Thursday, April 4, 2019

Published April 04, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 13 part 3


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu sudah selesai mengurus kepulangan Lin Cheng dari rumah sakit. Lian Sen dan Zichen menghampiri Lin Lu dan keluarganya. Lin Cheng menyapa Lian Sen sebagai kakak ipar. Zichen langsung sok akrab dan memuji ibu Lin Lu yang cantik dan menyegarkan seperti anaknya.

Zichen mengulurkan tangannya dan mengajak ibu salaman. Dia mau memperkenalkan diri tapi ibu malah memotong. Ibu mengira kalo Zichenlah pacar Lin Lu. Dia tinggi dan tampan seperti yang ia bayangkan. Ibu tahu kalo dia orang sibuk. Nggak seharusnya dia menjemput mereka.


Lin Cheng memanggil ibu dan memberitahu kalo kakak iparnya adalah yang sebelah. Ibu langsung melepaskan tangan Zichen dan menatap Lian Sen. Lian Sen menyapa ibu Lin Lu dan menyalaminya. Ia Shi Lian Sen. Ibu memuji Lian Sen yang lebih lembut. Ia memberitahu kalo sejak kecil Lin Lu punya otak kecil jadi mudah tertipu.

Ibu bersyukur sekarang ada Lian Sen yang bisa merawat Lin Lu di masa depan. Jadi ibu nggak akan khawatir lagi. Lian Sen tersenyum dan mengiyakan.

Lin Lu memberitahu ibu kalo Lian Sen nggak datang untuk menjemput mereka tapi untuk menemui Yan Zichen. Lian Sen lalu menatap Zichen sengit.


Liang tiba-tiba datang. Ia menyapa ibu ramah dan meminta maaf karena terlambat. Lin Lu memberitahu ibunya kalo Lianglah yang datang untuk menjemput mereka. Liang tersenyum. Ia mengiyakan dan akan mengantar mereka pulang. Liang lalu mengambil tas Lin Lu dan membawakannya. Ibu menatap Lian Sen seperti ga nyaman. Ia lalu pergi bersama Liang.

Zichen mengatakan kalo dia merasa Liang adalah menantu keluarga Lin. Nadanya seperti mulut penuh tetatai kuning, nggak bisa meludah dan ga bisa menelan. Kalo dia jadi Sen ge, maka dia akan bergegas mengantar ibu mertua dan adik iparnya ke rumah.


Lian sen malas dengar omongan Zichen. Ia meninggalkannya dan kembali ke kamar rawat. Zhichen mengikutinya dan duduk di dekatnya. Ia memperhatikan wajah Lian Sen dan menilai kalo Lian Sen seperti itu gara-gara menyukai Lin Lu?

Ponsel Lian Sen bunyi. Ada pesan yang masuk. Zichen terus saja bicara tanpa ada tanggapan dari Lian Sen. Ia yakin banget kalo Lian Sen sangat mencintai Lin Lu. Lian Sen menyuruh Zichen untuk mengumpulkan energinya agar ia segera pulih. Setelah itu Lian Sen pergi.

Zichen merasa kalo ia harus memberitahukannya ke Fang. Ia pun mengambil ponselnya dan menanyakan kabar Fang. Nggak jadi. Zichen menghapusnya lalu memberitahu kalo Lian Sen menyukai Lin Lu. Nggak jadi juga.


Zichen menghela nafas. Dia bingung memikirkan gimana caranya agar Fang mau menemuinya. Ia lalu teringat saat Lin Lu datang sambil nangis tadi karena mengira kalo Lian Sen sakit.

Itu memberinya ide. Zichen bangkit dan kembali ke tempat tidurnya. Ia mengambil gambar diri sendiri dengan ekspresi memelas. Ia juga memotret tabung infusnya biar lebih meyakinkan.


Ibu berterima kasih pada Liang karena sudah menjemput mereka. Ia lalu memarahi Lin Lu. Kalo nggak gara-gara Liang ibu pasti akan sangat marah padanya. Lin Lu emang pantas dipukul.

Liang memberitahu kalo ibu salah paham. Ia yakin kalo Lin Lu nggak melakukannya dengan sengaja. Liang lalu memasukkan tas ke bagasi.

Ibu kembali memarahi Lin Lu karena nggak memberi Shi Zong langkah padahal sudah mau menjemputnya. Ibu merasa kalo Lin Lu sangat keterlaluan. Lin Lu mengingatkan kalo dia sudah mengatalamnya beberapa kali kalo dia datang nggak untuk menjemputnya. Ia menyuruh ibu untuk bertanya pada Lin Cheng kalo nggak percaya.


Lin Cheng merasa ga nyaman karena ibu terus ngomong soal Shi Zong di depan Liang. Ia menatap Liang dan tersenyum. Ibu terus saja membela Shi Zhong. Lin Lu nggak akan bisa menemukan orang lain lagi seperti Shi Zong, yang karakternya baik dan juga tampan. Lin Lu malas mendengarnya. Ia meminta ibu untuk segera masuk mobil, di luar panas.

Lin Cheng menghampiri Liang dan memintanya untuk nggak usah khawatir tentang masalah keluarga mereka. Karena sekarang ibunya sedang marah. Liang nggak mengatakan apa-apa dan masuk mobil.


Maggie mendatangi Lian Sen dan menunjukkan sebuah berita di tabletnya. Itu adalah foto yang kemarin. Saat Lin Lu bertemu dengan Liang di restoran Mala Tang. Lian Sen nggak bilang apa-apa. Ia meletakkan tablet Maggie dan membuka laptopnya.

Lian Sen browsing, mencari ciri-ciri seorang pria yang menyukai seorang wanita. Pertama, saat mengobrol dengannya maka kamu akan merespon dengan cepat. Lian Sen merasa kalo dia nggak gitu. Kedua, kamu akan sering bicara dengannya. Lewat, karena dia juga ga gitu.

Tiga, kamu sering mengintipnya dari waktu ke waktu. Lian Sen merasa kalo ciri yang itu masuk. Ia lalu membaca ciri yang keempat. Saat kamu melihatnya kamu akan merasa bahagia. Lian Sen tersenyum karena itu seperti dirinya.

Maggie menatap ekspresi Lian Sen. Lian Sen buru-buru menutup laptopnya lalu menyuruh Maggie untuk membawakannya laporan penjualan Huanzhen yang paling update. Maggie mengiyakan lalu pergi.

Setelah Maggie pergi Lian Sen malah melihat berita tentang Liang dan Lin Lu lagi. Ia merasa kalo inilah saatnya untuk memasang jaring.


Liang mengantar Lin Lu pulang. Lin Lu kesal dengan berita tentangnya. Apalagi para wartawan itu yang asal foto saja. Jelas itu akan mencoreng reputasi. Ia memberitahu Liang kalo komentarnya lebih daru 500 maka ia akan menuntut mereka.

Liang merasa kalo itu ga akan ada gunanya. Menurutnya mereka akan bilang kalo apa yang mereka ambil adalah fakta. Lin Lu merasa kalo dia nggak bisa hanya duduk diam saja. Ia harus mengambil inisiatif.

Liang menenangkan. Ia akan kembali ke perusahaan dan menemukan solusinya. Lin Lu mengangguk dan tersenyum. Ia lalu turun dari mobil Liang.


Lin Lu pulang dan menyapa Jing Jing yang duduk di sofa. Jing Jing bertanya gimana Lin Lu bisa pulang? Lin Lu melepas sepatunya dan memberitahu kalo Liang yang mengantarnya pulang. Jing Jing menanyakan dimana Liang Ge?

Lin Lu memberitahu kalo Liang pergi untuk membantunya mengatasi skandal. Jing Jing kembali bertanya, skandal apa? Kalo Lin Lu melangkahkan kakinya di atas 2 kapal?

Liang membawa minum dan duduk di dekat Jing Jing. Ia membenarkan. Jing Jing makin marah. Ia meminta agar Lin Lu menjauh dari Liang Zhi ge. Lin Lu juga nggak boleh melibatkan Liang ke dalam masalah orang lain.

Lin Lu mencoba menjelaskan kalo itu nggak seperti yang tertulis dalam berita. Jing Jing makin menjadi. Ia menanyakan berapa banyak perahu yang ingin Lin Lu injak? Nggak cukup dengan Shi Zong dan selarang Lin Lu juga melibatkan Liang Ge? Ia mengancam kalo Lin Lu terus seperti itu maka ia nggak akan peduli lagi.

Lin Lu syok. Ia meminta Jing Jing untuk tenang dulu. Kenapa Jing Jing selalu marah-marah tiap kali nyebut nama Liang? Jing Jing mengambil boneka dan mengatakan kalo ia merasa nggak berharga untuk Liang Ge. Liang Ge sangat baik pada Lin Lu tapi kenapa Lin Lu malah melibatkannya dan membiarkannya mengambil plot hitam untuk Lin Lu?

Ia lalu menanyakan status Lin Lu sekarang ini. Apakah Lin Lu adalah pacarnya Shi Zong atau juru bicara Huanzhen? Kalo Lin Lu tinggal di rumahnya sekarang, apa itu pantas? Lin Lu tersenyum dan menenangkan. Ia akan mencari rumah dan segera pindah. Lin Lu lalu bangkit dan pergi.


Liang menemui ayah dan saudaranya. Mereka bersulang. Saudara Liang memuji langksh yang Liang ambil. Saat Huanzhen mendapatkan kembali stok mereka, maka Sally akan naik. Ayah mengingatkan kalo mereka adalah 2 bersaudara. Dan dimasa depan, mereka harus saling mendukung untuk mrngembangkan Sally bersama-sama.

Ayah menyuruh Chaojiang untuk banyak belajar pada Xiao Zhi dan jangan banyak melakukan hal yang nggak berguna. Mereka lalu kembali bersulang untuk kemajuan Sally. Chaojiang menatap Liang seolah nggak suka ayah lebih membanggakan Liang ketimbang dirinya.


Lin Lu keluar dari rumah Jing Jing. Apa yang Jing Jing katakan tadi masih ada di pikirannya. Ia merasa kalo ia adalah reinkarnasi dari Li Zhuanshi. Walaupun ayahnya mengatakan kalo dia adalah bintang keberuntungan, tapi sekarang toh ayahnya sudah nggak ada.

Lin Lu nggak nyangka kalo langkahnya sampai di Huanzhen. Padahal sekarang ia sedang bermasalah dengan Lian Sen. Lian Sen yang mau pulang melihat Lin Lu di luar lalu tersenyum. Ia bersembunyi dan menelpon Lin Lu.


Lin Lu menjawab telpon Lian Sen dan langsung menyinggung tentang foto itu. Dia tahu kalo foto itu sudah membawa banyak pengaruh buruk untuk Huanzhen. Ia meminta maaf dan mengaku nggak bermaksud. Dia nggak tahu kalo saat itu akan bertemu dengan Liang.

Lian Sen tersenyum. Ia lega karena Lin Lu tahu tentang itu. Ia lalu menanyakan apa yang harus Lin Lu lakukan kalo sudah tahu? Lin Lu mengingatkan kalo dia sudah memberitahu tentang hal itu, kalo kontrak mereks sudah selesai.

Lian Sen santai. Dia kan belum tandatangan, jadi Lin Lu masih menjadi juru bicara Huanzhen. Ia meminta agar Lin Lu sedikit menjauh dari Liang Zhi. Lin Lu merasa kalo dia nggak bisa menghabiskan seumur hidupnya untuk kontrak, ia juga harus menjalani hidupnya sendiri.

Lian Sen tersenyum dan mengulangi apa yang barusan Lin Lu katakan. Seumur hidup? Sejak kapan Lin Lu merubah kontrak merdka jadi kontrak seumur hidup? Tapi kalo nona Lin menginginkannya maka ia akan selalu bisa bekerja sama.

Lin Lu menolak. Maksudnya 100 hari. Lian Sen mengingatkan kalo kontrak nggak bisa dibatalkan dalam satu hari dan mengikat pada hari itu juga. Ia lalu menutup telponnya. Ia keluar dan menghampiri Lin Lu.


Lin Lu kesal dan frustasi. Ia berjalan dan hampir menjedodkan kepalanya ke tiang. Beruntungnya Lian Sen langsung menahan kepalanya biar nggak terbentur. Lin Lu melihat tangan itu dan melihat wajah Lian Sen.

Lin Lu panik. Gimana bisa Lian Sen ada di sana? Lian Sen menatap Lin Lu sambil senyum. Kebetulan lewat.

Lin lu aneh, deh. Itu kan kantornya Lian sen, jadi wajar kalo dia ada disana. Yang harusnya nanya tuh lian Sen, ngapain Lin lu ada di sana?

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate