Wednesday, April 17, 2019

Published April 17, 2019 by with 2 comments

Sinopsis Time Teaches Me to Love episode 21 part 2


Semua gambar dan konten bersumber dari iQiyi

CEO Sally dan para dewan akan melakukan rapat tapi Liang mggak juga datang. Nampakmya mereka sudah menunggu lama dan mulai merasa bosan.

Nggak lama kemudian Liang datang sambil menelpon. Ayah memarahi Liang. Semua orang sudah hadir dari tadi tapi Liang malah baru datang. Apa Liang nggak tahu aturan?

Liang menyimpan ponselnya dalam kantong celananya. Anak CEO Li ikutan memarahinya. Dia menyindir Liang yang nggak kebagian tempat duduk.


Liang hanya tersenyum. Ia menatap Liu Dong dan dibalas dengan senyuman. Liu Dong mengingatkan CEO Li tentang kinerja Sally yang terus menurun belakangan ini. Dan hal itu berdampak pada pemasaran. Keuntungan dan saham juga terus turun setiap harinya.

Ayah menanyakan maksud Liu Dong. Liu Dong tersenyum. Ia memberitahu kalo para dewan sudah membicarakannya. CEO Li sudah tua dan lebih baik pensiun awal untuk menikmati Qingfu. Dan biarkan Liang Zhi menggantikannya. Orang muda memang lebih agresif. Ia yakin kalo Liang pasti akan mampu mengalahkan pesaing mereka, Huanzhen. Dia yakin kalo Liang punya kemampuan untuk menjadi presiden. Lagian juga dia masih keluarga.


Ayah langsung tahu apa yang terjadi. Ia menanyakan berapa Liang membayar mereka? Dan ia akan memberi mereka dua kali lipat. Para dewan saling menatap. Mereka seolah nggak suka pada CEO Li.

Ayah menatap Liang. Dikiranya dengan cara yang Liang lakukan sekarang akan menurunkannya? Ia memperingatkan berapa banyak yang Liang ambil dan berapa banyak yang Liang berikan?



Liang nggak menanggapi. Ia menatap para dewan dan mengatakan kalo ia akan lebih demokratis. Karena ketua sebelumnya nggak setuju, maka para dewan bisa mengangkat tangan untuk memilih. Bagi yang setuju ia mengambik alih posisi ketua bisa angkat tangan.

Liu Dong langsung mengangkat tangannya dan para dewan yang lain mengikuti. Ayah dan anaknya nampak nggak percaya dengan apa yang mereka lihat.

Liang berterima kasih atas dukungan yang mereka berikan. Ia janji akan memenuhiharapan mereka dan berjuang untuk menaikkan kinerja mereka sebesar 20% untuk tahun ini. Dan di alhir tahun ia akan membua semua orang merasa puas.


Para dewan bertepuk tangan untuk Liang. Ayah tiba-tiba merasakan sakit di dadanya. Anak CEO Li mengkhawatirkan keadaan ayahnya dan membawanya pergi dari ruang rapat.

Liang nampak nggak peduli. Ia menempati kursi CEO Li dan berterima kasih pada semua dewan.


Ibu main masuk ke ruangan Lian Sen meski Maggie berusaha untuk menahannya. Lian Sen sendiri langi chating sama Lin Lu. Maggie meminta maaf karena ia nggak bisa menahan ibu Lin Lu.

Lian Sen meletakkan ponselnya dan memperbolehkan Maggie untuk pergi.

Lian Sen langsung bangkit dan menyapa ibu Lin Lu. Ibu meminta waktu Lian Sen selama beberapa menit. Boleh? Lian Sen nggak masalag. Satu jam juga boleh. Ibu seolah nggak terkesan sama sekali dengan apa yang Lian Sen katakan.


Lin Lu meloncat-loncat di atas tempat tidurnya. Bosen banget dah. Ia kesal pada ibunya yang sudah mengurungnya selama semalaman dan masih belum memperbolehkannya untuk pergi. Ia merasa kalo kali ini ibunya benar-benar merasa sedih.


Lin Lu makin sedih jadinya. Dia nggak tahu gimana keadaan Lian Sen sekarang. Lin Cheng mengetuk pintu kamar Lin Lu dan memberitahu kalo ibu pergi dari tadi pagi. Ia meminta kakaknya untuk menunggu sebentar dan ia akan mencari kuncinya.

Lin Lu senang mendengarnya. Lin Cheng memang yang terbaik. Cinta deh.




Lian Sen tahu ibu datang kareba berita yang banyak beredar belakangan. Ia meminta maaf kalo itu telah menyebabkan masalah untuk ibu dan Lin Cheng. Lian Sen benar-benar meminta maaf.

Ibu menganggap kalo masalah itu telah berlalu. Kedatangannya hari ini adalah untuk menanyakan sesuatu pada Lian Sen.

Lian Sen mempersilakan ibu untuk menanyakannya. Ibu menatap Lian Sen dan menanyakan apa Lian Sen menyukai Lin Lu?


Lian Sen mengangguk membenarkan. Dan ia benar-benar meminta maaf tentang berita itu. Ia meminta ibu untuk percaya kalo ia sangat menyukai Lin Lu. Mata Lian Sen mulai berkaca-kaca. Yang salah antara dirinya dan Lin Lu adalah cara memulainya dengan kesalahan. Selain itu nggak ada lagi yang salah dengan hubungan mereka.

Ibu mengangguk. Ia mengambil uang dari dalam tasnya dan meletakkannya di depan meja Lian Sen. Ibu meminta Lian Sen untuk menerima uang itu. Dan kontrak yang sudah Lian Sen dan Lin Lu tandatangani dengan memberi Lin Lu uang 500.000 Y. Ibu memberitahu kalo itu semua adalah tabungannya. Walaupun itu nggak bisa menutupi hutang mereka pada Lian Sen, tapi ibu tetap meminta Lian Sen untuk menerimanya. Sisanya akan ia bayar secara bertatap.


Lian Sen menatap ibu dengan matanya yang makin merah. Ia kembali memasukkan uang itu dan nggak bisa menerimanya.

Ibu meminta Lian Sen untuk mendengarkannya. Setelah aysh Lin Lu meninggal, keadaan ekonomi keluarga mereka memang nggak stabil. Ibu sama sekali nggak terkesan dengan lelucon Lian Sen. Ibu tahu kalo Lian Sen seperti kura-kura emas saat Lin Lu menemukannya. Ibu merasa bahagia untuk sementara.



Ibu berusaha keras untuk menahan air matanya. Ia melanjutkan kalo anak miskin yang telah pulang ke rumah, sejak ayahnya meninggal. Selama ini Lin Lu telah mengambil semua beban keluarga. Menjaga ibu dan adiknya. Selama ini Lin Lu selalu tertawa. Tapi sebagai ibunya, saat ibu menatap mata Lin Lu, ibu merasa sakit.

Ibu selalu bertanya-tanya kenapa bukan dia yang membutuhkan perawatan? Dan orang yang harus dilindungi? Ibu nggak tahan lagi dan mulai menangis.

Lian Sen meraih tangan ibu dan menenangkannya. Ia meminta ibu untuk percaya padanya. Ia sudah punya jalan keluar untuk berita itu. Ia janji akan menjaga dan merawat Lin Lu. Ia nggak akan membiarkan Lin Lu menderita dan menanggung kesalahan lagi.


Ibu merasa kalo ini bukan salah Lian Sen. Ia yang terlalu buruk sebagai seorang ibu. Ia nggak bisa merawat anaknya sendiri. Ibu nggak pernah berpikir kalo putrinya akan menandatangani perjanjian konyol dengan Lian Sen.

Ibu menghapus air matanya. Ia nggak akan pernah tahu kalo berita itu nggak muncul. Lin Lu berkorban banyak demi dirinya, demi Lin Cheng dan demi keluarga mereka.




Ibu bangkit ia membungkuk pada Lian Sen dan memintanya untuk menerima uang itu lalu... . Lian Sen nggak mau ada lalu lagi. Ia bangkit dan mau pamit.

Ibu meraih tangan Lian Sen dan menahannya. Apa Lian Sen nggak punya hati? Melihat Lin Lu yang putus asa diserang ribuan netizen. Lian Sen memalingkan wajahnya dan nggak mau menatap wajah ibu.

Ibu memberitahu kalo pernikahan adalah hal baik untuk dilakukan. Tapi itu bukan dengan Lian Sen. Perbedaan mereka terlalu besar. Lin Lu nggak boleh memanjat terlalu tinggi.

Bersambung...
      edit

2 comments:

  1. Kasian lian sen ama lin lu...😒
    Di tunggu lanjutannya...😊😊

    ReplyDelete
  2. Kasian lian sen ama lin lu...😒
    Di tunggu lanjutannya...😊😊

    ReplyDelete


Kehidupan nyata nyapekinπŸ˜₯πŸ˜₯

Luv you πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate