Sunday, April 7, 2019

Published April 07, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 17 part 1


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lian Sen masuk ke kamar Lin Lu dan menemukannya sudah tertidur. Ia tersenyum lalu mendekat. Ia membelai rambut Lin Lu lalu menciumnya. Ia mengangkat tubuh Lin Lu dan memindahkannya ke tempat tidurnya. Lian Sen lalu mengambil catatan Lin Lu dan membawanya.

Lin Lu terbangun keesokan harinya. Bahkan dalam tidurnya ia masih mengigau abandon, menyerah. Ia bangun dan bingung kenapa bisa ada di tempat tidur lagi? Apa mungkin Lian Sen yang sudah memindahkannya? Ia kembali tidur. Baru sebentar lalu bangun lagi dan meninggalkan kamarnya.


Lin Lu turun dan melihat ada banyak makanan di dapur. Ia membuka tutupnya dan menduga kalo Lian Sen merasa bersalah padanya makanya menyiapkan banyak makanan. Ia lalu mengambil tomat dan memakannya.

Di sebelah makanan ada catatannya untuk interview. Dan ternyata Lian Sen juga sudah mengerjakannya. Lin Lu senyum-senyum. Lian Sen membuatkannya sarapan dan membuatkan catatan untuknya. Ia merasa kalo ia harus melakukan sesuatu untuk itu.



Liang melakukan konferensi pers untuk peluncuran produk terbaru Sally. Mereka menggabungkan perawatan kulit yang berbeda. Dan selama bertahun-tahun mereja terus membuat terobosan dan terus berinovasi.

Dan perawatan kulit terbaru adalah seri Ksatria. Terbuat dari 100% ekstrak tumbuhan asli. Mengandung bunga mawar hitam, ekstrak Snow Lotus Tianshan dan ekstrak dari lebih dari 10 tanaman lainnya.


Di kantornya Lian Sen juga melihat peluncuran produk baru Sally. Liang mengungkapkan kalo alasan mereka menamainya seri Ksatria adalah karena group Sally selalu menganggap semua konsumen mereka sebagai seorang putri.

Mereka berharap kalo produk baru mereka bisa memanjakan para putri dan mampu merawat kulit mereka dengan baik. Dan membuat mereka bahagia.


Di rumah Lin Lu memasak banyak makanan. Ia akan membawakan semua makanan itu untuk Lian Sen. Ia melakukannya untuk membalas kebaikan Lian Sen karena telah membantunya membuat catatan dan membuatkannya sarapan tadi pagi.



Di tempat konferensi pers, seorang wartawan menanyakan apakah seri Ksatria adalah ide Liang sendiri? Liang menjawab kalo inspirasi seri Ksatria adalah karena di setiap hati seorang pria ada seorang putri yang ingin ia jaga secara pribadi dan di sisi sang putri ada Ksatria.

Wanita yang berdiri di samping Liang menanyakan apakah Liang sedanh membicarakan Lin Lu, juru bicara Huanzhen? Ia mendengar kalo mereka adalah teman lama yang tumbuh bersama sejak kecil. Para wartawan langsung heboh. Lian Sen yang masih melihat berita itu merasa kesal.

Liang meminta maaf karena nggak bisa menjawabnya. Ia menutup sesi pertanyaan dalam acara itu. Ia merasa nggak nyaman kalo memberitahu semuanya. Ia hanya ingin menggoda Lin Lu. Dan ia berharap kalo Sally juga mempunyai juru bicara seperti Nona Lin Lu.


Lian Sen marah lalu menutup latopnya. Ia lalu melihat kedatangan  Lin Lu dari kamera CCTVnya. Ia tersenyum dan mau keluar. Ponselnya bunyi. Ia mengangkatnya terlebih dahulu.


Maggie menyapa Lin Lu dan menanyakan apa dia ingin bertemu dengan Shi Zong? Lin Lu mengelak. Ia memberitahu kalo hari ini dia nggak bekerja jadi ia mampir. Lin Lu bertanya apa Lian Sen masih sibuk? Maggie mengiyakan.

Maggie memberitahu kalo Lian Sen menyaksikan video konferensi pers dari Sally tadi. Apa Lin Lu ingin menanyakan sesuatu? Ia akan membantunya menanyakannya. Lin Lu menolak. Ia mengaku baik-baik saja. Ia lalu menitipkan makanan yang ia bawa pada Maggie.

Maggie menerimanya. Lin Lu melarang Maggie untuk mengatakan kalo ia yang membawakan makanna itu. Maggie mengiyakan. Ia lalu menanyakan apa ada hal lain lagi yang harus ia sampaikan pada Shi Zong?

Lin Lu mengaku nggak punya banyak hal untuk dibicarakan dengan Lian Sen. Lin Lu berbalik. Ia berbalik lagi dan mengucapkan terima kasih pada Maggie.



Lian Sen sudah selesai menelpon. Ia melihat video CCTV. Lin Lu sudah pergi. Lian Sen bangkit dan keluar. Ia menanyakan Lin Lu pada Maggie.

Maggie bangkit dan menghampiri Lian Sen. Ia memberitahu kalo Lin Lu baru saja pergi. Apa ia perlu memanggilnya kembali? Lian Sen melarang. Ia lalu kembali je ruangannya.




Maggie mengambil makanan dari Lin Lu dan memberikannya pada Luan Sen. Lian Sen menyuruh Maggie untuk meletakkannya di meja.

Maggie menyinggung tentang acara peluncurab produk baru dari Goup Sally ... . Lian Sen mengaku sudah melihatnya. Ia lalu menyuruh Maggie untuk menghubungi asisten Alan, Direktur eksekutif Gorup Runyi dan mengatur pertemuan.

Maggie mengangguk. Lian Sen juga menyuruh Maggie untuj memesan tiket pesawat ke Italia hari ini karena ia harus segera mengatur kolaborasi antara Cinderella dengan Alan untuk menghindari anggaran ekstra. Maggie mengangguk lalu permisi.

Lian Sen membuka makanan dari Lin Lu. Ia tersenyum melihat makanan paling atas yang bentuknya lucu. Ia lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Lin Lu.


Di toko Lin Lu mau mengirim pesan ke Lian Sen. Ia meminta agar Lian Sen nggak salah paham dan menyuruhnya untuk makan dengan santai. Ah, nggak jadi. Ia menghapusnya dan menggantinya? Terima kasih karena telah membantunya menerjemahkan. Nggak. Ia kembali menghapusnya. Pesan Lian Sen tahu-tahu masuk. Ia ada perjalanan bisnis ke Italia dan akan kembali setelah 3 hari. Hati-hati di rumah.

Cindy menghampiri Lin Lu dan menunjukkan sesuatu di ponselnya. Apa itu benar? Lin Lu mengambiknya dan memnacanya. Ia merasa kalo riwayatnya akan tamat. Ia akan melompat ke sungai kuning dan nggak akan mampu mencucinya.


Lian Sen sedang menyetir sambil menelpon. Ia memberitahu Maggie kalo Cinderella harus bekerjasama dengan pasar Eropa dan pilihan terbaiknya adalah bekerjasama dengan Group Runyan. Mereka memiliki brand pakaian wanita, perlengkapan bayi, departemen store dan lain-lain. Dan juga memiliki kekuatan yang komprehensif dan juga adil. Dengan begitu mereka hanya akan nemiliki konsekuensi kecil kalo mereka berkerjasama.

Lian Sen ingin Maggie untuk menambahkan klausal sesuai dengan apa yang ia katakan lalu memgirimkannya padanya melalui email. Maggie mengiyakan.


Pesawat yang ditumpangi Lian Sen sudah lepas landas. Sementara itu di rumah Lin Lu menonton berita tentang konferensi pers dari peluncuran produk baru Sally. Ia kesal lalu mematikan tvnya. Ia bertanya-tanya apa Lian Sen sudah melihatnya?

Harusnya Lian Sen nggak cemburu saat melihatnya. Eh, ngapain juga Lian Sen harus cemburu? Lin Lu merasa kalo imajinasinya terlalu tinggi. Lagian kan Lian Sen hanya menganggapnya sebagai penyewa jadi nggak mungkin ada salah paham.

Selama ini Lian Sen selalu berhati-hati. Kalopun terjadi salah paham, ia akan menganggapnya menghianati Huanzhen dan pergi ke Sally.

Lin Lu merasa harus memberikan penjelasan. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Liam Sen. Ia menanyakan apa Lian Sen sudah melihat beritanya? Nggak jadi. Lin Lu menghapusnya.

Master Liang... . Nggak jadi. Tentang Sally ia akan menemui Master Liang.. . Nggak jadi juga. Lin Lu menyerah. Mungkin Lian Sen juga nggak peduli.



Lian Sen sudah sampai di Italia. Ia sedang menunggu untuk bertemu dengan Alan. Ponselnya bunyi. Ia membaca beberapa komentar di inteenet. Mereka menanyakan kemana hati Lin Lu akan berhenti saat Ksatria melawan Cinderella. Saat direktur Sally dan juru bicara Huanzhen bertemu, presdir Huanzhen malah pergi ke luar negeri untuk menenangkan diri.

Lian Sen kesal ia lalu beranjak dan duduk. Nggak lama kemudian masuk komentar lainnya. Produk terbaru Ksatria Sally menawarkan cinta untuk juru bicara Huanzhen. 2 perusahaan raksasa kecantikan sedang bertarung mengambil hati wanita. Lian Sen makin kesal. Ia lalu mengubah mode ponselnya menjadi hening.

Lian Sen kembali teringat konferensi pers Liang yang mengaku ingin menggoda Lin Lu. Tiba-tiba pesan Lin Lu masuk. Karena ponselnya di silence dia jadi nggak lihat. Dan juga pada saat yang sama sekretaris Alan datang dan memintanya untuk menemui Alan.


Di rumah Lin Lu juga membaca komentar-komentar itu dan jadi makin frustasi. Tiba-tiba bel pintu bunyi. Lin Lu senang. Ia mengira kalo Lian Sen yang datang. Sesaat kemudian dia sadar kalo Lian Sen sedang melakukan perjalanan bisnis dan akan pulang 3 hari lagi.

Lin Lu bangkit dan membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Fang. Lin Lu mempersilakannya untuk masuk. Lin Lu menanyakan apa Fang ingin menemui Zichen?


Fang memberitahu kalo ia ingin menemui Lin Lu. Karena Lian Sen sedang ada perjalanan bisnis maka Zichen nggak akan ada di sana jadi ia bisa menemui Lin Lu.

Lin Lu tersenyum dan menuangkan minum untuk Fang. Ia menyampaikan kalo Fang bisa datang kapanpun kalo ingin menemuinya, nggak perlu mengkhawatirkan Shi Lian Sen.

Fang tersenyum dan meledek Lin Lu nggak peduli sama Lian Sen? Lin Lu nggak menjawab. Fang melihat berita yang sedang Lin Lu baca dan menanyakan kenapa Lin Lu membacanya? Ia memberitahu kalo Sally selalu melakukan gerakan kecil jadi Lin Lu nggak usah terlalu memikirkannya. Ia menenangkan kalo semuanya akan membaik saat Lian Sen kembali.


Lin Lu tersenyum menatap Fang dan berterima kasih. Fang malah merasa sebaliknya. Harusnya dia yang bilang terima kasih. Lin Lu heran. Terima kasih untuk apa? Fang memberitahu kalo karena Lin Lulah dia bisa melihat perasaan Lin Sen padanya.

Lin Lu melarang Fang untuk mengatakannya karena sebenarnya ia selalu merasa bersalah. Fang menggenggam tangan Lin Lu dan melarangnya untuk berpikiran seperti itu. Ia memberitahu kalo dia bukanlah seorang pecundang. Dan juga ia dan Lian Sen memiliki cerita yang panjang.

Fang menceritakan kalo saat ia kecil, ia melihat seorang gadis usia 5 tahun di taman melihat seorang anak membawa boneka di tangannya. Dia ingin mendapatkan boneka itu. Orang tua anak itu mengatakan pada anaknya kalo mereka akan membelikan boneka yang sama persis. Anak itu menolak. Orang tua anak itu lalu menghabiskan uang 50 kali lipat untuk membeli boneka anak itu.


Lin Lu terkejut. 50 kali lipat? Fang mengangguk membenarkan. Ia memberitahu kalo anak itu adalah dirinya. Lin Lu malah makin terkejut.

Fang melanjutkan kalo dari kecil sampai dewasa ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Mungkin karena ia berpikir harus bersama dengan Lian Sen, maka ia terus mengejarnya. Nggak peduli apakah Lian Sen menyukainya apa enggak.

Tapi saat ia ke luar negeri beberapa waktu yang lalu, ia bertanya pada diri sendiri. Sebenarnya apa yang ia sukai dari Lian Sen? Tapi ia nggak menemukan jawabannya. Ia merasa seperti boneka itu. Ia hanya ingin mendapatkannya karena anak itu nggak mau memberikannya.


Sekarang ia sudah menyadari siapa orang yang ia sukai. Kenapa ia menyukainya, .. . Lin Lu menebak kalo orang yang Fang maksud adalah Yan Zichen. Sstt! Fang meminta Lin Lu diam. Mereka tertawa.

Fang melanjutkan kalo orang yang tadinya ia anggap sebagai udara sebenarnya telah berada di sana sepanjang waktu. Ia hanya nggak menyadarinya dan malah mengabaikannya. Fang menasehati kalo harusnya Lin Lu dan Lian Sen juga memahaminya.

Lin Lu menyangkal. Ia memberitagu kalo perasaan diantara mereka sebenarnya sangat biasa. Ia juga sangat biasa. Fang malah merasa sebaliknya. Menurutnya Lin Lu sangat imut. Lin Lu hanya tersenyum mendengarnya.

Fang bertanya apa Lin Lu nggak ada acara hari Minggu nanti? Ia mengajak camping. Lin Lu mengangguk setuju.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate