Thursday, April 4, 2019

Published April 04, 2019 by with 0 comment

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 13 part 2


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

Liang meyakinkan kalo dia nggak akan membidik Lin Lu. Lin Lu tersenyum. Liang melihat koper Lin Lu dan bertanya Lin Lu membawa koper tengah malam hanya untuk makan? Dimana Shi Zong? Lin Lu bingung mau jawab apa.

Liang mengingatkan kalo mereka baru saja bersama masa sudah berakhir? Lin Lu mau menjelaskan kalo mereka,... . Ia menyinggung kalo adiknya akan pulang dari rumah sakit besok. Jadi ia harus menjemputnya.

Liang menawarkan akan menemani Lin Lu besok. Lin Lu merasa kalo itu nggak perlu karena ibunya sudah menyewa mobil. Liang menilai kalo Lin Lu jadi sungkan padanya sekarang. Liang lalu membatalkan pesanannya dan mengajak Lin Lu pergi.


Liang membawa Lin Lu ke mobilnya. Lin Lu menilai kalo mobil Liang sangat mewah. Apa dia menang lotre? Liang tersenyum. Ia memberitahu kalo itu adalah keuntungan yang ia dapatkan dari Sally. Ia mempersilakan Lin Lu untuk naik.

Lin Lu menolak. Dia nggak mau pulang. Liang memaksa mengantar Lin Lu pulang. Lin Lu kekeuh nggak mau. Dia akan jalan saja. Lagian rumah sakit dekat dari sana. Liang mengingatkan kalo sekarang sudah malam. Ia akan mengantar Lin Lu ke rumahnya. Nggak aman kalo sendiri. Liang menarik Lin Lu dan membukakan pintu mobil untuknya.

Tanpa keduanya sadari ada yang mengambil gambar diam-diam lagi.


Liang benar-benar membawa Lin Lu ke rumahnya. Jing Jing senang lihat Liang pulang. Tapi saat melihat kalo Liang pulang bersama Lin Lu, ia pun segera membalikkan badan. Lin Lu merasa nggak enak karena Jing Jing masih marah padanya. Ia mengatakan kalo ia nggak akan masuk.

Liang menarik Lin Lu dan memberitahu kalo sejak Lin Lu pergi, rumah itu terasa begitu dingin dan sunyi. Nggak seperti rumah kalo Lin Lu nggak balik. Jing Jing juga merasa nggak bisa hidup lagi, sendirian di kamarnya dan nggak ada yang ngajak bicara. Iya, kan Jing Jing?


Jing jing memalingkan wajahnya dan nggak mau menjawab. Liang mendekatinya. Ia mengingatkan kalo Jing jing sebelumnya menyesak karena bertengkar dengan Xiaolu dan sekarang ia sudah membawa Lin Lu kembali. Liang menarik Jing Jing agar menghadapnya dan mengingatkan kalo sebelumnya kan Jing Jing selalu bilang nggak ingin bertengkar dengan Xiaolu? Ia menyuruh agar mereka ngobrol berdua.

Liang menarik tangan Jing Jing dan menyatukannya dengan tangan Lin Lu dan mendamaikan mereka. Menurutnya nggak ada yang nggak bisa diselesaikan setelah menjadi saudara selama lebih dari 20 tahun. Jing Jing mengiyakan. Ia menarik tangannya lalu membawa koper Lin Lu dan mengajaknya masuk.

Liang tersenyum lihat mereka sudah baikan. Ia memberitahu Lin Lu kalo Jing jing itu mulutnya seperti pisau tapi hatinya lembut seperti tofu. Ia lalu mendorong Lin Lu agar masuk.


Lin Lu tidur bersama Jing Jing. Sepertinya Jing Jing masih marah padanya. Ia membelakangi Lin Lu dan nggak mau menghadapnya. Lin Lu nggak bisa tidur. Ia bertanya apa Jing Jing sudah tidur? Jing Jing mengiyakan.

Lin Lu menyentuh punggung Jing Jing dengan ujung jarinya. Jing Jing berbalik dan menghadap Lin Lu. Lin Lu tersenyum dan menanyakan apa Jing Jing masih marah padanya? Jing Jing bilang enggak. Kenapa juga dia harus marah? Jing Jing tahu kalo Liang Ge dipecat bukan gara-gara Lin Lu. Liang sendiri yang ingin mengundurkan diri. Ia mengatakan kalo Lin Lu nggak perlu merasa bersalah.

Lin Lu nggak menjawab. Jing Jing melanjutkan kalo gara-gara masalah itu Lin Lu nggak harus merasa canggung dengan presdirnya. Ia menyuruh Lin Lu untuk kembali ke rumah besok kalo memang dia kabur gara-gara itu. Jing Jing lalu membelakangi Lin Lu lagi. Lin Lu sebenarnya masih ingin  bicara tapi karena Jing jing nggak mau maka ia pun tidur.


Dua perawat yang sedang berjaga menggosipkan pasien yang datang
semalam. Kabarnya sangat tampan. Perawat yang satunya mengatakan kalo ia dengar pria itu mabuk karena ditinggalkan oleh seorang wanita. Dan orang yang membawanya adalah Presdir Huanzhen.

Lian Sen tiba-tiba datang dan menanyakan keadaan Zichen pada dua perawat itu. Perawat memberitahu kalo lambung pasien menfalami perdarahan akut karena terlalu banyak minum. Dokter telah melakukan perawatan intensif jadi sekarang sudah dipindahkan ke ruang umum. Lian Sen menanyakan ruangannya. Perawat memberitahu. Ia pun segera kesana.


Lin Cheng yang juga dirawat di rumah sakit itu ternyata mendengar semuanya. Ia mengambil ponsenya dan menelpon kakaknya. Lin Lu sendiri sedang menggosok gigi. Ia mengingatkan kalo Lin Cheng pulang nanti sore, kenapa menelpon sekarang?

Lin Cheng memberitahu kakaknya kalo ia punya berita besar. Ia mendengar kalo dia sering mabuk karena ditinggalkan wanita. Dia mengalami kecelakaan mobil karena berjendara sambil mabuk. Saat ini sedang diselamatkan oleh rumah sakit yang sama dengannya.


Lin Lu syok mendengarnya. Ia pun segera ke rumah sakit. Ia mencari ruangan Lian Sen dirawat karena mengira kalo Lian Senlah yang masuk rumah sakit. Ia menguatkan hatinya dan pelan-pelan membuka pintu itu.

Lin Lu mengira kalo orang yang terbaring disana adalah Lian Sen. Ia menagis. Ia merasa kalo itu nggak mungkin dan meyakinkan diri kalo Lian Sen pasti baik-baik saja. Mungkin hanya mengalami benturan di kepala, sedikit gegar otak atau mungkin juga hanya kaki terkilir.

Zichen yang sedang tidur terbangun karena mendengar suara Lin Lu. Lin Lu melanjutkan kalo patah tulang akan membaik setelah digips. Lin Lu mendekat. Ia meminta agar Lian Sen menyalahkannya. Kalo nggak gara-gara dia maka Lian Sen nggak akan ... .


Seseorang tiba-tiba datang dan memberikan saputangan ke Lin Lu. Dan setelah dilihat ternyata dia adalah Lian Sen. Lian Sen bertanya kenapa Lin Lu nangis? Lin Lu kaget lihat Lian Sen yang ternyata baik-baik saja. Berarti dia siapa?

Zichen membuka selimutnya lalu duduk. Dia meminta maaf pada Lin Lu. Ia bersumpah nggak dengar apa-apa tadi.

Lin Lu merasa malu. Ia lalu memberitahu kalo apa yang ia katakan tadi adalah hal yang ingin ia katakan pada Zichen. Ia dengar dari adiknya kalo Zichen dirawat di rumah sakit jadi ia datang untuk menjenguk. Zichen hanya tersenyum. Dia tahu kalo Lin Lu bohong.


Lin Lu lalu pamit dan meminta agar Zichen istirahat. Ia mau mengurus prosedur kepulangan adiknya dulu. Zichen buru-buru menarik tangan Lin Lu dan menahannya. Yang harusnya pergi adalah dia dan bukannya Lin Lu. Lian Sen tersenyum dengar rencana temannya.

Lin Lu melarang. Menurutnya Zichen masih perlu istirahat. Ia berbalik lagi dan Zichen menarik tangannya lagi. Ia memberitahu kalo dokter menyuruhnya untuk banyak-banyak beraktivitas. Jadi ia akan pergi ke ruang perawat.

Zichen turun dari tempat tidurnya dan mendekati Lian Sen, menyuruhnya untuk bersenang-senang dengan Nona Lin. Semangat!!! Ia lalu keluar. Tapi bukannya benar-benar pergi, Zichen malah menguping di depan pintu.


Lin Lu bingung sejak kapan Lian Sen datang dan kalimat apa saja yang sudah dia dengar? Sesaat kemudian dia yakin kalo lidah berbunyi sebelum hidung bercampur (artinya apa, ya?) Ia yakin kalo Lian Sen pasti nggak dengar. Dan kalopun Lian Sen dengar maka dia juga pasti ga akan ngerti.

Lin Lu mau pergi tapi Lian Sen tahu-tahu menarik tangannya. Mereka saling berhadapan. Zichen membuka pintu sedikit dan mengintip. Lian Sen meminta agar Lin Lu ikut dengannya sebentar. Lij Lu bertanya-tanya  kapan Lian Sen datang?

Lian Sen bilang belum lama. Lin Lu lega. Dia juga baru datang. Ia berpikir kalo lukanya pasti serius. Tapi sepertinya baik-baik saja. Mereka lalu bertanya dalam waktu bersamaan. Lin Lu menanyakan kapan penandatanganan kontrak sementara Lian Sen menanyakan tempat tinggal Lin Lu semalam?


Lin Lu tersenyum dan memberitahu kalo sementara ini dia akan tinggal di rumah Liang. Nanti sore adiknya akaj keluar dari rumah sakit dan ia juga akan mencari tempat tinggal jadi Lian Sen nggak perlu khawatir. Ia janji nggak akan memberitahu orang lain tentang perpisahan mereka. Jadi nggak akan berdampak pada Cinderella.

Wajah Lian Sen berubah jadi serius saat menanyakan kalo Lin Lu ingin membatalkan kontrak. Lin Lu membenarkan. Lian Sen menduga kalo itu pasti karena Liang Zhi. Lin Lu menyangkal. Itu karena dia sendiri yang ingin. Lian Sen tahu sendiri kan gimana situasi ekonominya? Dan tentang uang ganti rugi... .


Liang Sen tahu-tahu menarik tubuh Lin Lu agar lebih dekat dengannya. Ia menatap mata Lin Lu dalam-dalam dan bertanya apa dia pernah mengatakannya? Wajah mereka kian dekat

Tiba-tiba pintunya kebuka. Zichen meminta maaf dan menyalahkan pintu yang nggak kuat padahal dia hanya ingin bersandar. Dia memberitahu kalo nggak dengar apa-apa dan menyuruh mereka untuk melanjutkannya. Dia akan pergi.

Lin Lu melarang. Dia saja yang pergi. Ia juga akan mengurus kepulangan adiknya. Lin Lu pun buru-buru pergi meski Zichen melarangnya.


Lian Sen berniat menyusul Lin Lu tapi Zichen malah melarangnya. Ia nggak bermaksud menguping. Itu karena Lian Sen nggak pernah mengajarinya rahasia mengejar wanita. Jadi dia nggak punya cara lain selain mencurinya. Lian Sen nggak peduli dan pergi.

Emang jitu banget caranya Lin Cheng buat menyatukan Lin Lu dan Lian Sen kembali. Lin Lu cepet banget ke rumah sakitnya. Tapi nggak tahunya yang sakit malah bukan Lian Sen.

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekin๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Luv you ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate