Saturday, April 6, 2019

Published April 06, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 15 part 1


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lian Sen meminta Zichen untuk pergi dari rumahnya dan kembali ke rumah sakit. Ia lalu bangkit dan membukakan pintu buat Zichen.

Zichen mengiyakan. Ia merasa nggak ada gunanya juga memberitahu Lian Sen. Ia meminta Lian Sen untuk mempelajarinya pelan-pelan lalu pamit. Ia akan berlibur.


Anak CEO Li (aku lupa lagi siapa namanya) melihat berita tentang putusnya hubungan Lian Sen denga Lin Lu dan tersenyum.

Liang tiba-tiba masuk dan menanyakan gimana berita itu bisa muncul? Anak CEO Li memberitahu kalo dia juga ingin tahu. Ia malah mengira kalo itu adalah langkah yang Liang buat.

Ia menyindir kalo tadinya ia memganggap Liang terlalu tinggi, tapi ternyata kemampuannya nggak bisa melakukan hal hebat. Ia merasa kalo departemen Humas yang ada di bawah kepemimpinan Liang nggak dibutuhkan. Apa ia harus memberikan rekomendasi ke ayahnya untuk membubarkannya saja?


Liang merendah kalo dia emang nggak sebaik anak CEO Li. Tapi kalo dia nggak salah ingat, sebelumnya ia nggak berhati-hati dan menimbulkan banyak gosip yang membuat departemen Humas sibuk. Liang duduk dan balik menyindir apa dia harus melakukan hal yang sama pada Li Dong?

Anak CEO Li menatap Liang tajam. Liang melanjutkan kalo posisinya di departemen Humas sangat nggak jelas, dan menanyakan pendapat anak CEO Li. Anak CEO Li menatap Liang dengan tatapan penuh kebencian. Coba saja kalo berani.

Liang berpikir kalo anak CEO Li benar-benar menganggur, karena lebih memperhatikan situasi luar mengenai penilaian terhadap Sally sekarang ini. Kenapa Huanzhen sering dikambing hitamkan dan Sally dianggap sebagai orang di balik layar atas kejadian itu? Ia merasa kalo dirinya adalah orang baik tapi diperlakukan seperti orang b*doh yang suka menipu.

Anak CEO Li mengiyakan kalo Liang bisa melakukan itu. Tapi ia mencoba mengingatkan kalo ikan asin bisa terhempas atau gimana ikan asin bisa berjalan.

Liang tetap tenang. Ia memberitahu kalo tiap orang punya aspirasi sendiri. Dan untuk Sally ia ingin membuat ikan asin dengan otak. Liang tersenyum seolah mengejek lalu keluar.

Anak CEO Li mencoba menerka apa yang Liang katakan. Apa Liang ingin mengatakan kalo dia nggak punya otak? Ia lalu teriak dan menuduh kalo Lianglah yang nggak punya otak.


Lin Lu datang ke kantor Lian Sen dan menyapa Maggie. Maggie menyindir kalo Lin Lu selalu menyapanya kalo ingin tanya sesuatu. Lin Lu merasa nggak enak dan menyangkalnya. Maggie hanya tersenyum. Ia memberitahu kalo Shi Zong terlalu sibuk buat makan.

Lin Lu merasa khawatir dan menanyakan apakah ada sesuatu yang bisa ia lakukan? Maggie merasa nggak ada yang harus mereka lakukan. Lin Lu lalu bertanya apa dia boleh masuk sebentar saja? Maggie memberitahu kalo Shi Zong benar-benar nggak punya waktu sekarang.


Lin Lu merasa kecewa. Ia lalu memutuskan untuk menunggu saja. Maggie mempersilakan. Tapi mungkin itu akan sedikit lama. Lin Lu tersenyum. Ia merasa kalo itu nggak masalah.

Lian Sen tahu tentang kedatangan Lin Lu ke kantornya. Diam-diam ia mengintip Lin Lu dan memotretnya. Lin Lu duduk dan merasa bosan. Ia bangkit dan berdiri di dekat jendela sambil menatap ke luar.

Lian Sen tersenyum dan kembali memotret. Lin Lu merasa bosan dan kembali duduk. Lama-lama Lin Lu merasa mengantuk dan akhirnya tertidur.


Maggie mengetuk pintu ruangan Lian Sen. Lian Sen buru-buru menutup jendelanya lalu kembali ke tempat duduknya. Ia menyuruh Maggie untuk masuk.

Maggie masuk dan bertanya apa Shi Zong beneran nggak mau menemui Lin Lu? Sepertinya hatinya... .

Lian Sen mengaku tahu tentang itu tapi sekarang nggak ada gunanya. Maggie kembali menanyakan apa Lian Sen ingin ia meminta Lin Lu untuk pergi? Lian Sen melarang. Itu terserah Lin Lu. Maggie mengerti lalu pergi.


Lin Lu terbangun tapi Lian Sen belum keluar juga. Ia pun bangkit dan pergi. Sambil menunggu lift terbuka ia ngomong sendiri. Ngapain juga dia peduli pada Lian Sen?

Dia lalu membalas omongannya sendiri kalo Huanzhen seperti itu juga gara-gara dia. Lin Lu jadi dirinya yang lain dan menyalahkan kalo dia lah yang mrmbatalkan kontrak. Lian Sen mengawasi Lin Lu melalui kamera CCTV.

Seorang karyawan lewat dan melihat apa yang Lin Lu lakukan seperti orang g*la. Lin Lu segera menghentikan aksinya kalu masuk lift. Lian Sen sampai geleng-geleng lihatnya.

Lian Sen lalu memanggil Maggie dan memintanya untuk mengirim makanan ke toko. Maggie mengiyakan.


Karyawan toko sedang sibuk. Perut Lin Lu tahu-tahu bunyi. Dia lapar. Cindy tiba-tiba datang bersama para pengantar makanan. Ia meminta semua karyawan untuk meletakkan pekerjaan mereka dan mengambil makanan.

Lin Lu mengambil makanannya dan teringat kalo Lian Sen nggak sempat makan gara-gara sibuk.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate