Saturday, April 20, 2019

Published April 20, 2019 by with 1 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 22 part 1


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lian Sen merasa kalo penampilannya telah berhasil menipu Lin Lu. Kalo enggak maka Lin Lu bisa mengundurkan diri sebagai juru bicara Huanzhen. Lian Sen menuduh Lin Lu ingin membuat skandal dengannya.

Lin Lu makin syok. Nggak mungkin. Pelan-pelan ia mundur. Lian Sen mengingatkan kalo mereka berasal dari dunia yang berbeda.

Lin Lu masih nggak bisa percaya. Lian Sen meminta maaf. Memang nggak seharusnya dia memanfaatkan Lin Lu kayak gini. Ia berharap agar semuanya segera berakhir. Untuk kebaikan Lin Lu dan juga semua orang.




Lin Lu merasa kalo dia pasti sedang bermimpi. Ini pasti nggak nyata. Dia akan pulang dan tidur. Ia meminta Lian Sen untuk menunggunya sampai bangun. Dan semuanya akan baik-baik saja.

Lian Sen nampak kesal dan nemalingkan wajahnya. Lin Lu berbalik dan nyaris jatuh. Lian Sen maju hendak menolong tapi urung.

Lin Lu yang sakit hati bahkan nggak kuat berjalan dan Lian Sen hanya melihat saja. Perlahan-lahan Lin Lu berjalan meninggalkan kantor Lian Sen.


Dan saat Lin Lu nenghilang di balik pintu, air matanya menetes.

Maggie melihat Lin Lu berjalan lungkai dan hendak membantu tapi ditolak.

Lian Sen menangis. Dan semua kenangannya bersama Lin Lu perlahan-lahan menjauh.


Saat mereka di pantai. Kala itu ia menangkap Lin Lu yang terjatuh.


Saat Lin Lu merawatnya yang sedang sakit dan nggak sengaja berciuman.


Saat ia nengucapkan selamat malam pada Lin Lu.

Lian Sen mencoba untuk kuat mengingat Lin Lu nggak akan ada lagi dalam hidupnya.


Liang melihat berita tentang Lian Sen yang melakukan konferensi pers dan mengakui hubungan kontraknya bersama dengan Lin Lu. Mendadak dia merasa nggak tenang karena mengkhawatirkan Lin Lu.



Lin Lu sendiri sedang berjalan nggak tentu arah. Pikirannya kosong dan nggak tahu mau kemana. Hujan tiba-tiba turun dan membuyarkan lamunannya.

Lin Lu berteduh di halte bus dan nangis lagi. Dua orang wanita yang kehujanan juga berteduh disana. Mereka melihat Lin Lu dan menggosipkannya. Lin Lu di buang setelah dimanfaatkan oleh CEO Huanzhen. Lin Lu yang mendengarnya jadi makin sedih.


Hujan makin deras. Ponsel Lin Lu bunyi. Pihak sekolah mengabarkan kalo dia lulus penilaian dan memintanya untuk mengonfirmasi kembali. Apakah dia bersedia untuk belajar?

Lin Lu nggak bilang apa-apa dan menutup telponnya. Dia nggak tahu harus senang apa sedih. Ia menyimpan ponselnya ke dalam tas lalu melihat hujan.



Lin Lu bangkit dan berjalan di bawah hujan. Lian Sen tiba-tiba muncul di belakangnya. Dia sedih melihat keadaan Lin Lu dan mengikutinya.



Lin Lu datang ke rumah Lian Sen dan memintanya untuk keluar. Dia ingin bicara baik-baik. Dia tahu krisis yang dialami oleh Huanzhen memaksa Lian Sen untuk meninggalkannya.

Lin Lu nengaku bisa ngerti dan meminta agar mereka menghadapinya bersama-sama. Selama Lian Sen nggak nyerah, nggak menginginkannya. Lin Lu tahu kalo dia bukan Lian Sen yang dulu lagi.

Lian Sen yang sebenarnya ada di dalam hanya bisa menangis mendengarkan apa yang Lin Lu katakan. Hatinya sakit.


Lin Lu mengingatkan kalo Lian Sen akan marah kalo ada orang yang menggertaknya. Lian Sen selalu melindunginya, bermain game bersama dengan Xiao Cheng, mengakomodasi kekurangan ibunya. Lin Lu mengatakan kalo dia nggak akan nyerah. Jadi Lian Sen juga nggak boleh nyerah segitu musahnya dan mengeluarkannya dari dunianya.

Tangis Lin Lu makin sedih. Nggak peduli seberapa berat selama Lian Sen mengatakannya maka dia bersedia melakukan apa saja.



Lin Lu yang putus asa duduk. Dia memanggil Lian Sen dan memohon agar Lian Sen mau keluar. Ia memberitahu kalo dia nggak seperti dulu lagi yang nggak tahu apa-apa. Dia bukan lagi Lin Lu yang hanya bisa memberinya masalah.

Sekarang dia benar-benar mampu. Dia juga sudah mendapat pemberitahuan dari sekolah kecantikan. Dan di masa datang dia akan mampu menjadi seperti Fang dan membuat keluarga Lian Sen dan para prmegang saham merasa bangga padanya.

Dia akan bekerja keras untuk bisa masuk ke dunia Lian Sen. Dan suatu hari dia akan berdiri di samping Lian Sen. Tangis Lin Lu makin sendu. Dia memohon agar Lian Sen memberinya kesempatan.

Duh, sedih banget ceritanya. Aku aja mpek nangis lihatnya. Nggak tahu apa ceritanya emang sedih banget apa akunya yang cengeng???πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Bersambung...
      edit

1 comment:


Kehidupan nyata nyapekinπŸ˜₯πŸ˜₯

Luv you πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate