Tuesday, April 2, 2019

Published April 02, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 9 part 3



Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Produk selanjutnya adalah Cinderella. Lian Sen yang sedari tadi mempehatikan Lin Lu nampak khawatir dan bertanya apa dia baik-baik saja? Lin Lu nggak mengerti kenapa tangannya terasa lemas dan terus bergetar tanpa bisa ia kontrol.

Lian Sen merasa kalo Lin Lu terlalu banyak minum kopi. Ia lalu menyuruh Maggie untuk mrngambilkan air putih untuk menetralkannya.

Maggie mengambil segelas air putih dan membantu Lin Lu untuk minum. Lian Sen merasa kalo pacarnya sedang nggak enak badan. Ia memberitahu pria di sebelahnya kalo ia berencana membawa Lin Lu ke rumah sakit dulu. Apa nggak masalah? Yang lain merasa nggak masalah.

Lian Sen bangkit dan segera membawa Lim Lu pergi. Lin Lu sendiri sudah sangat lemas dan nggak bisa menolak.



Liang datang ke Sally dan bertemu dengan CEO Sally. Ia memintanya agar nggak menghubunginya lagi. Ia nggak akan kembali. Ia berharap kalo CEO Sally bisa mengerti.

CEO Sally menasehati agar Liang jangan keras kepala. Ia masih muda. Ia meminta Liang untuk memikirkannya lagi lalu kembali padanya. Liang mengaku sudah memikirkannya. Ia berharap CEO Sally mengerti apa yang ia inginkan.

Liang berbalik dan bertemu dengan anak CEO Sally yang baru saja masuk. Ia mengatakan kalo wajah Liang jelek sekali. Anak CEO Sally mau bilang sesuatu lagi tapi Liang nggak mau mendengarnya dan langsung pergi begitu saja.


Anak CEO Sally menghampiri ayahnya dan mengadu kalo barusan ia diabaikan. Padahal kan biasanya dia yang mengabaikan orang lain sejak dia kecil. Tapi kenapa Liang lebih sombong darinya?

CEO Sally malah memarahi anaknya yang memanggil Liang seperti itu? Anak CEO Sally merasa nggak enak dan mengaku nggak ingin memberi Liang banyak masalah. CEO Sally makin memarahi anaknya yang mengganggunya dan malah nggak membantunya sama sekali.

Ia lalu memberitahu kalo ia punya cara lain. Ia yakin kalo sudah saatnya Liang pasti akan datang sendiri padanya. Ia akan lihat berapa lama Liang akan bertahan.


Hari sudah malam. Lin Lu bicara dengan Lian sen dan ia menyinggung tentang bisnis Lian Sen tadi... . Lin Lu meminta maaf. Lian Sen memperingatkan agar kedepannya Lin Lu nggak main-main lagi dengan kopi. Lian Sen menutup laptopnya lalu naik ke atas.

Seorang pria pengantar paket datang dan menekan bel. Lin Lu senang lalu membukakan. Lin Lu nggak nyangka kalo paketnya cepat datang. Ia mendapatkannya setelah tandatangan.

Lin Lu membawa masuk paketnya lalu membukanya. Isinya adalah kostum babi. Lin Lu agak sedikit bingung karena yanh ia pesan adalah beruang. Kok yang datang babi? Ia ingin kengembalikannya dan minta uangnya dibalikin.

Ia hampir mengembalikannya ke kotaknya tapi nggak jadi. Hari ini adalah hari ulang tahun Lian Sen. Kalo dilihat lagi, babi juga sangat lucu.


Lin Lu memakai kostum itu dan masuk ke kamar Lian Sen. Lian Sen sendiri sedang bekerja. Lin Lu menghampirinya dan menunjukkan kartu permintaan maaf. Ia minta maaf. Itu adalah salahnya dan kartu terakhir bertuliskan selamat ulang tahun.

Lian Sen sudah hampir tersenyum tapi ia menahannya. Lin Lu lalu menyanyikan lagu ulang tahun sambil menari. Lian Sen hanya melihatnya saja. Sampai Lin Lu selesai menyanyi. Ia nggak bisa menahannya lagi dan tersenyum.


Lian Sen menghampiri Lin Lu dan menepuk kepala babinya. Jelek! Lin Lu melepas kepala babinya dan nggak merasa begitu. Justru ia merasa kalo anak babi itu sangat manis. Lin Lu tahu kalo Lian Sen suka beruang yang ia beli sebelumnya. Jadi ia mencari artikel di internet. Sebenarnya yang ia beli adalah beruang. Tapi nggak tahu kenapa yang diantar adalah babi.

Lian Sen tersenyum. Ia menyindir kalo Lin Lu minta maaf, hanya untuk masalah kecil dibandingkan dengan masalah yang ia buat di rumah. Lin Lu tersenyum dan memberitahu kalo wanita mandiri seperti dirinya punya impian dan karier sendiri. Ia lalu mencontohkan wanita seperti Fang, Maggie,.. .

Lian Sen tersenyum dan memberitahu kalo Lin Lu nggak bisa jadi asistennya. Lin Lu juga nggak mau jadi asistennya. Lian Sen lalu menanyakan apa yang Lin Lu inginkan? Lin Lu lalu memberitahu kalo dia ingin menjadi spesialis make up. Dua tahun lagi ia berencana untuk pergi ke luar negeri untuk belajar kecantikan. Ia juga sudah mendaftar untuk kompetisi kecantikan internasional. Hadiahnya 100.000 yuan.


Lian Sen tersenyum mendengar impian Lin Lu. Kompetisi internasional? Lin Lu mengiyakan. Dalam kompetisi itu, selain mendapatkan pekerjaan, ia juga akan mendapatkan uang. Bukankah itu peluang bagus?

Lian Sen hanya tersenyum. Ia duduk di tepi tempat tidurnya dan mengatakan kalo ia bisa membuka pintu belakang untuk Lin Lu dengan menjadikannya konsultan kecantikan. Kevin akan mengajarinya.

Lin Lu tersenyum mendengarnya. Kevin? Kevin ahli kecantikan intetnasional? Kevin yang banyak bekerjasama dengan artis besar? Lian Sen tersenyum membenarkan.

Lin Lu mengiyakan. Kontes itu bukan apa-apa selama Lian Sen bisa membawanya pada Kevin. Lin Lu memberikan kepala babi dan kartunya pada Lian Sen lalu keluar.

Lian Sen menatap semua pemberian Lin Lu lalu tersenyum.


Malamnya Lian Sen masih belum bisa tidur. Seperti biasa ia menonton tv. Ia lalu melihat kepala babi milik Lin Lu dan merasa kalo dia mirip saka tuannya. Melihat kebiasaan Lin Lu, ia merasa kalo Lin Lu b*doh dan sangat sulit dipahami. Dan sedikit lucu. Ia menata selimutnya dan bersiap untuk tidur.


Paginya Lian Sen mempertemukan Lin Lu dengan Kevin di kantornya. Lin Lu menyapa Kevin ramah dan memperkenalkan diri. Ia adalah penggemar beratnya. Kevin menanyakan berapa orang yang pernah Lin Lu make over?

Lin Lu menghitungnya. Jing Jing, Fang Qiao, pelanggan,... . Lima orang. Ditambah dirinya juga. Dia selalu merias wajahnya tiap hari. Kevin nampak nggak tertarik setelah dengar. Lian Sen memberitahu kalo Lin Lu masih belum berpengalaman. Tapi menurutnya Lin Lu sangat berbakat. Kevin harus mengkhawatirkan itu nanti. Kevin mengiyakan malas. Lin Lu tersenyum mendengarnya.

Kevin memberitahu kalo dia nggak akan melakukannya kalo nggak Lian Sen yang memperkenalkan Lin Lu padanya. Lian Sen mengatakan kalo itu nggak perlu.

Lin Lu langsung menambahkan kalo dia tahan terhadap tekanan. Apapun yang guru Kevin inginkan ia bisa menyuruhnya kapanpun.


Kevin bangkit dan berdiri di depan Lin Lu. Ia memberitahu kalo sebagai penata rias, seenggaknya Lin Lu harus me-make over 10.000 orang. Apa Lin Lu tahu? Lin Lu langsung mengiyakan. Hanya 10.000 orang? Sedetik kemudian dia baru sadar kalo 10.000 orang itu banyak. Dari mana dia bisa menemukan segitu banyak pelanggan?

Lian Sen bangkit dan mengingatkan kalo Lin Lu masih harus pergi ke toko. Lin Lu tersenyum. Ia lalu berterima kasih pada Presdir dan Kevin. Ia pamit dan akan menemukan 10.000 pasukan untuk ia make over. Kevin langsung menatap Lian Sen setelah Lin Lu pergi. Kayaknya dia nggak yakin.


Lin Lu datang ke toko dan menemui Liang. Liang memberinya beberapa informasi yang ia temukan dan menunjukkannya pada Lin Lu. Lin Lu membacanya dan berterima kasih pada Liang. Telpon Liang tiba-tiba bunyi. Ia pamit mau mengangkatnya dulu.

Lin Lu membaca informasi itu lagi. Seorang wanita memakai masker tiba-tiba mendatangi Lin Lu dan marah-marah. Ia minta dipanggilkan manajer toko. Lin Lu memberitahu kalo manajer toko sedang keluar. Kalo ada masalah bisa beritahu dia dulu.


Wanita itu lalu membuka maskernya dan menunjukkan wajahnya. Ia memberitahu kalo tadi pagi dia beli sebuah produk di sana dan mencobanya. Tapi yang terjadi malah wajahnya jadi rusak begitu.

Lin Lu mencoba menenangkan. Kalo itu masalah purna jual, mereka akan membantunya untuk menyelesaikannya. Wanita itu mengiyakan. Dia minta Lin Lu untuk memanggil manajer karena masalahnya belum selesai.

Lin Lu mengambil minum dan memberikannya pada pelanggan itu. Ia memintanya untuk minum dulu lalu beristirahat. Wanita itu malah merasa kalo Lin Lu nggak ngerti. Dia malah memanggil semua pelanggan dan meminta mereka semua untuk melihat wajahnya dan menjelek-jelekkan merek Huanzeng.


Lin Lu menghampirinya dan berusaha menenangkan. Ia membujuk wanita itu untuk minum teh herbal agar emosinya turun. Wanita itu nggak mau dan minta Lin Lu untuk memanggil bosnya. Dimana bosnya? Apa dia harus menunggu sampai malam?

Lin Lu memberitahu kalo bosnya srdang ada urusan dan nggak bisa datang sekarang. Ia menyarankan agar wanita itu memberitahukan masalahnya padanya dulu dan ia akan membantu menyelesaikannya.

Wanita itu menyindir, merasa bersalah? Produk yang dipasarkan memang selalu merk kelas atas tiba-tiba jadi produk kelas menengah dan menggunakan citra wanita biasa. Ia tahu kalo Lin Lu adalah spesialis yang mengambil keuntungan dari orang seperti dirinya.

Lin lu meminta agar wanita itu nggak membuat keributan. Kalo ada yang ingin dikatakan, ia janji akan  menyelesaikan semua masalahnya. Wanita itu nggak mau percaya. Ia melihat foto Lin Lu dan mengenali kalo Lin Lu adalah juru bicara untuk produk yang ia beli. Ia menuduh Lin Lu ambil bagian atas uang haram itu. Ia merasa kalo harusnya orang-orang seperti Lin Lu dapat hukuman yang setimpal.


Lin Lu minta agar wanita itu bicara baik-baik dan masalah akan selesai. Wanita  itu makin menjadi. Ia mengambil gelas teh dan menyiramkannya ke Lin Lu. Lian Sen tiba-tiba datang dan berdiri melindungi Lin Lu. Air itu mengenainya. Wanita itu nampak takut dan nggak nyangka.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate