Saturday, April 13, 2019

Published April 13, 2019 by with 2 comments

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 19 part 4


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu makan bersama Fang. Fang melihat kalo Lin Lu nggak teelihat baik. Apa Lin Lu masih marah sama Lian Sen?

Lin Lu nggak bilang apa-apa dan hanya menghela nafas. Fang langsung tahu kalo itu pasti gara-gara Lian Sen. Lin Lu nengatakan kalo dia nggak punya hak untuk marah pada Lian Sen.



Fang meminta Lin Lu untuk jujur karena nyuekin Lian Sen itu bukan jalan keluar. Menurutnya Lin Lu harus menunjukkan sikap dan posisinya.

Lin Lu malah nggak ngerti dimana sebenarnya posisinya. Fang menanyakan apa yang membuat Lin Lu murung? Saat masalah muncul, mereka harus segera diselesaikan dan saat Lin Lu bersikap tak acuh dan dingin, itu bukanlah solusi.

Fang memberitahu kalo semua orang menunggu Lin Lu, ada masalah atau enggak. Lin Lu mengangguk dan memakan makanannya.


Lian Sen menunggu Lin Lu di rumah. Dia bersiap menyambut Lin Lu dan berlatih menyatakan cintanya. Aku suka kamu. Serius? Nggak! Ia lalu mencoba mengatakannya dengan lebih santai.

Eh, nggak tepat juga. Bukan gayanya. Balik lagi ke serius. Lian Sen duduk dan memunta maaf soal yang kemarin. Dia nggak bisa nahan lagi untuk mengungkapkan rasa sukanya meski sedikit terlambat.


Lin Lu tiba-tiba pulang. Lian Sen seketika bangkit dan menyapanya. Lin Lu nampak lelah. Ia minta agar Lian Sen ngomongnya besok saja kalo ada yang mau diomongin.

Ia mau naik ke atas tapi Lian Sen menahannya. Apa Lin Lu sudah makan? Mau makan buah? Lin Lu menolak dan berterima kasih. Ia lalu meninggalkan Lian Sen dan masuk ke kamarnya.

Lian Sen nggak bisa menahannya lagi. Ia memakan buahnya sendiri.


Hari sudah pagi dan Lin Lu masih di tempat tidurnya. Ponselnya bunyi. Lin Lu terpaksa membuka matanya untuk membaca pesan itu.

Dia kesal. Apa sih yang mau dikatakan pagi-pagi gini? Ia bangun lalu keluar.



Lian Sen menunggu Lin Lu di pantai tempat mereka ketemu dulu. Lin Lu datang menghampirinya dan menanyakan kenapa Lian Sen menyuruhnya datang pagi-pagi gini?

Lian Sen nggak bilang apa-apa dan memasang earphone ke telinga Lin Lu. Lin Lu mendengarkannya sambil memejamkan mata saking menikmatinya mendengarkan lagu itu.

Lin Lu lalu menanyakan apa arti lagu itu? (Lah, kirain tahu lagunya. Hadeuh, tepok jidad!) Nothing gonna change my love for you.


Lin Lu mengalihkan dan menanyakan apa yang sebenarnya Lian Sen mau bilang? Lian Sen tiba-tiba nanya apa Lin Lu nggak punya pacar?

Lin Lu melepas earphonenya dan membenarkan. Lian Sen mengakui kalo dia juga nggak punya pacar.

Lin Lu tersenyum lalu mengembalikan earphone Lian Sen. Lian Sen menyimpan earphonenya ke dalam saku lalu meminta Lin Lu untuk bersama dengannya.



Lin Lu langsung menghadap Lian Sen dan memintanya agar nggak membuat masalah. Ia mengingatkan kalo mereka hanya berteman. Nggak lucu, tahu!

Lian Sen tersenyum dan mengaku nggak bercanda. Ia meraih kedua tangan Lin Lu dan menanyakan apa yang Lin Lu pikirkan tentangnya?

Lin Lu tersenyum lalu menarik tangannya. Baginya Lian Sen seperti boy over flower. Raja berlian terkenal dari kota Xiamen. Pria nomor satu yang diinginkan wanita single untuk jadi pasangannya.


Lian Sen tersenyum mendengarnya. Lin Lu melanjutkan kalo ada banyak nol di kartu bank Lian Sen, tapi apa dia pernah menariknya? Dan lagi Lian Sen adalah manusia berdarah dingin, egois, sombong, kekanakan, nggak banyak bicara dan nggak memperbolehkan orang untuk bicara.

Lian Sen nampak nggak suka mendengarnya. Tapi Lin Lu sama sekali nggak mau berhenti. Lian Sen bilang kalo dia nggak terlalu buruk, dan ia merasa kalo Lian Sen sama sekali nggak bahagia. Lian Sen bahkan nggak bisa menikah dengan pasangan yang ia inginkan.


Lian Sen nggak tahu mesti ngomong apa. Sepertinya apa yang Lin Lu katakan pas banget dengannya. Lin Lu tersenyum dan mengatakan kalo sebenarnya Lian Sen sangat baik. Ia sudah berubah.

Lin Lu mengingatkan kalo saat pertama kali dia pindah ke rumahnya Lian Sen, ia bahkan nggak berani bernafas.

Lian Sen memberitahu kalo dia bersedia berubah demi Lin Lu. Dia bersedia datang ke dunianya Lin Lu.

Lin Lu terdiam. Ia mengingatkan kalo ini bukan Aprilmop dan dia nggak akan tertipu.


Lian Sen meraih lengan Lin Lu dan memberitahu kalo hari ini 14 Agustus dan bukannya April mop. Dia juga nggak lagi bercanda.

Dia tahu kalo orang seperti dirinya sudah memakai pakaian terbaik dari kecil, tingdal di tempat terbaik, dan dia nggak peduli dengan perasaan orang lain. Dia juga nggak tahu apa itu perasaan.

Tapi sejak ketemu Lin Lu, pelan-pelan dia sadar dan tahu apa itu perhatian, tindakan, dan cinta. Lin Lu tersenyum menanyakan apa yang sebenarnya ingin Lian Sen katakan padanya?



Lian Sen mengambil sesuatu dari sakunya dan membukanya di depan Lin Lu. Sebuah kalung jam pasir. Maukah Lin Lu menjadi pacarnya?

Lin Lu berbalik dan senang banget dengar pengakuan Lian Sen. Tapi ia harus tenang. Linu kembali menghadap Lian Sen. Ia merasa kalo itu terlalu mendadak jadi ia harus memikirkannya. Siapa tahu Lian Sen punya maksud lain?

Lian Sen menanyakan berapa lama waktu yang Lin Lu inginkan? Lin Lu bilang 3 bulan. Kan Lian Sen bilang kako IQ-nya rendah jadi ia harus memikirkannya dalam waktu yang lama.


Lian Sen nggak setuju dan menawar jadi 30 hari. Lin Lu nggak mau. 20 hari. Lian Sen 10 hari. 5 hari, 3 hari, titik. Lin Lu nggak bisa kalo dikurangin lagu. Dan dalam 3 hari itu Lian Sen harus lulus penilaian agar ia bisa menerimanya.

Lian Sen setuju. Lin Lu mengatakan kalo penilaiannya akan dimulai hari ini. Lin Lu menutup kembali kotak kalungnya dan menanyakan gimana penilaiannya?

Lin Lu ngajak Lian Sen untuk ke supermarket. Lian Sen setuju. Siapa takut? Mereka lalu berlari pergi dari sana.



Sampai di depan supermarket mereka melihat satu pasangan yang wanitanya duduk di kereta belanja dan prianya mendorong di belakang.

Lian Sen langsung tahu kalo Lin Lu juga pingin kayak gitu. Dia berinusiatif untuk menggendong Lin Lu dan meletakkannya di atas kereta belanja.

Awalnya Lin Lu nolak tapi akhirnya dia nurut juga. Malah kelihatannya seneng banget. Lian Sen mendorong Lin Lu ke dalam supermarket.


Nggak lama kemudian mereka keluar lagi dengan belanjaan yang kebanyakan mengandung gula. Lian Sen membalikkan kalo Lin Lu kan sukanya yang manis-manis.

Lin Jie, kita sudah sampai di stasiun. Yuk turun. Lin Lu nggak mau. Lin Jie mau ke pemberhentian selanjutnya.

Lian Sen mengokekan dan mendorong Lin Lu lagi ke tempat lain.


Liang tiba-tiba muncul di belakang mereka dan menatap keduanya dengan tatapan yang kayak jahat banget. Dia nggak suka Lin Lu dan Lian Sen bahagia.

Ia lalu nelpon Li Dong dan akan membahas rencana mereka untuk menjatuhkan Huanzhen dengan lebih teliti lagi.

NB:

Baca juga PERSONA dari IU. Dah episode dua nih. Collector. Tau tuh yang dikoleksi apaan. Klik di sini, ya...😊😊😊

Bersambung...
      edit

2 comments:


Kehidupan nyata nyapekinπŸ˜₯πŸ˜₯

Luv you πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate