Thursday, April 4, 2019

Published April 04, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 13 part 1


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu pulang dan mengemasi pakaiannya. Dari wajahnya kelihat jelas kalo itu berat banget buat dia. Ia menemukan buku dari Lian Sen saat menjelang hari ulang tahun ayahnya dulu. Tiba-tiba senyumnya mengembang. Ia memasukkannya ke dalam koper. Setelah semuanya masuk koper ia malah nangis.

Lian Sen turun dari kamarnya dan berpapasan dengan Lin Lu yang sudah mau pergi. Mereka saling menatap tapi nggak ada yang mau ngomong. Mata keduanya tampak sama-sama merah. Lin Lu memaksakan senyumnya lalu pergi duluan. Lian Sen juga diam aja dan nggak ada niat buat ngejar Lin Lu.


Maggie menemukan sesuatu dan menelpon Lian Sen. Ia memberitahu kalo apa yang mereka posting membuat opini publik bekerja dengan baik. Sallt sudah tersudut. Lian Sen hanya mengiyakan tapi sama sekali nggak terlihat senang.


Lin Lu datang ke rumah sakit. Lin Cheng malah bertanya kenapa kakaknya datang? Kemana kakak ipar? Lin Lu bukannya menjawab malah memarahi Lin Cheng yang main game mulu. Lin Cheng bertanya lagi kenapa kakaknya bawa koper?

Ibu juga menanyakan hal yang sama. Mereka nggak lagi berantem, kan? Lin Lu tersrnyum dan berbohong kalo dia punya waktu luang selama 2 hari. Ia merasa kalo ibunya selalu sulit kalo merawat adiknya. Ia menawarkan untuk menggantikan ibu dan menyuruh ibu untuk istirahat.

Ibu memberitahu kalo Lin Cheng akan pulang besok jadi Lin Lu nggak perlu membantunya. Ibu menasehati kalo bertengkar dengan pasangan itu hal yang biasa. Ibu juga seperti Lin Lu dulu saat masih muda. Dulu ibu selalu bettengkar dengan ayahnya tapi sekarang masih baik-baik saja.


Lin Lu mengaku nggak ingin kembali. Ibu bangkit dan membisiki Lin Lu kalo pertengkaran pasangan adalah pertengkaran antara 2 sudut tempat tidur.

Ia menyuruh Lin Lu untuk mengajak Lian Sen makan bersama karena Lin Cheng akan pulang besok. Ibu menjanjikan kalo ia akan memberi cara ampuh buat Lin Lu dan yakin kalo Lin Lu bisa melakukannya.

Ibu mendorong Lin Lu agar segera pergi meski Lin Lu nggak mau. Ibu lalu menyuruh Lin Lu untuk ke rumah Jing Jing dan menginap di sana selamam. Tapi besok Lin Lu sudah harus kembali ke rumah Lian Sen. Lin Lu terpaksa pergi karena disuruh sama ibu.


Lin Lu berjalan tak tentu arah. Ia kesal karena ibunya juga nggak peduli padanya. Hhh, itu kan hanya masalah kemana ia akan tidur malam ini. Menurutnya itu bukan masalah besar.

Tiba-tiba roda kopernya lepas. Lin Lu nengambilnya lalu membantingnya. Ia lapar dan tetap menarik kopernya paksa.


Lin Lu datang ke tempat makan yang pernah ia datangi bersama dengan Lian Sen dulu. Tuan pemilik restoran menyajikan makanan ke Lin Lu dan mengenalinya. Ia ditanyai kenapa datang sendirian? Dimana pacarnya?

Lin Lu memberitahu kalo dia bukan pacarnya. Bukan? Menurut pria itu mereka tampak sangat cocok. Lin Lu malah merasa kalo itu nggak mungkin. Dia nggak akan bisa cocik dengan orang yang makan makanan barat tiap hari.

Ia mengangkat mangkuk makanannya dan memberitahu kalo dia lebih cocok dengan mangkuk Mala Tang itu. Pria itu mengiyakan lalu mempersilakan Lin Lu untuk makan.


Lin Lu malah jadi ingat lagi sama Lian Sen. Saat itu Lian Sen meletakkan berlembar-lembar tissue di atas tempat duduknya. Lian Sen juga membersihkan meja di hadapannya. Ia memberikam makanannya pada Lian Sen dan menyuruhnya untuk mencicip.

Lian Sen melihat makanan itu dan seperti takut untuk memakannya. Lin Lu jadi sedih. Gimana mungkin Lian Sen melihatnya? Ia mengambil sumpitnya lalu makan.


Lian Sen memutar piring hitam. Lagunya sedih amat, yak? Tiba-tiba bel pintu bunyi. Zichen yang sedang mabuk masuk. Ia memberitahu kalo apa yang ia katakan kemarin, ... .

Mereka pakai celana yang sama dari kecil sampai dewasa, ... . Menurutnya Lian Sen jahat karena nggak menghiburnya padahal ia sedang kehilangan cintanya. Lian Sen membentaknya dan mengatakan kalo Zichen nggak pernah jatuh cinta.


Lian Sen meninggalkan Zichen dan duduk di mini barnya. Zichen menyusulnya. Ia mengambil gelas dan meminum anggur. Lian Sen menegurnya yang masih ingin minum. Zichen nggak peduli. Ia nggak akan bisa bicara tentang cinta kalo nggak sambil minum. Zichen minum segelas dan meminta Lian Sen untuk minum juga.

Lian Sen menolak. Dia nggak minum. Zichen tersenyum mengejek dan mengungkit tentang hubungan Lian sen dengan Lin Lu yang saling jatuh cinta. Ia penasaran secepat apa mereka berdua jatuh cinta? Ia merasa kalo kemajuan mereka sangat cepat. Lian Sen memalingkan wajahnya dan nggak berniat untuk menjawab.

Zichen melanjutkan kalo mereka saling mengenal 2 bulan lalu hidup bersama. (What? Dua bulan? Wah, berarti tinggal sebulan lagi?) Ia memperkirakan kalo 2 bulan lagi mungkin mereka akan punya anak. (Hahaha... lucu, nih. Hamil aja perlu waktu dua bulan??!! Hadeuh).


Lian Sen mengambil gelasnya lalu minum. Zichen meratapi hubungammya dengan Fang yang sudah saling kenal selama 20 tahun tapi masih jalan di tempat. Lian Sen nggak mau menanggapi dan menuang minumannya kembali.

Zichen merasa nggak habis pikir kenapa wanita menyukai wanita berdarah dingin seperti Lian Sen? Lian Sen menatap Zichen tajam. Zichen malah nggak mau berhenti padahal Lian Sen sudah nampak marah. Ia malah mengulurkan tangannya dan mencubit pipi Lian Sen.


Lian Sen menyingkirkan tangan Zichen dan mengatakan kalo dia mabuk. Ia bangkit dan menghampiri Zichen. Ia akan mengantarnya pulang. Zichen memberitahu kalo dia nggak mabuk. Dia juga nggak mau pulang.

Ia malah menunjuk-nunjuk Lian Sen dan mengingatkan kalo Lian Sen hanya punya sedikit teman. Kenapa dia merasa kesal pada dirinya sendiri? Zichen meminta Lian Sen untuk memberinya beberapa pengalamannya. Kalo enggak ia akan mengutuk supaya Lian Sen putus sama Lin Lu.

Diingatkan tentang Lin Lu membuat Lian Sen kembali sedih. Ia mengambil gelasnya dan minum lagi. Zichen mengingatkan kalo Lian Sen kan nggak mau minum? Zichen memperhatikan Lian Sen dan merasa kalo ada yang salah dengan ekspresi Lian Sen. Apa itu karena ucapan mulut gagaknya?


Zichen menutup mulutnya. Tiba-tiba ia mengeluh kalo perutnya terasa sakit. Lian Sen memapahnya dan akan membawanya ke rumah sakit. Zichen menolak dan malah minta Lian Sen untuk memberitahu Fang kalo dia cinta sama Fang. Lian Sen nggak menggubrisnya dan menariknya ke rumah sakit.


Lin Lu sudah memakan habis Mala Tangnya. Liang datang dan memesan Mala Tang ia ingin bibi menambahkan selada dan mie instan ke dalam Mala Tangnya.

Lin lu memperhatikan Liang dari belakang dan memanggilnya. Liang menghampiri Lin Lu dan duduk di depannya. Sebenernya dia sudah lihat Lin Lu dari tadi. Lin Lu menanyakan kenapa Liang ada disana. Liang malah balik nanya, kenapa Lin Lu disana?


Lin Lu memberitahu kalo sebenernya hatinya merasa nggak nyaman setelah Liang pergi. Dia merasa nggak sanggup buat lihat Liang lagi. Liang menenangkan. Ia memberitahu kalo ia akan selalu jadi master Liangnya Lin Lu. Jadi jangan memikirkan masalah yang sudah lalu.

Liang lalu menanyakan kabar Lin Lu belakangan? Lin Lu memberitahu kalo dia baik-baik saja. Lin Lu gantian nanya, Liang gimana? Sudah mendapatkan pekerjaan baru? Liang nggak enak mau jawabnya. Dia kerja di Sally.

Lin Lu kaget dengarnya. Maksudnya Sally yang selalu mengincar Huanzhen? Liang seperti merasa nggak nyaman. Lin Lu mengaku merasa lega dengar Liang sudah dapat pekerjaan. Itu membuatnya sedikit merasa lebih baik. Tapi kedepannya mereka akan bersaing.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate