Monday, April 8, 2019

Published April 08, 2019 by with 3 comments

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 18 part 1


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Lin Lu merasa kedinginan dan batuk-batuk. Lian Sen mengambil jasnya dan memakaikannya ke Lin Lu. Lin Lu tersenyum dapat perlakuan seperti itu dari Lian Sen.

Lian Sen memberitahu kalo sekarang sudah malam dan menyuruh Lin Lu untuk tidur di dakam tenda. Lin Lu merasa khawatir pada Lian Sen.

Lian Sen mengatakan kalo dia akan tidur disana. Lin Lu mengatakan kalo dia nggak akan masuk kalo Lian Sen nggak masuk. Enakan juga menghirup udara segar di luar bersama Lian Sen.



Oops!!! Hadeuh, salah ngomong. Lin Lu malu banget dan langsung lari ke tenda. Dia mengintip Lian Sen dan senyum-senyum sendiri.

Lian Sen juga senyam-senyum tahu kalo Lin Lu diam-diam memperhatikannya dari dalam tenda.

Nggak lama kemudian Lin Lu sudah tertidur. Lian Sen menyandarkan kepalanya di pohon dan mencoba untuk tidur juga.



Malam makin larut. Angin bertiup sangat kencang dan membangunkan Lian Sen. Ia mendengar Lin Lu mengigau mengatakan kalo dia nggak bercanda. Ayahnya mengatakan kalo dia adalah wanita paling cantik. Dia bukan bebek jelek.

Lian Sen tersenyum menatap Lin Lu. Ia mendekat dan membenarkan kalo Lin Lu adalah yang tercantik. Ia menyelimuti Lin Lu dengan jasnya. Tiba-tiba tangan Lin Lu nenggenggam tangannya dan meminta agar Lian Sen nggak pergi. Jangan meninggalkannya.

Lian Sen balas menggenggam tangan Lin Lu dan janji kalo ia akan terus bersama Lin Lu. Dia nggak akan pernah pergi. Selama Lin Lu membutuhkannya maka ia akan selalu ada kapanpun dan dimanapun. Ia nggak akan pernah membiarkan Lin Lu sendirian.

Lian Sen melepaskan tangan Lin Lu lalu memasukkan tangan dan kakinya ke dalam tenda. Ia mau menutup pintu tenda, lah, kok resletingnya rusak? Akhirnya ia menyatukannya dengan tangannya lalu duduk di hadapan pintu agar angin nggak masuk dan Lin Lu bisa tidur nyenyak.


Hari sudah pagi. Mereka berempat beres-beres dan bersiap untuk pulang. Lian Sen tiba-tiba batuk dan membuat Lin Lu jadi khawatir. Zichen malah mikirnya kemana-mana. Jangan-jangan gara-gara semalam.  Ia melirik Lin Lu dan menanyakan apa yang mereka berdua lakukan semalaman?

Lin Lu malah tersinggung dengarnya. Itu bukan virus darinya. Zichen malah makin menjadi. Kalo nggak dari Lin Lu apa dari lebah kecil nakal? Dan lagi kenapa mulutnya Lin Lu bengkak?? Fang menegur Zichen agar menutup mulutnya

Lin Lu menatap Lian Sen dan bertanya apa dia sakit gara-gara semalam? Lian Sen nggak bilang apa-apa. Ponselnya bunyi jadi ia mengangkat telpon dulu.



Maggie memberitahu kalo barusan ia menerima email dari Alan. Rencana kerjasama mereka ditangguhkan karena mereka juga punya hubungan dengan Sally. Ia menduga kalo Sally menawarkan sesuatu yang lebih baik dari Huanzhen. Dan sudah pasti Alan akan memilih antara Huanzhen dan Sally.

Wajah Lian Sen mendadak berubah tegang. Ia langsung bangkit dan menutup telponnya. Ia akan ke kantor. Fang menanyakan apa ada masalah dengan kontrak? Lian Sen yang nggak mau Lin Lu khawatir menjawab nggak ada. Ia lalu pergi.


Lian Sen menemui Maggie. Ia batuk-batuk. Maggie khawatir dan bertanya apa Shi Zong baik-baik saja? Lian Sen mengiyakan. Ia meminta Maggie untuk menghubungi asisten Alan dan menanyakan kapan pesawatnya akan tiba.

Maggie mengangguk. Lian Sen melanjutkan kalo ia ingin mereka berada di depan Sally dan melibatkan Alan. Maggie mengiyakan lalu pergi.


Di kantornya Liang, sekretarisnya melapor kalo Alan sangat tertarik dengan produk Ksatria mereka. Liang berpesan pada sekretarisnya kalo kontrak itu nggak boleh dimenangkan oleh Huanzhen. Sekretaris Liang mengiyakan.

Anak CEO Li masuk. Liang lalu menyuruh sekretarisnya untuk keluar. Anak CEO Li marah karena kerjasama dengan Alan adalah pekerjaannya. Kapan ia menyuruh Liang untuk terlibat?



Liang memberitahu kalo itu adalah keputusan ayah. Mereka sibuk jadi lupa ngasih tahu. Anak CEO Li nampak nggak nyangka. Ia mengungkit kalo Liang hanyalah anak h*ram.

Mereka bahkan nggak tahu apa Liang beneran anak ayah apa enggak. Gimana mungkin ayahnya memberikan proyek penting ke Liang?

Liang malah merasa lebih baik diberikan ke anak h*ram daripada diberikan ke orang yang cuman tahu main dengan wanita. Anak CEO Li merasa kalo Lianglah orang yang nggak jelas. Anak h*ram!!!


Liang tersulut. Ia bangkit dan menunjuk-nunjuk anak CEO Li. Ngomong lagi kalo berani!!! Anak CEO Li menyingkirkan tangan Liang dan memberitahu kalo Liang hanya seekor anj*ng di keluarganya. Suatu saat ia akan menyeret Liang.

Anak CEO Li lalu keluar. Liang kembali duduk. Ia lalu mengambil surat kontrak Lin Lu yang ia temukan dulu. Baginya palsu tetaplah palsu. Ia merasa kalo suatu saat Lin Lu akan tahu kalo dialah orang terbaik untuknya.


Ponsel Liang tahu-tahu bunyi. Telpon dari Lin Lu yang ingin datang ke rumah Liang. Liang langsung mengiyakan dan akan segera pulang.


Liang membuatkan mie untuk Lin Lu. Mie spesial ala Master Liang. Lin Lu tersenyum. Ia menatap Jing Jing dan jadi nggak nyaman. Liang menanyakan apa ada masalah? Ia bertanya sudah berapa lama mereka nggak bersama? Ada apa? Apa sulit makan masakan buatannya?

Lin Lu tersenyum dan mengiyakan. Ia akan memakannya. Liang lega Lin Lu mau makan. Ia lalu meminta maaf soal seri Ksatria. Dia sendiri nggak tahu kalo wartawan akan menulis seperti itu dan membuat Lin Lu menjadi nggak nyaman.

Lin Lu menggeleng. Liang melanjutkan kalo dia bersedia menjelaskan ke Lian Sen kalo Lian Sen salah paham. Lin Lu melarang. Tapi ia ingin tahu tentang produk itu. Apa benar itu terinspirasi dari dirinya?



Liang menjelaskan kalo inspirasi sebenarnya adalah dari Jing Jing. Lah, Jing Jing kaget dan nggak percaya. Jelas-jelas orang yang Liang suka adalah Lin Lu.

Liang membenarkan kalo dulu dia memang menyukai Lin Lu. Tapi sejak Jing Jing mengungkapkan perasaannya padanya dan pergi dari rumah, membuatnya menyadari kalo ia hanya menyayangi Lin Lu sebagai adik.

Dia khawatir Lin Lu nggak akan nyaman dengan Shi Lian Sen. Liang menanyakan apa Jing Jing bersedia memberinya kesempatan? Dia akan menjaga Jing Jing seperti Ksatria.

Lin Lu tertawa melihat keduanya. Jing Jing meminta agar Liang nggak berbohong. Liang meraih tangan Jing Jing dan menggenggamnya.

Jing Jing tersipu malu. Liang mengaku nggak bercanda. Dia meminta Jing Jing untuk memberinya kesempatan.


Lin Lu meledek Liang dan Jing Jing yang sudah jadian. Jadi Liang dan Jing Jing saling menyukai? Ia memberitahu Jing Jing kalo kedepannya orang yang akan merasa iri adalah dirinya jadi Jing Jing harus menghiburnya dengan baik. Pikirkan apa yang akan Jing Jing berikan untuk menyuapnya? Jing Jing mengatakan kalo ia akan membuat Presdir mengeluarkan Lin Lu dari rumah hitam.

Liang menanyakan apa Lin Lu kenal Alan? Lin Lu nggak tahu. Siapa Alan? Liang memberitahu kalo Alan adalah aktor asing. Dia sangat tampan. Lin Lu memberitahu kalo Jing Jing suka pria tampan. Jing Jing menyangkal. Liang tiba-tiba mengulurkan tangannya dan membersihkan ujung bibir Jing Jing.


Lin Lu pulang. Dia nggak sengaja dengar Lian Sen batuk-batuk di kamarnya. Ia merasa khawatir dan mau mengetuk pintu tapi nggak jadi. Apa Lian Sen sakit gara-gara kena angin malam?

Ia lalu pergi ke dapur dan membuatkan ramuan untuk Lian Sen. Setelah jadi ia menuangnya ke dalam mangkuk dan membawanya ke kamar Lian Sen.


Lian Sen sedang tidur. Lin Lu meraba keningnya. Panas. Ia lalu menempelkan plester turun panas ke dahi Lian Sen. Lin Lu berada di samping tempat tidur Lian Sen dan menungguinya sampai tertidur.

Agak beberapa lama kemudian Lian Sen bangun. Ia merasa ada sesuatu di dahinya. Plester? Ia membuka matanya dan melihat ada Lin Lu di tepi tempat tidur. Ia tersenyum.


Lian Sen kembali memejamkan matanya dan pura-pura batuk. Lin Lu terbangun dan langsung mendekat menanyakan keadaannya. Baikan? Ia mengambil plester Lian Sen dan meraba dahi Lian Sen. Sudah nggak panas.

Lian Sen mau duduk. Lin Lu dengan setia membantunya dan menata bantal agar Lian Sen bisa bersandar. Lin Lu mengambil ramuannya dan meminta Lian Sen untuk meminumnya selagi panas. Lah, ternyata sudah nggak panas. Lin Lu bangkit mau ngambil yang baru.



Lian Sen melarang dan menarik tangan Lin Lu. Ramuan yang Lin Lu pegang tumpah. Dia ketarik dan nggak sengaja mencium bibir Lian Sen. Keduanya syok.

Lian Sen mendorong Lin Lu dan mengatakan kalo Lin Lu adalah orang yang berbahaya. Lin Lu membantah. Kan yang menariknya Lian Sen.

Lian Sen menyangkal. Lin Lulah yang ke arahnya. Lin Lu kekeuh kalo Lian Sen tadi menarik tangannya. Lian Sen menanyakan apa dia dalam kondisi bisa menarik Lin Lu? Lin Lu nggak bisa bilang apa-apa lagi dan langsung kabur.

Lian Sen memanggilnya. Kenapa Lin Lu melarikan diri setelah menciumnya? Tapi habis itu dia malah tersenyum sambil meraba bibirnya.



Alan sudah sampai di Cina. Ia sedang berjalan lalu mengambil ponselnya dan nggak sengaja menjatuhkan dompetnya.

Lin Lu yang berjalan di belakangnya menemukan dompet itu dan mengambilnya. Di dalamnya ada foto seorang wanita asing dengan seorang bayi. Lin Lu melihat ke sekitar untuk mencari siapa pemiliknya.


Ia lalu melihat seorang pria yang sedang menelpon dan memanggilnya. Dompetnya jatuh. Orang itu adalah Alan. Dia kaget dompetnya ada pada Lin Lu. Lin Lu mengatakan dalam bahasa Ingris klao Alan kehilangan barang itu.

Alan mengambil kembali dompetnya dan membukanya. Ia sangat bersyukur. Itu adalah satu-satunya foto yang ditinggalkan istrinya. Dia sangat berterima kasih pada Lin Lu.

Lin Lu yang nggak begitu paham bahasa inggris asal mengiyakan saja sambil mengangkat jempolnya. Very good. Alan ikutan mengangkat tangannya dan tersenyum.

Ini nih yang paling aku tunggu-tunggu. Kalo tinggal bersama ada adegan sakit-sakitnya dan saling merawat sampai sembuh. Ih, terharu ih. Tinggal nunggu adegan ulang tahun.

Bersambung...
      edit

3 comments:


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate