi itu nggak membuktikan apa-apa. Lin Lu lanjut membaca yang ketiga. Ia akan memperhatikannya dari waktu ke waktu, sangat bahagia saat melihatnya.

Menurutnya itu juga nggak benar. Wajar karena semua orang sangat suka melihat barang-barang yang indah. Lian Sen terlihat tampan, ia sendiri hanya meliriknya beberapa kali lalu apa salahnya?

Lin Lu merasa geli sendir. Kan, nggak mungkin kalo menyukai Lian Sen??!! Gimana bisa saat ia melihat Lian Sen rasanya bahagia? Saat ia melihatnya sepertinya ia nggak membenci Lian Sen. Ah, Lin Lu jadi frustasi. Harusnya dia nggak boleh suka sama Sen Ge.


Hari sudah pagi. Seperti biasa Lian Sen mau berangkat ke kantor. Sevelum berangngka ia mengetuk pintu kamar Lin Lu. Nggak ada jawaban. Lian Sen kembali mengetuknya. Masih nggak ada jawaban. Ia memanggil Lin Lu dan membuka pintunya. Kamar itu sudah kosong. Lin Lu nggak ada di dalamnya. Lian Sen pun segera pergi ke kantor.


Lin Lu masih nggak bisa tenang mikirin Lian Sen. Untungnya ia berlari cukup cepat pagi ini. Kalo sampai dia Shi Zong, maka ia akan ketakukan.

Cindy menggampiri Lin Lu yang terus mengelap kaca dari tadi. Ia memanggil Lin Lu dan menanyakan apa yang terjadi? Kayaknya Lin Lu sudah menggosoknya lebih setelah jam. Seperti nggak sadar Lin Lu malah bilang kalo sepertinya ia harus menggosoknya setengah jam lagi. Ha? Cindy nggak ngerti. Ia lalu milih pergi meninggalkan Lin Lu.



Maggie mendatangi Lian Sen dan memberikan laporan investigasi. Lian Sen membacanya. Maggie memberitahu kalo mereka dan orang yang menghitung barang hari itu sudah berdiskusi. Orang terakhir yang pergi dari toko adalah manajer Liang Zhi dan nona Lin.

Lian Sen tampak nggak nyangka mendengarnya. Maggie melanjutkan kalo 3 lembar pertama adalah perbandingan sampel yang dibuat setelah produk palsu didaur ulang. Dan yang selanjutnya adalah statistik kunjungan pelanggan yang mengembalikan barang palsu.

Semua bukti menunjukkan kalo semua bukti menunjukkan kalo insiden barang palsu itu terkonsenteasi pada manajer toko Liang Zhi dan nona Lin. Selain itu mereka juga menemukan penemuan baru. Sebelumnya manajer Liang melakukan pertemuaj pribadi dengan Sally. Lian Sen memikirkan dengan serius apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


Lin Lu masih membersihkan kaca. Cindy memanggilnya dan menunjukkan sebuah berita padanya. Lin Lu mendekat dan melihat berita kalo sejak Huanzhen diterpa masalah barang palsu, harga sahamnya sudah berulang kali jatuh. Dan Huanzhen belum menemukan solusi tang efektif untuk kasus itu sehinggak kasus itu masih bergejolak dan tekanan dari para investor makin meningkat. Kedepannya Huanzhen akan menghadapi krisis yang lebih besar.

Lin Lu merasa khawatir. Cindy melanjutkan kalo Fangshi Group selalu bekerja sama dengan Huanzhen dan apakah Fangshi Group akan membantu Huanzhen, adalah fokus semua orang saat ini. Lin Lu menangkap kalo dia telsh salah paham pada Lian Sen.

Maggie kembali ke mejanya dan menelpon Lin Lu. Ia meminta Lin Lu untuk datang ke kantor Presdir saat ini juga. Lin Lu mengiyakan. Ia akan kesana.


Nggak lama kemudian Lin Lu sampai. Maggie mengantarnya masuk lalu meninggalkannya bersama Lian Sen. Lian Sen mempersilakan Lin Lu untuk duduk. Lin Lu mengatakan kalo itu nggak perlu. Ia meminta Lian Sen untuk langsung mengatakannya kalo memang ada yang ingin ia katakan. Ia akan mendengarkannya.

Lian Sen menugaskan Lin Lu untuk pergi ke toko Cina bagian barat untuk melapor besok. Lin Lu terkejut. Apa maksudnya, nih? Lian Sen memberitahu kalo nggak ada maksud apa-apa. Perpindahan kerja itu hal yang normal. Dan juga untuk menghindari masalah yang nggak perlu.


Lin Lu nggak ngerti,masalah apa? Dimana masalahnya? Apa Lian Sen pikir kalo dia dalam masalah? Lian Sen merasa kalo memang seperti itu. Ia bangkit dan menghampiri Lin Lu. Ia menyinggung kalo sejak penandatanganan kontrak apa Lin Lu pernah menyelamatkannya sekali aja? Kalo Lian Sen nggak nyuruh Lin Lu untuk pindah ke rumahnya maka hubungan mereka akan telah lama terungkap.

Lin Lu sudah mau nangis dengernya tapi Lian Sen malah nggak mau berhenti. Ia melanjutkan kalo dari waktu ke waktu Lin Lu selalu terlibat gosip dan membuatnya harus membersihkan kekacauan yang Lin Lu buat. Apa Lin Lu pernah menganggap serius hubungan mereka?

Lin Lu menyatakan kalo dia nggak melakukannya. Ia menatap Lian Sen dan membalikkan. Siapa yang nggak menganggap serius hubungan itu? Lian Sen malah mengklarifikasi kalo dia nggak punya hubungan spesial apa-apa dengan Fang.


Lin Lu mengaku nggak peduli mengenai hubungan Lian Sen dengan Fang. Ia nggak punya masalah jadi kenapa dia harus pergi? Lin Lu duduk dan memberitahu kalo dia nggak akan pergi.

Lian Sen tersenyum sinis dan menanyakan apa itu karena Liang Zhi? Lin Lu mengingatkan kalo itu masalah mereka jadi nggak perlu bawa-bawa Master Liang. Lian Sen tersenyum mengejek. Master Liang? Sejak kapan Lin Lu memanggilnya dengan sangat akrab? Dia nggak tahu kalo mereoa berdua adalah pasangan.

Lian Sen memanggil Lin Lu dengan nona Lin. Ia mengingatkan kalo saat mereka menandatangani kontrak pertama kali? Lin lu balik menyindir, apa kontrak memberitahu Lian Sen untuk mengganggu kehidupan pribadinya? Lian Sen mengaku nggak tertarik untuk mencampuri kehidupan pribadi Lin Lu.


Lian Sen duduk di kursinya. Ia memberitahu Lin Lu kalo ia terlalu dekat dengan Liang, maka itu akan mempengaruhi hubungan mereka, dan juga akan berdampak juga buat Huanzhen. Ia berharap Lin Lu bisa mempethatikan hal itu.

Lin Lu tersenyum dan mengatakan kalo Lian Sen hanya peduli pada keuntungan Huanzhen dan nggak pernah mengerti apa yang ia pikirkan. Lin Lu memberitahu kalo ia tumbuh bersama dengan Liang

Lian Sen nggak suka mendengarnya. Ia buru-buru memotong dan bilang nggak tertarik mendengarnya. Ia menegaskan kalo penempatan kerja Lin Lu adalah keputusan perusahaan. Lin Lu menyindir kalo keputusan Lian Sen nggak cukup? Lian Sen membenarkan. Lin Lu merasa kalo itu nggak masuk akal. Ia lalu pergi.

Maggie masuk ke ruangan Lian Srn setelah Lin Lu pergi. Ia menyinggung tentang masalah produk palsu. Lian Sen yang lagi ga mood melarang Maggie untuk ngomong. Ia yang akan menyelesaikannya. Maggie mengiyakan. Ia lalu keluar.

Lin Lu kembali ke toko. Ia menemui Liang dan memberitahu kalo hari ini dia libur. Ia akan pergi dulu. Liang mengajak Lin Lu untuk makan. Lin Lu menolak dan mengaku masih punya urusan. Ia lalu pergi.

Ponsel Liang bunyi. Maggie menyuruhnya untuk datang ke kantor Presdir. Ada yang ingin dibicarakan. Liang mengiyakan.


Liang menemui Lian Sen dan langsung disodori laporan investigasi. Lian Sen menanyakan apa yang ingin Liang katakan? Liang nggak ngerti apa malsudnya. Lian Sen mengatakan kalo Liang tahu jelas kalo pihak yang oaling diuntungkan adalah Sally. Dan ia nggak perlu mengatakan apa hubungan Liang dengan CEO Sally.

Liang mulai mengerti dan menuduh kalo Lian Sen sengaja ingin menjebaknya. Lian Sen santai. Ia nggak selicik yang Liang pikirkan. Seperti apa sebenarnya ia dan Liang sudah sama-sama tahu.

Liang tersenyum mengejek dan menanyakan apa Lin Lu sengaja melakukannya untuk Lin Lu? Lian tersenyum seolah mengiyakan. Ia mengatakan kalo Lian bisa keluar. Liang nggak ngerti apa artinya keluar? Lian Sen menekankan kalo itu adalah akhir dari masalah ini.

Liang menyuruh Lian Sen untuk melakukannya. Tapi ia sama sekali nggak ingin menjelaskannya lagi. Katakan apa yang ingin lakukan? Lian sen tersenyum. Sederhana saja. Ia nggak ingin membuat pacarnya sedih.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate