Sunday, May 19, 2019

Published May 19, 2019 by with 2 comments

Sinopsis My Absolute Boyfriend episode 2 part 2




Semua gambar dan konten bersumber dari SBS

Zero Nine menonton drama sendirian. Kebetulan yang ia tonton adalah sepasang pria dan wanita yang sedang bertengkar. Sang pria adalah Wang Joon.

Gadis itu sangat mencintai Si Woo, peran yang Wang Joon mainkan. Tapi Si Woo sama sekali nggak mencintai gadis itu. Ia bahkan mempermalukan gadis itu di depan umum.

Si Woo nggak peduli karena dia sangat muak sama gadis itu.

Zero Nine nggak suka sama sikapnya Si Woo. Tahu-tahu dia mengangkat tangannya dan meninju monitor. Seketika monitor yang terbuat dari kaca itu pecah.


Ketua Tim Nam yang baru aja kembali sampai kaget lihat apa yang Zero Nine lakukan. Zero Nine sendiri mengaku kalo dia barusan menangkap nyamuk yang sangat besar.

Ketua Tim Nam mengeluh karena Zero Nine barusan menghancurkan monitor LCD super ultra cuman gara-gara nyamuk. Ia merasa kalo Zero Nine agak bahaya dan ia harus mengatur ulang kekuatan lengannya.


Da Da dibawa ke kantor polisi. Polisi menyimpulkan kalo Da Da nyelinap cuman mau dapetin celana dalam. Dan gara-gara itu juga dia nyamar jadi wanita tua.

Da Da diam dan nggak mau menjawabnya. Polisi itu kesal dan memarahi Da Da. Masalahnya Da Da diam mulu selama 30 menit dan nggak mau mengatakan alasannya masuk ke rumahnya Wang Joon.

Da Da nggak tahan dan bilang kalo dia sangat mencintai Wang Joon. Dia pingin nikmatin makan enak bareng Wang Joon di restoran, nonton film di bioskop bareng Wang Joon, menggenggam tangannya dan jalan sambil gandengan tangan sama Wang Joon. Dia mau mamerin itu ke temannya tapi dia sama sekali nggak bisa melakukan itu.


Da Da nangis saking frustasinya dan dia bikin pak polisi jadi bingung. Ia lalu melanjutkan kalo minimal dia punya celana dalam itu. Dia sangat suka itu dan lebih suka lagi kalo Wang Joon cuman makai itu.

Da Da meninggalkan kantor polisi. Dan ternyata Wang Joon yang minta agar dia dibebaskan. Polisi bahkan menasehati kalo Da Da harus menganggap kalo dirinya beruntung.




Wang Joon tiba-tiba keluar dari mobilnya. Dia membuka maskernya dan menatap Da Da. Da Da menatapnya marah. Wang Joon meraih tangan Da Da dan memintanya buat masuk mobil. Dia akan mengantar Da Da pulang.

Da Da menarik tangannya seolah nggak sudi Wang Joon menymentuhnya. Dia minta agar mereka berhenti. Dia pingin putus karena nggak bisa lagi melakukannya. Dia nggak bisa pacaran sama Wang Joon secara rahasia.

Wang Joon menatap Da Da dan Da Da membalas tatapannya dengan berani. Wang Joon tiba-tiba minta maaf.

Aku nggak mau berdebat. Aku mau teriak nanyain kenapa aku nggak bisa jadi diri sendiri saat sama kamu. Aku pingin nanya kenapa aku harus merasa bersalah cuman karena cinta sama kamu.


Da Da pergi.

Alasan aku bisa nahan setelah semua itu  adalah karena aku percaya kalo aku dan kamu saling mencintai. Tapi hari ini kepercayaan yang aku punya hancur berantakan.

Wang Joon berbalik dan melihat Da Da yang jalan menjauhinya.



Da Da makan ramyun di rumahnya. Dia lalu melihat cincin pasangan dari Wang Joon

Benda yang tua dan usang akhirnya akan hancur dan rusak. Sama seperti cinta kita. Dan hari ini cintaku yang tua dan usang itu berakhir.

Da Da melepas cincinnya dan membuangnya. Habis itu dia nangis. Sedih banget deh. Sampai keselek. Dia minum lalu mau lanjutin makannya tapi rasanya nggak sanggup. Akhirnya dia hanya bisa nangis lagi.


Ketua Tim Nam menyetel ulang kekuatan tangan Zero Nine. Zero Nine beroperasi pada mode Pacar. Ia berpesan agar lain kali ia nggak boleh menangkap nyamuk dengan cara seperti itu.

Zero Nine berterima kasih dan menanyakan apa monitor yang ia pecahkan harganya sangat mahal? Ketua Tim Nam membenarkan. Dan semua itu dipotong dari gajinya.


Zero Nine merasa bersalah dan meminta maaf. Ketua Tim Nam malah merasa kalo harusnya dia yang minta maaf. Zero Nine heran, kenapa Ketua Tim Nam minta maaf padanya?

Ketua Tim Nam tersenyum pahit dan mengaku nggak bisa mengatakannya. Ia minta agar Zero Nine mendengarkannya baik-baik. Zero Nine mengangguk setuju.


Ketua Tim Nam membuka sesuatu dan membaca tulisan di dalamnya.

Laut malam, ombak, cahaya bulan, awan, kupu-kupu, Zero Nine, masukkan kode.

Zero Nine mendengarkannya dengan seksama. Ia menundukkan wajahnya seolah sedih.

Ketua Tim Nam juga nampak sedih. Dia menepuk pundak Zero Nine dan minta maaf karena nggak bisa nepatin janjinya pada Zero Nine.

Flashback..



Ketua Tim Nam mau masuk ke mobil. Dia lalu melihat seorang wanita berambut pirang berdiri di balkon dan menatapnya dari atas.

Wanita itu berbalik dan masuk ke rumah.


Sebuah robot dikembalikan dalam keadaan luka parah. Namanya Zero Seven. Ketua Tim Nam membukanya dan manggil namanya.

Sambil nangis ia menyentuh wajah Zero Seven dan menanyakan apa yang terjadi? Direktur Ko mengatakan kalo sangat sulit merusak robot sampai separah itu. Ia merasa kalo Diana terus menyiksanya untuk menguji kesetiaannya.



Anehnya Zero Seven malah bilang kalo Diana adalah orang yang sangat baik. Itu yang membuat Ketua Tim Nam jadi nggak habis pikir. Ia membuka penutupnya sampai habis dan makin miris.

Direktur Ko merasa kalo Zero Seven sudah dalam kondisi yang sangat kritis. Ia menyarankan agar Zero Seven dibuang saja dan membuat lagi yang baru. Ambil semua bahan yang penting sisanya dibakar.

Ketua Tim Nam sangat geram. Zero Seven menatapnya dan mengatakan kalo Diana orang yang baik. Ketua Tim Nam kesal. Gimana bisa dia jadi orang baik? B*doh!! Dia nangis lihat Zero Seven.


Ketua Tim Nam minta pada Direktur Ko agar nggak mengirim Zero Nine ke Diana. Manajer Ko nggak bisa apa-apa karena itu sudah keputusan kantor pusat. Dan mereka sama sekali nggak bisa ikut campur.

Mata Ketua Tim Nam berkaca-kaca. Dia mengingatkan Direktur Ko akan apa yang ia katakan saat Ketua Tim Nam baru gabung. Mereka adalah perusahaan yang membuat keluarga, teman, dan kekasih buat robot.

Direktur Ko menegaskan kalo saat mereka nerima permintaan dari klien, maka tugas mereka adalah membuat produk dan mengirimkannya kembali pada mereka. Dan gimana klien memakai produk itu bukanlah urusan mereka. Ia melarang Ketua Tim Nam untuk memiliki hubungan dengan produk mereka.

Flashback end...


Ketua Tim Nam menatap Zero Nine yang akan dikemas. Ia nampak sedih tapi nggak punya pilihan lain juga. Ia menutup pintu itu meski pedih.


Ketua Tim Nam menyetir mobil membawa Zero Nine pergi. Manajer Ko menelponnya tapi sengaja nggak diangkat. Dia nggak bisa mengirimkan Zero Nine ke orang yang mengerikan kayak Diana.


Manajer Ko sendiri panik karena Ketua Tim Nam yang membawa Zero Nine nggak bisa dihubungi. Dia marah. Ia mau mencari tahu melalui komputernya tapi nggak bisa. Lah, tambah marah lagi, deh.

Mendadak ia bisa mendeteksi keberadaan Zero Nine dan segera pergi kesana.


Mobil yang dikendarai Ketua Tim Nam berhenti. Dia melihat GPS di mobil dan kesal.

Di luar ia melihat orang-orang sedang memindahkan barang. Ukurannya sama dengan ukuran kotak Zero Nine.



Manajer Ko sampai di lokasi. Ia menuju mobil Ketua Tim Nam tapi sudah nggak ada siapa-siapa disana. Ia hanya bisa teriak manggil nama Nam Bo Won.

Ketua Tim Nam sendiri berada di seberang dan sedang ngawasin Manajer Ko. Dia janji kalo kali ini ia akan melindungi robotnya. Ia nggak akan membiarkan itu terjadi lagi.


Ketua Tim Nam mengambil ponselnya dan memantau keberadaan Zero Nine. Dia janji akan memastikan kalo Zero Nine akan baik-baik saja. Ia datang untuk membantunya.


Sebuah mobil Miracle Logistic berhenti di depan rumah Da Da. Da Da keluar dari rumahnya. Mereka menanyakan apakah benar namanya Eom Da Da dan memintanya buat tanda tangan karena ada paket untuknya.

Da Da merasa kalo dia nggak punya waktu buat sedih gara-gara putus. Ia mendekati paketnya dan bertanya-tanya kayak apa boneka dari Amerika itu.

Da Da mau membukanya tapi nggak bisa.


Da Da dan Yoo Jin membawanya ketempat syuting. Yoo Jin mengeluhkan benda itu yang berat banget. Ia memarahi Da Da yang seolah nggak membantunya. Dia kayak mengangkatnya sendiri.

Mereka berdua akhirnya bisa membawa kotak besar itu ke ruangan mereka. Kyu Ri datang nggak lama kemudian. Ia menyapa keduanya dan kagum banget lihat ukuran kotak boneka mereka yang besar banget,  mahal juga.


Da Da duduk dan menyuruh Yoo Jin dan Kyu Ri untuk ke lokasi dan menyiapkan semuanya sementara ia akan mendandani bonekanya.

Yoo Jin setuju. Kyu Ri mengingatkan kalo syuting akan segera dimulai dan meminta Da Da buat nemuin Ma Wang Joon. Bukankah Da Da harus membuat rias wajah efek khusus buat dia?

Da Da mau menceritakan yang sebenarnya tapi nggak jadi. Ia bangkit dan menghadapinya. Gimana juga dia harus profesional.


Da Da mau masuk ke ruang ganti Wang Joon tapi ragu gitu. Akhirnya dia hanya bisa berdiri di depan pintu. Mau g*la rasanya.

Da Da memantapkan diri buat masuk masuk. Tapi tiba-tiba pak Geum datang. Dia memberitahu kalo mereka punya juru rias baru.

Katanya Wang Joon sendiri yang minta Da Da diganti. Mungkin Da Da belum dapat nomornya. Ia merasa nggak aneh mengingat apa yang Da Da lakukan semalam.


Da Da nampak kecewa. Ia lalu kembali ke ruangannya. Ia meletakkan tas make up-nya lalu duduk dan nangis.

Ia nggak bisa gini karena semuanya sudah berakhir. Da Da menghapus air matanya lalu bangkit menuju kotak boneka.

Ia membukanya dan melihat isinya. Da Da kagum banget sama bonekanya yang tampak sangat realistik. Mungkin itu didesain khusus.




Da Da mendekat dan menyentuh wajah Zero Nine. Tiba-tiba Zero Nine jatuh dan mau nimpa Da Da. Da Da berusaha buat nahan tapi nggak bisa.

Akhirnya mereka jatuh dengan posisi Da Da diatas. Dan secara nggak sengaja Da Da mencium Zero Nine.




Da Da buru-buru bangkit. Dia panik habis mencium boneka. Tanpa ia sadari Zero Nine hidup di belakangnya.

Semua lampu tiba-tiba nyala semua. Da Da berbalik dan kaget lihat bonekanya hidup.

Anyeong!! Pacarku!! 😍😍😍

Bersambung...

      edit

2 comments:

  1. Critanya keren.
    Lanjut lagi ya.
    Semangat

    ReplyDelete
  2. Akhirny drama ini jd rilis jg..kayakny dulu pernah ada kabar yg mw main TOP Bigbang..g jd y?
    Anyway...semangat sampai akhir y...

    ReplyDelete


Kehidupan nyata nyapekinπŸ˜₯πŸ˜₯

Luv you πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Salam Pink
My photo
Aku Pink dan aku Yellow. Suka nonton drama tapi nggak tahu mau cerita ke siapa. Makanya buat blog biar punya tempat buat cerita.

Contact Me

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Follow by Email

Translate