Tuesday, May 21, 2019

Published May 21, 2019 by with 0 comment

Sinopsis My Absolute Boyfriend episode 3 part 2


Semua gambar dan konten bersumber dari SBS

Zero Nine mengejar Da Da dan mangggil dia pacar. Ia menghampiri Da Da dan menanyakan apa yang terjadi? Kenapa dia marah? Apa dia melakukan kesalahan?

Da Da malah balik nanya, kenapa Zero Nine melakukan itu padanya? Dia manggil taksi. Zero Nine ikut manggil dan membantu Da Da buat naik. Ia bahkan membukakan pintu buat Da Da.


Da Da masuk dan melarang Zero Nine buat ikut. Zero Nine diam dan hanya menatap Da Da. Da Da mau menutup pintu taksi tapi malah masih dipegang sama Zero Nine. Ia minta agar Zero Nine melepaskannya

Zero Nine mengiyakan, pacar. Da Da menyuruh sopir buat buru-buru jalan.

Zero Nine menatap taksi yang Da Da tumpangi kian jauh.


Di dalam taksi Da Da merasa lega karena bisa lepas dari Zero Nine. Dia nggak tahu siapa sebenarnya Zero Nine. Apa jenis kejahatan baru? Hampir aja dia nggak bisa lolos.


Da Da turun dari taksi. Ia melihat tempelan pengumuman. Keamanan bagi wanita. Ada gambar seorang pria yang sedang dicari. Da Da merasa kalo sekarang ini ada banyak bahaya.

Seseorang tiba-tiba membenarkan. Dan pas Da Da melihat ke samping, tahu-tahu ada Zero Nine.

Hah??? Da Da syok. Kenapa Zero Nine ada disana? Zero Nine mengaku khawatir karena Da Da pergi lebih dulu.


Da Da kesal. Dia milih pergi. Zero Nine menyusulnya dan minta agar Da Da jalan pelan-pelan, dia bisa terluka nanti. Ia menarik tangan Da Da.

Da Da nggak suka Zero Nine menyentuhnya dan minta dilepaskan. Ia nampak mulai ketakutan sehingga Zero Nine melepaskanya. Da Da memintanya buat berhenti mengikutinya.

Zero Nine menggeleng. Kemana Da Da pacarnya pergi maka ia akan selalu mengikuti. Sekalipun ke ujung dunia ia akan mengikuti.

Da Da makin syok. Kata-kata Zero Nine terus terngiang sampai ke ujung dunia. Dia mundur. Zero Nine maju. Da Da memintanya buat berhenti lalu dia lari menjauh.


Ketua Tim Nam mencari keberadaan Zero Nine menggunakan GPS. Ada beberapa orang yang kewat pakai jas hitam. Ketua Tim Nam menutupi wajahnya pakai koper.

Dia bertanya-tanya apa harus bikin rencana? Ketua Tim Nam bingung Zero Nine dikirim kemana?


Da Da lari melewati gang kecil habis itu sembunyi. Ia mengintip dan melihat Zero Nine lewat. Dia mau keluar tapi Zero Nine malah balik lagi.

Da Da buru-buru lagi dan masuk ke area pembangunan. Dia mengambil ponselnya. Awalnya mau nyala tapi habis itu mati lagi.

Da Da panik. Dia mengetuk-ngetuk ponselnya sambil jalan tapi malah kesandung sebuah tongkat. Di atasnya ada seember besi yang hampir jatuh.



Da Da takut dan menunduk sambil mejamin matanya. Suara itu berhenti. Da Da membuka matanya dan melihat ada Zero Nine di sampingnya.

Rupanya Zero Ninelah yang melindunginya. Ia bahkan sampai tertusuk besi. Tapi anehnya ia tampak nggak papa. Ia juga nggak merasa sakit.

Zero Nine menanyakan apa Da Da pacar nggak papa? Da Da syok plus takut lihat Zero Nine ketusuk tapi nggak berdarah. Sebenarnya dia siapa?

Zero Nine melihat besi yang menancap di dadanya lalu menatap Da Da lagi.




Ketua Tim Nam datang dan melihat Zero Nine. Ia pun memanggilnya. Zero Nine menatap ketua Tim Nam sementara Da Da bingung mendengar Ketua Tim Nam manggil Zero Nine.

Wang Joon berolah raga dan setelah selesai ia pun mandi.


Woong menyiapkan minuman dan memberikannya pada Wang Joon. Wang Joon menerimanya dan menciumnya dulu. Sepertinya dia nggak suka sama minuman itu.

Woong meminta agar Wang Joon nggak seperti itu. Ia mengingatkan kalo Wang Joon ada jadwal pemotretan. Wang Joon kembali mencium minumannya dan nggak mau meminumnya.


Woong mengeluarkan kotak kue yang dibawakan oleh Da Da tempo hari dan menunjukkannya ke Wang Joon. Ia merasa kalo Da Da datang buat ngasih itu ke Wang Joon. Ia merasa kalo Da Da berhasil dan ia akan nelpon Da Da nanti.

Wang Joon meminum minumannya. Ia melarang Woong buat nelpon Da Da. Woong yang nggak ngerti apa-apa nanya kenapa? Wang Joon ngasih tahu kalo mereka sudah putus.

Woong kaget dengarnya. Ia menanyakan kalo Da Da pingin putus setelah kejadian kemarin? Woong merasa kalo Da Da nggak bisa melakukan itu.



Wang Joon menyangkalnya dan menegaskan kalo dia yang minta putus. Woong malah makin nggak ngerti. Kenapa? Kenapa Wang Joon minta putus??? Beraninya. Woong mengingatkan kalo hubungan mereka sudah 7 tahun. Dan Wang Joon seenaknya mencampakkan Da Da setelah Da Da menghabiskan tahun terbaiknya sama dia. Dan Wang Joon masih nyebut dia manusia?

Wang Joon mengiyakan. Dia ikutan marah. Alasannya adalah karena dia manusia. Ia menatap Woong sambil senyum pedih. Nggak mungkin dia nggak berubah setelah 7 tahun. Dia juga manusia.

Woong mengamati Wang Joon dan curiga kalo Wang Joon kencan sama orang lain. Wang Joon nggak boleh kayak gitu.


Wang Joon malas. Dia bangkit dan mempersilakan Woong buat mikir sesukanya. Dia mau pergi dan sebelum itu dia nyuruh Woong untuk membuang semuanya.

Woong kesal dan memaki Wang Joon.


Woong membuang kue dari Da Da ke tempat sampah. Dia bingung harus ngomong apa sama Da Da.


Da Da melihat dada Zero Nine yang berlubang habis ketusuk. Ia bahkan bisa mengintip melalui lubang itu. Ia nanya ke Ketua Tim Nam, maksudnya Zero Nine bukan manusia dan dia adalah robot?? Apa itu masuk akal?

Ketua Tim Nam nyuruh Da Da buat lihat sendiri apa itu masuk akal apa enggak. Ia sesumbar kalo Zero Nine bukan robot biasa. Dia adalah integrasi teknologi terbaru perusahaan mereka. Dia teman kencan.



Ketua Tim Nam menyuntikkan sesuatu ke punggung Zero Nine. Da Da bingung gimana maksudnya. Ia mengatakan kalo mereka ciuman dan Zero Nine berpikir kalo ia adalah pacarnya.

Ketua Tim Nam bangkit dan menanyakan kenapa ekspresi Da Da kayak gitu? Ia meminta Da Da untuk melihat baik-baik. Ketua Tim Nam mendeskripsikan penampilan Zero Nine.

Matanya indah, hidungnya tegas, bibirnya yang membuat Da Da ingin menciumnya, dagunya yang lancip,... . Ketua Tm Nam nyentuh dagu Zero Nine tapi malah merasa sakit. Kesetrum kali.

Ia melanjutkan kalo mereka menganalisis wajah pria tampan terkenal di Korea untuk menciptakan wajah dan tubuh yang sempurna.


Da Da merasa takut dan pelan-pelan mundur buat sembunyi. Sementara Ketua Tim Nam masih ngomong terus. Katanya Zero Nine diprogram buat mencintai satu wanita aja. Dan wanita manapun pasti akan jatuh cinta sama Zero Nine.

Da Da kekeuh nganggap kalo Zero Nine bukan manusia. Dia nggak bisa main Go atau mengendarai mobil. Apa itu masuk akal?

Ketua tim Nam membantahnya. Dia nggak tahu apa itu mustahil. Di Kronos Heaven, hanya buat 0,01% teratas dari ... eh, kenapa dia mesti menjelaskan itu?


Da Da menggeleng. Ketua Tim Nam ngambil tabletnya. Apa yang ia lakukan berhasil. Ia menjalankan program restorasi. Dari tabletnya mendadak muncul hologram. Katanya sirkuitnya akan meregenerasi dari dalam.

Ketua Tim Nam bertanya-tanya apa yang akan Zero Nine lakukan saat ia mulai bangun. Ia menekan tombol memulai pemulihan dan reparasi.

Nggak lama kemudian Zero Nine langsung mengenalinya dan bertanya sedang apa  disana? Ketua Tim Nam mengaku senang bisa lihat Zero Nine. Dia ngajak pulang.


Zero Nine nggak mau. Ia nggak akan pergi kemanapun. Ketua Tim Nam nggak ngerti  maksudnya apa? Ia mengingatkan kalo mereka nggak punya banyak waktu dan harus segera pergi.

Zero Nine menatap Da Da dan menyampaikan kalo ia akan tinggal bersama pacarnya. Dia nggak bisa meninggalkan pacarnya. Itulah alasannya buat bangun.

Ketua Tim Nam menghela nafas. Ia ingat kalo itu adalah pilihk dasarnya Zero Nine. Zero Nine mengangguk sambil senyum. Mereka lalu menatap Da Da.


Da Da nggak suka mereka menatapnya. Ketua Tim Nam mendekat dan menanyakan umur. 29. Da Da hidup sendiri? Gimana dengan orang tua dan saudaranya? Da Da menjawab kalo dia nggak punya.

Pekerjaan? Berapa gaji tahunannya dan kadar kenaikan gajinya? Apa Da Da punya riwayat penyakit?

Da Da nggak ngerti kenapa dia ditanya-tanya. Ia meminta agar Zero Nine dibawa pergi setelah selesai diperbaiki.

Ketua Tim Nam mengaku nggak bisa pergi. Da Da lah yang harus tanggung jawab. Da Da bangkit dan nggak ngerti kenapa dia yang harus tanggung jawab?


Da Da minta Number One buat mendengarkannya. Ketua Tim Nam menegaskan kalo namanya Nam Bo Won. Da Da nggak peduli dan menanyakan kenapa dia mesti tanggung jawab? Bukankah itu kesalahan pengiriman? Harusnya ketua Tim Nam yang tanggung jawab.

Ketua Tim Nam nyuruh Da Da buat tanggung jawab karena dialah yang sudah mencium Zero Nine. Da Da merasa itu nggak adil. Zero Nine lah yang sudah menciumnya.

Ketua Tim Nam nggak percaya gimana mungkin robot yang dimatikan nyium Da Da? Da Da berasa mau g*la.

Ketua Tim Nam menyudahi. Ia memberitahu kalo sejak Zero Nine mengenali Da Da sebagai pacarnya maka demo sepekan akan dimulai. Mulai sekarang Zero Nine nggak akan jauh-jauh dari Da Da. Itu adalah nasibnya.


Da Da menanyakan kalo yang dimaksud nggak seperti yang dia bayangin, kan? Ketua Tim Nam mengulangi kalo Da Da harus menjaga Zero Nine selama sepekan.

Da Da mendekat dan mengulangi kalo Ketua Tim Nam nyuruh dia buat ngabisin sepekan sama pria... eh robot itu? Dah g*la apa, ya? Da Da menolak melakukannya.

Ketua Tim Nam minta Da Da buat tanggung jawab atas hasratnya seperti yang orang dewasa lakukan. Da Da makin jengkel. Dia nggak akan segitu kesal kalo memenuhi keinginannya.


Ketua Tim Nam memberikan tawaran lain. Dia nyuruh Da Da buat membayar biaya reparasinya. Da Da setuju. Dia lebih suka bayar aja dan menanyakan berapa harganya?

Ketua Tim Nam mengambil catatannya dan memberitahu Da Da kalo harga tetap buat reparasinya adalah 180. Da Da mengira  kalo maksudnya 180 dolar tapi ternyata 180 juta dolar.

Da Da kaget dengar segitu besar biayanya. Ketua Tim Nam memberitahu kalo produk Kronos Heaven harganya lebih dari 10 miliar dolar. Model dasatnya aja tanpa opsi apa-apa dan biaya reparasinya kali ini jauh lebih murah dari biasanya.


Da Da masih nggak bisa percaya. Dia malah menganggap kalo dia lagi mimpi. Tapi pas dia menepuk pipinya sendiri rasanya sakit banget. Artinya dia nggak lagi mimpi. Akhirnya Da Da nangis.

Ketua Tim Nam merasa wajar kalo jumlah segitu sangat sulit buat orang normal dengan gaji normal. Ia menyarankan agar Da Da mau menjaga Zero Nine selama sepekan. Dan saat demo selesai, ia akan mengatur ulang dan membawanya pergi.


Da Da masih merasa kalo itu g*la. Zero Nine bangkit dan menghampiri Da Da. Ia memikirkannya matang-matang dan memutuskan kalo dialah yang akan membayar biaya reparasinya.

Ia lalu menatap Ketua Tim Nam dan dengan emosi yang meledak-ledak ia mengatakan kalo semuanya akan selesai kalo dia yang membayarnya.

Ketua Tim Nam minta agar Zero Nine nggak ikut campur. Zero Nine nggak tahu alasannya melakukan itu.

Zero Nine marah. Dia mencengkeram kedua lengan Ketua Tim Nam dan membuatnya kesakitan. Ia melarang Ketua Tim Nam untuk membuat pacarnya menderita. Walaupun itu Ketua Tim Nam, tapi kalo membuat pacarnya menderita maka ia akan menghancurkannya.

Ketua Tim Nam mengerang kesakitan. Beraninya Zero Nine melakukan itu padanya. Dia nggak boleh begitu padanya setelah apa yang Ketua Tim Nam korbankan selama ini cuman buat seorang gadis biasa.


Da Da manggil mereka berdua dan minta buat tenang. Zero Nine melepaskan Ketua Tim Nam.

Da Da setuju menjaga Zero Nine selama sepekan. Ketua Tim Nam minta agar Da Da memperlakukan Zero Nine dengan hormat. Suka atau enggak, dia adalah pacarnya Da Da sekarang.

Ketua Tim Nam berpesan pada Da Da agar jangan sampai orang lain tahu kalo Zero Nine adalah robot. Da Da penasaran. Kenapa?


Ketua Tim Nam memberitahu kalo itu adalah proyek rahasia perusahaan mereka. Bukan buat umum. Kalo sampai bocor maka Da Da harus membayar 10 kali lipat biaya reparasinya.

Da Da tambah lemes dengarnya. Ketua Tim Nam ngambil sebuah koper, katanya itu adalah manualnya. Da Da menerimanya.


Ketua Tim Nam pamit. Mereka akan ketemu sepekan lagi.

Da Da menghela nafas. Dia menatap Zero Nine yang membentuk hati dengan jarinya dan menempelkannya di dadanya sambil senyum genit.

Da Da syok. Dia meletakkan kopernya lalu keluar manggil Ketua Tim Nam.


Da Da menahan Ketua Tim Nam dan menanyakan apa nggak masalah kalo dia berduaan saja sama Zero Nine? Ketua Tim Nam mewanti-wanti agar Da Da nggak jatuh cinta sama Zero Nine.

Apa? Da Da nggak ngeh. Ketua Tim Nam mengingatkan kalo mereka akan pisahan setelah sepekan. Kalo sampai Da Da jatuh cinta sama Zero Nine maka hanya akan membuatnya patah hati. Walaupun sulit untuk nggak menyukainya tapi Da Da harus berusaha buat nggak jatuh cinta.

Da Da menyangkalnya. Dia memberitahu kalo pekerjaannya tiap hari adalah motong dan membuat boneka yang persis kayak orang asli. Zero Nine bahkan bukan orang jadi gimana mungkin jantungnya berdebar? Nggak akan pernah.


Ketua Tim Nam lega. Da Da kembali menanyakan kalo Ketua Tim Bam akan balik lagi setelah sepekan, kan? Ketua Tim Nam mengiyakan dan minta agar Da Da nggak perlu khawatir.

Mereka lalu pisahan. Da Da masuk ke rumah sementara Ketua Tim Nam pergi. Tapi sebelum pergi ia sempat melihat Da Da lalu membaca papan Real di depan.


Da Da balik lagi ke rumah dan nggak habis pikir sama apa yang Ketua Tim Nam bilang tadi. Jangan sampai jatuh cinta sama Zero Nine? Ih, konyol banget. Sampai nggak bisa berkata-kata rasanya dia.

Zero Nine tiba-tiba berdiri di depan Da Da dan senyum. Da Da nggak ngerti dia lagi ngapain? Ia melarang Zero Nine buat gerak. Diam aja!



Zero Nine melihat kaki Da Da terluka dan jadi khawatir. Apa Da Da nggak papa? Da Da mengiyakan. Dia nggak papa. Zero Nine mengatakan akan menyembuhkan Da Da.

Da Da nggak mau. Ia mengaku nggak membutuhkannya. Da Da berjalan meninggalkan Zero Nine.


Zero Nine bangkit dan memangginya. Dia menanyakan apa Da Da pacar emang nggak menyukainya?

Da Da merasa malas. Dia nggak ngerti apa yang dia sukai dan yang dia benci sedangkan ia hanya memikul beban sementara yang ditimpakan seseorang ke dia.

Zero Nine maju dan mengatakan kalo dia ingin ngasih cinta sejati ke Da Da. Dan itu lebih dari sekedar sepekan.



Da Da kayak muak dengarnya. Dia berbalik dan menatap Zero Nine. Cinta sejati?? Apa Zero Nine tahu apa itu cinta sejati? Da Da merasa kalo Zero Nine nggak tahu dan ia akan ngasih tahu kalo di dunia ini nggak ada yang namanya cinta sejati. Bahkan nggak ada juga yang bisa dia percaya.

Dan Da Da minta agar Zero Nine berhenti bicara omong kosong soal cinta. Diam aja kayak alat elektronik rumah tangga lainnya dan enyah.

Da Da yang emang lagi galau lalu naik ke atas sementara Zero Nine terdiam di tempatnya. Dia kayak merasa sedih gitu. Hiks hiks jadi pingin nangis lihatnya. Da Da jahat deh marahin uri Oppa.

Aaa... 11 halaman lagi??? πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“

Oh iya, cingu. Buat episode selanjutnya mungkin bakal rada telat. Soalnya aku mau nulis Abyss dulu buat ngisi episode ganjilnya dari Drama Town House. Buat yang setia bisa nunggu aku dan buat yang nggak sabar bisa baca dari yang lain dulu.

Salam manis

Anysti

Bersambung...
      edit

0 komentar:

Post a Comment


Kehidupan nyata nyapekinπŸ˜₯πŸ˜₯

Luv you πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate