Sunday, April 21, 2019

Published April 21, 2019 by with 8 comments

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 22 part 3


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu akan keluar negeri. Ibu mengantarnya bersama Liang. Ibu menasehati agar Lin Lu mengabarinya saat disana. Lin Lu mengiyakan. Ibu meminta Lin Lu agar nggak mengkhawatirkan dirinya dan Lin Cheng. Jangan lupa makan. Lin Lu kembali mengiyakan.

Liang berpesan agar Lin Lu mengabarinya kalo memerlukan uang. Ia akan mengirinkannya. Kalo ia punya waktu ia akan berkunjung kesana. Lin Lu juga nggak perlu mengkhawatirkan ibunya. Ia yang akan menjaganya. Ibu berterima kasih pada Liang.

Lin Lu melihat sekitar. Tapi orang yang dia tunggu nggak tampak.


Fang dan Zichen datang bersama-sama. Mereka menghampiri Lin Lu. Zichen menelpon Lian Sen dan memintanya untuk datang ke bandara. Sayangnya telponnya mati.

Fang menyapa ibu lalu memeluk Lin Lu. Ia berpesan agar Lin Lu jaga diri baik-baik. Jangan sampai putus hubungan. Lin Lu mengangguk.


Fang menatap Zichen dan bertanya apa dia mau bilang sesuatu? Kalo enggak Lin Lu akan segera berangkat. Zichen mengatakan hal-hal yang nggak penting. Yang sebenarnya dia hanya ingin mengulur waktu sampai Lian Sen datang.

Fang memotong dan melarang Zichen mengatakan omong kosong. Mereka berdua malah jadi bertengkar dan membuat Lin Lu jadi tersenyum.


Lin Lu segera beranjak dan nggak memperdulikan Zichen yang memintanya untuk menunggu lagi.

Zichen kembali menelpon Lian Sen dan mengabarkan kalo Lin Lu akan segera pergi.



Sampai saat terakhir Lin Lu masih menunggu Lian Sen tali Lian Sen nggak datang. Dengan berat hati ia melambaikan tangannya pada ibu, Fang dan yang lain lalu pergi.

Lian Sen tiba-tiba muncul dan melihat kepergian Lin Lu dari kejauhan.


Lian Sen berjalan bersama Maggie. Maggie memberitahu kalo kini opini publik sysah condong ke arah Huanzhen. Ia menanyakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya?

Lian Sen meminta Maggie untuk memerintahkan tokoh-tokoh besar untuk melakukan umpan balik pada penjual dan menginstruksikan Departemen perencanaan untuk segera menyerahkan rencana itu. Juga beritahu manajer unit bisnis luar negeri untuk hadir di ruang pertemuan 10 menit lagi. Maggie mengiyakan lalu pergi.


Di depan toko ada pengumuman kalo produk Huanzhen bisa didapat dengan menukarkan botol kosong. Para pelanggan berdatangan dan menanyakannya. Mereka nggak yakin kalo itu benar. Setahu mereka botol kosong bisa ditukarkan kalo menambahkan uang.

Cindy membenarkannya. Dan gara-gara itu toko jadi ramai banget.


Lian Sen juga mengirimkan email ke karyawannya. Ia berterima kasih pada semua karyawan atas dedikasinya pada perusahaan selama ini.

Berita tentangnya telah memberikan pengaruh buruk pada semua orang. Lian Sen mengaku menyesal. Kedepannya ia berharap kalo semua orang nggak akan melupakan tujuan awal mereka. Ia akan memimpin mereka untuk membuka pasar yang lebih luas.

Huanzhen secara resmi akan membuka pasar di luar negeri. Jadi mereka akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia berharap mereka bisa maju mundur bersama. Dalam waktu dekat mereka akan memenuhi tonggak sejarah baru dan menciptakan era baru.



Lian Sen melihat sudut rumahnya yang menyimpan kenangan bersama Lin Lu. Ia teringat saat menggendong Lin Lu di ruang tengah.

Saat itu mereka sangat bahagia. Tanpa sadar Lian Sen mengukurkan tangannya. Dan seketika Lin Lu menghilang. Lian Sen kembali sedih dan nangis.



Ia lalu melihat dapur dan jadi inget lagi sama Lin Lu. Ingat saat Lin Lu mengajarinya memasak. Lian Sen menghela nafas dan mencoba untuk tegar.


Lian Sen masuk ke kamar Lin Lu. Dia sedih tapi tetap senyum. Nggak sengaja ia menemukan sepucuk surat di atas tempat tidur. Ia mengambilnya, membukanya dan membacanya.

Halo Presdir! Apa kabar?

Saat mengingat pertemuan pertama kita, itu bukan sesuatu yang buruk. Aku pikir kamu lebih dulu menabrak kendaraanku.


Aku membencimu karena sikapmu yang kayak psikopat. Kamu juga ngambil tempat rahasiaku.

Apa ini gara-gara bau busuk yang ada pada dirimu? Atau gara-gara OCD? Insomnia?


Tapi walaupun kamu sangat g*la. Tapi pelan-pelan kamu jadi hangat, lembut dan selalu membantuku, melindungiku.

Kamu membuatku nggak bisa menahan diri untuk memikirkanmu. Saat aku kerja aku mikirin kamu. Saat aku makan, aku mikirin kamu. Saat aku tidur, aku memimpikanmu.


Jadi setelah aku meringkas semua pengalamanku, aku mungkin...mungkin. Aku mungkin menyukaimu.

Shi Lian Sen! Aku menyukaimu.


Lian Sen senyum. Tapi habis itu dia nangis. Senyum lagi, nangis lagi.


Dia melipat surat itu lalu duduk di tempat tidur Lin Lu. Ia menghela nafas panjang lalu senyum. B*doh! Apa kabar?

Sumpah! Drama yang satu ini sesuatu banget buat aku. Ini nih drama yang bikin PV aku naik jadi ribuan. Di drama ini juga iklan aku muncul buat pertama kalinya dan pas drama ini juga iklannya ilang seketika.

Dan pas iklannya ilang aku syok. Sampai blog aku kena cekal sama GA. Tambah syok lah akunya. Sumpah rasanya sakit banget. Lebih sakit ketimbang putus cinta.

Pas ketemu teman-teman, sih aku seneng. Buat sesaat lupa sama masalah ini. Tapi begitu balik ke rumah jadi sedih lagi. Nangis akunya. Para Sunbae sih menyarankan buat diapus aja blognya karena nggak bisa dipasangin GA juga. Pun kalo dikasih yang selain GA juga katanya jangan. Nggak ada yang lebih baik dari GA.

Akhirnya blog aku apus dan jadi tambah down. Tiap malam yang aku biasa kebangun buat nulis dan tiba-tiba jadi nggak ngapa-ngapain. Sedih. Bisanya cuman nangis. Dan jadi males lagi buat ngeblog.

Tapi karena banyak yang nanyain akhirnya aku beraniin lagi buat bangkit. Mulai dari 0 lagi. Pilih nama dan alamat baru buat blog. Aku sampai trauma pakai nama sendiri loh. Dan setelah semuanya siap aku beraniin diri buat daftar GA lagi. Walaupun sampai sekarang masih berupa iklan kosong, sih. Hhh, malah jadi curhat akunya...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Bersambung...
      edit

8 comments:

  1. Tetap semangat...Lanjut terus.....

    ReplyDelete
  2. πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ˜πŸ˜πŸ˜

    ReplyDelete
  3. Semangat terus yah...πŸ˜‡πŸ’ͺfighting...

    ReplyDelete
  4. Semangat terus yah...πŸ˜‡πŸ’ͺfighting...

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Maaf... aku lagi sibuk di Uno Story soalnya. Sampai lupa sama di sini. Duh, jadi malu akunya. Lanjut deh ntar malem.

      Delete


Kehidupan nyata nyapekinπŸ˜₯πŸ˜₯

Luv you πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate